Hahaha ........ Manneke yang pernah saya keluarkan dari milis Kincir 
Angin juga langsung bunyi. Tata tertib milis Kincir Angin 
berbunyi "dilarang menghina orang/pejabat RI" maka anggota yang 
melanggar akan diberi peringatan, istilahnya Kartu Kuning. Bila 
membandel, dia dapat Kartu Merah. Milis Kincir Angin tidak 
bersifat "moderated" dalam hal postingan, jadi email-email Manneke 
yang penuh makian langsung lolos. Hal itu tentu mengganggu suasana 
milis dan harus distop.

Milis Media Care lain setting-nya, yaitu moderated email-emailnya. 
Pasti banyak email makian yang tidak diloloskan oleh moderator. Maka 
ketika Ade Armando menulis "Anjing" terhadap Christopher Nommensen 
dan diloloskan oleh moderator Media Care, saya langsung 
bilang "sekali tempo bagus juga, maka kini semua orang tahu bahwa 
mantan ketua/anggota KPI bernama Ade Armando pun omongannya bisa 
amat kotor." Bila Ade Armando menjadi anggota milis Kincir Angin, 
pasti dia sudah saya delete membership-nya.

Adalah KEWAJIBAN (bukan melulu WEWENANG) moderator untuk menjaga 
milis yang dibangunnya itu agar TIDAK menjadi zoo. Bayangkan kalau 
milis Media Care ini non-moderated, maka pasti banyak anggota lain 
akan memaki balik Ade Armando dengan kata "kuda, babi, kunyuk, 
komodo, buaya, cicak" dll. Maka milis Media Care sebentar saja akan 
menjadi milis kebun binatang, tentu situasi seperti ini bukan target 
moderator Media Care, bukan? Karena itu saya anjurkan, biarlah 
anggota yang cenderung menulis nama-nama khewan bergabung saja di 
milis [EMAIL PROTECTED], dan anggota yang senang memaki-maki masuk 
milis [EMAIL PROTECTED] atau [EMAIL PROTECTED], he he.

Ngomong-ngomong, milis Kincir Angin akan Go Public nih, dalam arti 
setting-nya akan menjadi seperti milis Media Care ini, yaitu 
membership-nya bebas, emailnya moderated, ditambah milisnya akan 
menjadi milis public, jadi semua orang non anggota pun dapat membaca 
email-email yang ada di Kincir Angin. Kalau tidak ada keberatan dari 
anggota Kincir Angin, besok saya stel begitu, maka Manneke bisa 
masuk lagi ke Kincir Angin tapi saya hanya akan meloloskan email-
email Manneke yang fatsoenlijk saja. Okki dokki yah, sampai bertemu 
lagi dengan Manneke di Kincir Angin, maybe?

Salam hangat, Danny Lim, Nederland

--- In [email protected], manneke <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> 
> Hahahahaha, moderator Kincir Angin langsung bunyi. Anda ini ngerti 
nggak bedanya antara "punya wewenang" dan "sewenang-wenang"? Jika 
tak ngerti bedanya, maka memang antara "demokratis" dan "otoriter" 
bisa campur-aduk. Ayo, kalo mau diskusi soal ini boleh. Kita pakai 
Kincir Angin sebagai kasusnya? Giaman? 
> 
> manneke
> 
> 
> -----Original Message-----
> 
> > Date: Sun Mar 04 17:03:51 PST 2007
> > From: "Danny Lim" <[EMAIL PROTECTED]>
> > Subject: [mediacare] Re: Saya ditendang dari milis jurnalisme
> > To: [email protected]
> >
> > Ada dua makna "berbeda pendapat dengan moderator":
> > 
> > 1. Berbeda pendapat dalam berdiskusi. Ini tidak boleh menyebabkan
> > pen-delete-an member.
> > 
> > 2. Berbeda pendapat dalam tata tertib milis. Ini wewenang 
sepenuhnya
> > moderator dan member tidak boleh ngeyel. Member yang tidak betah
> > sebaiknya keluar sendiri atau terpaksa dikeluarkan oleh 
moderator.
> > 
> > Seperti kita masuk ke Indonesia mesti ikut UU Indonesia, masuk ke
> > Belanda mesti ikut UU Belanda, masuk ke club sepakbola Persija 
mesti
> > ikut tata tertib Persija dst.dst. Kita tidak tahu persis apa yang
> > telah dibuat oleh Farid Gaban sebagai owner/moderator milis
> > Jurnalisme.
> > 
> > 
> > 
> > Salam hangat,
> > 
> > 
> > Danny Lim
> > Nederland
> > 
> > --- In [email protected], "Leo TOBING" <tobing_037@>
> > wrote:
> > >
> > > Hari genee ... Masih ada moderator sontoloyo yang suka 
mengeluarkan
> > > anggotanya tanpa ada penjelasan dan argumentasi yang rasionil?
> > Hahahahaha
> > > ....
> > >
> > > Tiap orang unik, berbeda satu dengan yang lainnya ... Berbeda
> > pendapat
> > > dengan moderator jangan diartikan sebagai sebuah pemberontakan
> > kepada
> > > moderatornya ...
> > >
> > > Walaahhh ...
> > >
> > >
> > > Regards,
> > > LEO TOBING
> > >
> > > -----
> > > STOP! Domestic Violence!!!
> > >
> > >
> > > -----Original Message-----
> > > From: [email protected] 
[mailto:[EMAIL PROTECTED]
> > On Behalf
> > > Of ddinasty_a04
> > > Sent: Friday, March 02, 2007 3:45 AM
> > > To: [email protected]
> > > Subject: [mediacare] Re: Saya ditendang dari milis jurnalisme
> > >
> > > Lucu juga membaca berita ini,
> > >
> > > Farid Gaban sebagai seorang wartawan kok bisa bertindak 
otoriter
> > bak
> > > petinggi militer, mana itu prinsip freedom of speach yg 
seharusnya
> > dijadikan
> > > pegangan untuk bertindak sebagai moderator?
> > >
> > > Sikap sok berkuasa, anti perbedaan dan main pukul karena
> > alasan "selera"
> > > sungguh merupakan sikap kekanak-kanakan dari seorang pemegang
> > otoritas,
> > > milis seharusnya menjadi ajang pendewasaan kedewasaan sikap,
> > disini kita
> > > dituntut untuk iklas menerima perbedaan cara pandang dan 
kemauan
> > untuk
> > > melihat argumentasi di pihak lawan atau pihak yg tidak sesuai
> > dgn "selera"
> > > kita.
> > >
> > > Saya kira, hanya demi alasan etika atau nilai moral kepantasan
> > teramsuk
> > > didalamnya menghindari fitnah saja maka tulisan seorang 
milister
> > di milis
> > > bisa di ban, tapi tentunya ban ini bukan pada si penulis, 
kalau ini
> > > dilakukan, artinya kita telah bertindak generalisir.
> > >
> > > Salam,
> > >
> > >
> > >
> > > --- In [email protected], dimas supriyanto <tbk62@> 
wrote:
> > > >
> > > > Salam,
> > > >
> > > > Saya dan Billy, telah ditendang dari milis Jurnalisme. Saya
> > malah
> > > > nyaris melupakannya, dan sibuk dengan milis yang lain. Namun,
> > karena
> > > > rekan sesama milis jurnalisme, Ging Ginanjar, menyampaikan
> > simpati,
> > > > seakan menyinggung dan diingatkan kembali, sehingga saya
> > menyampaikan
> > > > tanggapan. Tanggapan saya tembuskan diri sini, agar miliser 
lain
> > > > mewaspadai milis sektarian yang berlabel umum dan cenderung
> > > > mengelirukan.
> > > >
> > > >
> > > > 1. Tak ada alasan yang jelas mengapa keanggotaan saya
> > diberhentikan
> > > > oleh Tuan Besar Farid Gaban, selaku moderator milis
> > > > [EMAIL PROTECTED] Saya pun heran. Dia hanya menyebut
> > posting
> > > > saya "melontarkan pernyataan-pernyataan serius dan provokatif
> > tanpa
> > > > bersedia mempertanggung-jawabkan", sembari mengeluarkan 
titah :
> > > > "Kewartawanan adalah sikap transparan dan bertanggungjawab. "
> > > > Itu jelas tidak benar! Saya memposting pernyataan serius
> > berdasarkan
> > > > fakta dan sumber yang benar, kredibel, karena saya menganggap
> > milis
> > > > Jurnalisme bukan milis komedi, tempat lucu-lucuan, dan bukan
> > tempat
> > > > berkasih-kasihan satu anggota dengan yang lain.
> > > >
> > > > Dan saya  selalu bertanggung-jawab dengan
> > > > pernyataan-pernyataan/posting saya.
> > > > Tak pernah saya berhenti menanggapi postingan untuk saya,
> > kecuali
> > > > dihentikan dan diban moderator.
> > > > Moderator jurnalisme lah yang pengecut, tidak bertanggung-
jawab,
> > > > menghentikan perdebatan saya, dan kemudian mencabut 
keanggotaan
> > saya.
> > > >
> > > > 2. Sekarang, saya hanya bisa menduga-duga. Apakah karena saya
> > > > menyinggung poligami Ade Armando, liputan sepihak di Poso 
oleh
> > media
> > > > sektarian SABILI, dll, sembari memuji kredebilitas TEMPO dan
> > KOMPAS,
> > > > sebagai media netral, yang meraih pembaca terbanyak secara
> > nasional,
> > > > sehingga Tuan Besar Farid Gaban marah besar.
> > > >
> > > > Saya kurang paham tentang sejarah keluarnya Tuan Farid Gaban
> > dari
> > > > TEMPO, sehingga dia begitu dendam dan anti.
> > > > Atau karena menyebut KOMPAS sebagai media besar yang 
didirikan
> > > > Katholik - yang di jurnalisme cenderung mendapat tanggapan 
minor?
> > > >
> > > > 3. Dengan diberhentikannya saya dari milis Jurnalisme, maka
> > benarlah
> > > > asumsi saya bahwa milis Jurnalisme merupakan "Jurnalisme 
Hijau"
> > tempat
> > > > kongkow kaum partisan dan sektarian,  para simpatisan Islam
> > Militan,
> > > > Pro Abubakar Baasyir, Pro FPI, Perda Sariah, Pro Poligami, 
Pro
> > > > Jilbabisasi, anti persatuan, anti Bhineka Tunggal Ika, anti
> > POLRI,
> > > > anti Densus 88, anti Pemerintah dan negara-negara Anti Barat.
> > > > Pemutusan keanggotaan saya menunjukkan bukti nyata "ke-FPI-
an"
> > > > moderator milis Jurnalisme, yang diwakili oleh Tuan Besar 
Farid
> > Gaban.
> > > >
> > > > 4. Menjelang diberhentikan dari milis, saya sedang berasyik
> > masyuk
> > > > diskusi dengan Sirikit Syah, mantan redaksi "Media Watch" dan
> > mantan
> > > > Pemred "Surabaya Post" dan wartawan SABILI yang baru pulang 
dari
> > Poso.
> > > > Tiba-tiba keanggotaan saya di milis dihentikan. Lampu mati,
> > > > pertandingan bubar. Rasanya seperti persetubuhan yang 
terputus.
> > > > Jian-cukk!! Saya tak bisa melanjutkan diskusi. Tak ada
> > keseimbangan.
> > > > Sakit nih moderator?!
> > > > Tuan Besar Farid Gaban nampaknya tipe orang yang tidak suka
> > lihat
> > > > orang lain asyik. Umur dan keseniorannya sudah memasuki tahap
> > uzur,
> > > > suka dipuja-puja, dan suka memuasi diri sendiri.
> > Nauzubillahminzalik.
> > > >
> > > > 4. Memang saya pernah mempersoalkan netralitas moderator 
milis
> > > > Jurnalisme, yang cenderung pro "hijau". Celetukan-celetukan 
yang
> > tak
> > > > bermutu, begitu mudah diloloskan oleh moderator Jurnalisme,
> > hanya
> > > > karena pengirimnya dikenali sebagai partisan "hijau", 
Sebaliknya
> > > > tangapan-tanggapan berargumen fakta, di-ban, bila datang dari
> > > > sebaliknya.
> > > > Tuan Besar Farid Gaban membantah, tapi tak menyebutkan
> > argumentasinya.
> > > > Pokoknya meragukan netralitasnya, dianggap salah besar.
> > > >
> > > > 5.  Dasar kerja wartawan adalah keseimbangan (balance) dan
> > meliput
> > > > dari dua sisi (cover both side). Calon wartawan saja tahu
> > doktrin ini.
> > > > Dan saya melakukannya untuk milis Jurnalisme, melalui 
posting-
> > poting
> > > > yang dominan bernuansa "hijau" di situ .
> > > > Azas keseimbangan, dan mendengarkan opini yang berbeda 
mestinya
> > > > menjadi pegangan umum wartawan di mana pun berada. Itulah 
spirit
> > > > Jurnalisme.
> > > > Namun di milis [EMAIL PROTECTED] itu pengecualian,
> > karena
> > > > kini telah berubah menjadi milis "Jurnalis Sektarian".
> > > >
> > > > 5. Saat-saat terakhir sebagai anggota milis Jurnalisme, Tuan
> > Farid
> > > > Gaban mengirim posting, dia baru diperiksa polisi, dan saya
> > sempat
> > > > ingin bersimpati.
> > > > Tapi lalu saya batalkan, karena saya pikir itu cuma posting
> > > > "ecek-ecek" - masalah pribadi.
> > > > Hanya karena dia yang punya kuasa di milisnya, maka posting 
itu
> > lolos.
> > > > Mentang-mentang.
> > > >
> > > > 6. Kini saya menduga, jangan-jangan polisi yang mencegat dan
> > > > memeriksanya benar. Penampilan Farid memang layak dicurigai, 
dia
> > layak
> > > > diperiksa, dan layak disebut wartawan gadungan, seperti
> > kecurigaan
> > > > polisi kepadanya.
> > > >
> > > > Yang pasti sebagai wartawan jelas dia sudah gadungan, karena
> > sudah
> > > > kehilangan jiwa dan spirit kewartawannya.
> > > > Yang melekat dalam dirinya kini adalah watak militan
> > sektariannya.
> > > > Selain, suka memuasi diri sendiri.
> > > > Narcis.
> > > >
> > > > 7. Saya berharap jika kelak nasib mempertemukan saya dengan
> > Farid
> > > > Gaban, bermuka-muka, saat itu saya sedang tidak jauh dari 
asbak
> > dan
> > > > ember. Supaya kalau dia merepet soal jurnalistik dan azas
> > netralitas,
> > > > saya bisa cepat menyodorkannya padanya: "Rid, mendingan kamu
> > omong
> > > > saja sama asbak. Kalau nggak puas, itu ada ember!!"
> > > >
> > > > 8. Saya sudah tidak berharap bisa kembali ke milis 
Jurnalisme.
> > Saya
> > > > senang di sana, sayang moderatornya Narcistik. Saya asyik
> > berdikusi di
> > > > milis lain yang moderat-liberal.
> > > >
> > > > Sejujurnya, saya banyak kenal anggota moderat-liberal di 
milis
> > > > Jurnalisme. Kalau Ada berani bicara tentang penzaliman yang
> > dirasa
> > > > sesama anggota di situ, khususnya saya dan Billy yang kini
> > mantan,
> > > > memang spesial. Yang lain-lain, barangkali takut dengan
> > moderatornya,
> > > > khususnya Tuan Besar Farid Gaban yang narcis itu.
> > > >
> > > >
> > > > Wassalam
> > > >
> > > >
> > > > Dimas.
> > > >
> > > >
> > > >
> > > > --- ging ginanjar <gingginanjar@> wrote:
> > > >
> > > > > ----- Forwarded Message ----
> > > > > From: ging ginanjar <gingginanjar@>
> > > > > To: [EMAIL PROTECTED]
> > > > > Sent: Monday, February 26, 2007 4:52:15 AM
> > > > > Subject: Re: [jurnalisme] MODERATOR - Memecat Dimas dan 
Billy
> > > > >
> > > > >
> > > > > Menurut saya ini keputusan yang salah, dengan argumentasi 
yang
> > > > > salah.
> > > > > Lebih buruk lagi: merupakan tindakan semena-mena, sebuah
> > pelanggaran
> > > > > atas prinsip kebebasan berpendapat.
> > > > >
> > > > > Hak Billy untuk menyerukan boikot terhadap Ade Armando --
dan
> > ia
> > > > > menyertakan alasannya, terlepas dari Anda setuju atau 
tidak.
> > > > > Levelnya sama persis terhadap seruan boikot Israel yang 
dulu
> > > > > dlontarkan Farid Gaban --tolong jangan bilang Ade Armando 
tak
> > bisa
> > > > > disamakan dengan Israel.
> > > > >
> > > > > Seruan boikot Billy sebetulnya saya ragukan akan diikuti 
orang
> > dan
> > > > > benar-benar efektif. Tapi itu merupakan suatu serun 
simbolik
> > atas
> > > > > kekecewaan dia terhadap Ade Armando. Kekecewaan itu sah dan
> > harus
> > > > > dihormati. Ekspresi kekecewaan itu berupa seruan boikot 
juga
> > sah dan
> > > > > harus dihormati. Kendati Farid Gaban sebagai moderator --
dan
> > > > > sebagian anggota milis
> > > > > ini-- tidak sependapat  --tinggal lontaran saja seruan
> > tandingan.
> > > > >
> > > > > Hak  Dimas untuk bilang, "> > > Ade Armando ....
> > > > > jangan ngomongin soal pembelaan perempuan lagi.
> > > > > Gak sumbut. " Dan dia melayani pertanyaan Anda dengan 
menjawab
> > apa
> > > > > dasarnya. Dimas memiliki hak penuh untuk tak percaya lagi 
pada
> > Ade
> > > > > Armando. Hak Anda untuk tak sependapat --dan silakan 
sampaikan
> > > > > argumentasi tandingan.
> > > > > Hak Dimas juga untuk tak melayani Farid Gaban (sebagai 
anggota
> > milis
> > > > > maupun moderator),  yang bertanya "apa sih yyang dimaksud
> > MEMBELA
> > > > > PEREMPUAN".
> > > > >
> > > > >
> > > > > Dimas dan Billy sama sekali tidak melanggar prinsip 
transparan
> > dan
> > > > > bertanggung jawab. Satu-satunya pelanggaran keduanya adalah
> > > > > mengekspresikan kecamannya terhadap pilihan poligami Ade
> > Armando
> > > > > --yang kebetulan dibela sepenuhnya oleh moderator.
> > > > >
> > > > > Sikap yang jauh dari prinsip transparan dan bertanggung 
jawab
> > muncul
> > > > > dari para anggota lain.
> > > > > Namun  tidak membuat moderator mempertanyakannya --apalagi
> > berlanjut
> > > > > pada pemecatan. karena moderator tak punya masalah secara
> > ideologis
> > > > > posting-posting mereka.
> > > > > Saya kira debat poligami Ade Armando ini membuat moderator
> > > > > terpeleset pad tindakan ala Harmoko, kebetulan karena yang
> > > > > berpoligami adalah kawan moderator farid gaban. karenanya
> > urusannnya
> > > > > jadi sangat pribadi buat farid. Sebelum diminta 
transparansi
> > dan
> > > > > tanggung jawab atas pernyaataan itu, saya mempersilaan Anda
> > semua
> > > > > untuk memeriksa berkas-berkas milis jurnalisme.com mengenai
> > > > > poligami. Berkali-kali topik ini muncul. termasuk ketika
> > Abdullah
> > > > > Gymnastiar kawin lagi. Namun farid nyaris tak masuk
> > perdebatan.
> > > > > Setidaknya tak pernah seintensif dan sejor-joran itu.
> > > > >
> > > > > Menurut saya, pemecatan Dimas dan Billy dari milis ini
> > merupakan
> > > > > sebuah tindakan zalim dan tidak adil.
> > > > > Dan saya mendesak agar keanggotaan mereka dipulihkan.
> > > > >
> > > > >
> > > > > ----- Original Message ----
> > > > > From: Farid Gaban <faridgaban@>
> > > > > To: [EMAIL PROTECTED]
> > > > > Sent: Saturday, February 24, 2007 7:04:59 PM
> > > > > Subject: [jurnalisme] MODERATOR - Memecat Dimas dan Billy
> > > > >
> > > > > Dear All,
> > > > >
> > > > > Sekedar memberitahukan. .. Sebagai moderator kami telah
> > mencabut
> > > > > keanggotaan Dimas dan Billy van Daperste dengan 
pertimbangan
> > dua
> > > > > anggota ini telah melontarkan pernyataan-pernyata an serius
> > dan
> > > > > provokatif tanpa bersedia mempertanggungjawab kan.
> > > > >
> > > > > Kewartawanan adalah sikap transparan dan bertanggungjawab.
> > > > >
> > > > > Farid Gaban
> > > > > Moderator
>


Kirim email ke