Ha... ha....

Abstrak dan ketidakjelasan juga hak member. Saya juga pernah diskusi di millis 
Pantau (MOD: AH) dengan FG tentang kriteria anaonim dan tidak anonim yang 
sangat ditentang oleh  wartawan dalam medium milenium sekarang ini.

Sayangnya tidak konsisten? jika mau bicara jurlistik dan prinsip-prinsipnya 
seharusnya konsisten disana jangan meloncat pada masalah IT. Sehingga kita 
tidak akan memiliki dugaan negatif terhadapnya. Kecuali kita mau bicara lebih 
luar tentang komunikasi dan teknologinya misalnya.

Pada tataran jurnalistik saya tidak berkeberatan dengan prinsip-prinsip 
transparan dll.

Tapi pada prinsip IT lain lagi, masalah IP addres siapa yang berwenang? itu 
hal diluar masalah jurnalistik. (bedakan IP address dan addrest e-mail)

Begitu pula masalah millisnglist ini adalah masalah teknologi yang berhubungan 
dengan prinsip Marketing dan kehumasan. Lihat saja kalau tidak percaya 
mayoritas millinglist adalah berpusat pada mesin/server yang dimiliki Yahoo. 
Kebetulan millis yang menjunjung tinggi netralitas itu memakai domain yahoo.

Saya penyuka millis, biasanya saya dari yahoo masuk ke group dan memilih 
berdasarkan mesin pencari yang dimiliki, lalu melihat jumlah member yang 
terbanyak (awalnya). Biasanya member (yang tidak punya wawasan politik) akan 
terjebak dengan jumlah tersebut.

Tetapi saya yakin prinsip-prinsip yang mengekang berdasarkan hukum alam akan 
ditingalkan sendiri oleh membernya dan memilih kepada millis yang dimoderatori 
oleh orang-orang yang lebih egaliterian.  Apa yang dialami oleh dimas 
supriyanto dan Billy, dan sebelumnya ada juga peserta yang berkeluh kesah di 
millis ini. Merupakan catatan bahwa MODERATOR juga MANUNUSIA.

Tanks pak MOd:



Quoting Leo TOBING <[EMAIL PROTECTED]>:

> Yang saya maksudkan itu adalah yang nomor 1 itu, bung danny .... Karena,
> berdasarkan dari informasi yang ditulis oleh si "korban", pengeluaran
> member
> dr milis karena suatu alasan yang tidak rasionil. 
> 
> 
>  
> Regards,
> LEO TOBING
>  
> -----
> STOP! Domestic Violence!!!
>  
> 
> -----Original Message-----
> From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On
> Behalf
> Of Danny Lim
> Sent: Sunday, March 04, 2007 10:44 PM
> To: [email protected]
> Subject: [mediacare] Re: Saya ditendang dari milis jurnalisme
> 
> Ada dua makna "berbeda pendapat dengan moderator":
> 
> 1. Berbeda pendapat dalam berdiskusi. Ini tidak boleh menyebabkan
> pen-delete-an member.
> 
> 2. Berbeda pendapat dalam tata tertib milis. Ini wewenang sepenuhnya
> moderator dan member tidak boleh ngeyel. Member yang tidak betah sebaiknya
> keluar sendiri atau terpaksa dikeluarkan oleh moderator.
> 
> Seperti kita masuk ke Indonesia mesti ikut UU Indonesia, masuk ke Belanda
> mesti ikut UU Belanda, masuk ke club sepakbola Persija mesti ikut tata
> tertib Persija dst.dst. Kita tidak tahu persis apa yang telah dibuat oleh
> Farid Gaban sebagai owner/moderator milis Jurnalisme. 
> 
> 
> 
> Salam hangat, 
> 
> 
> Danny Lim
> Nederland
> 
> --- In [email protected], "Leo TOBING" <[EMAIL PROTECTED]>
> wrote:
> >
> > Hari genee ... Masih ada moderator sontoloyo yang suka mengeluarkan 
> > anggotanya tanpa ada penjelasan dan argumentasi yang rasionil?
> Hahahahaha
> > ....
> > 
> > Tiap orang unik, berbeda satu dengan yang lainnya ... Berbeda
> pendapat
> > dengan moderator jangan diartikan sebagai sebuah pemberontakan
> kepada
> > moderatornya ...
> > 
> > Walaahhh ...
> > 
> >  
> > Regards,
> > LEO TOBING
> >  
> > -----
> > STOP! Domestic Violence!!!
> >  
> > 
> > -----Original Message-----
> > From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED]
> On Behalf
> > Of ddinasty_a04
> > Sent: Friday, March 02, 2007 3:45 AM
> > To: [email protected]
> > Subject: [mediacare] Re: Saya ditendang dari milis jurnalisme
> > 
> > Lucu juga membaca berita ini,
> > 
> > Farid Gaban sebagai seorang wartawan kok bisa bertindak otoriter
> bak
> > petinggi militer, mana itu prinsip freedom of speach yg seharusnya
> dijadikan
> > pegangan untuk bertindak sebagai moderator?
> > 
> > Sikap sok berkuasa, anti perbedaan dan main pukul karena
> alasan "selera"
> > sungguh merupakan sikap kekanak-kanakan dari seorang pemegang
> otoritas,
> > milis seharusnya menjadi ajang pendewasaan kedewasaan sikap,
> disini kita
> > dituntut untuk iklas menerima perbedaan cara pandang dan kemauan
> untuk
> > melihat argumentasi di pihak lawan atau pihak yg tidak sesuai
> dgn "selera"
> > kita.
> > 
> > Saya kira, hanya demi alasan etika atau nilai moral kepantasan
> teramsuk
> > didalamnya menghindari fitnah saja maka tulisan seorang milister
> di milis
> > bisa di ban, tapi tentunya ban ini bukan pada si penulis, kalau ini 
> > dilakukan, artinya kita telah bertindak generalisir.
> > 
> > Salam,
> >  
> > 
> > 
> > --- In [email protected], dimas supriyanto <tbk62@> wrote:
> > >
> > > Salam,
> > > 
> > > Saya dan Billy, telah ditendang dari milis Jurnalisme. Saya
> malah 
> > > nyaris melupakannya, dan sibuk dengan milis yang lain. Namun,
> karena 
> > > rekan sesama milis jurnalisme, Ging Ginanjar, menyampaikan
> simpati, 
> > > seakan menyinggung dan diingatkan kembali, sehingga saya
> menyampaikan 
> > > tanggapan. Tanggapan saya tembuskan diri sini, agar miliser lain 
> > > mewaspadai milis sektarian yang berlabel umum dan cenderung 
> > > mengelirukan.
> > > 
> > > 
> > > 1. Tak ada alasan yang jelas mengapa keanggotaan saya
> diberhentikan 
> > > oleh Tuan Besar Farid Gaban, selaku moderator milis 
> > > [EMAIL PROTECTED] Saya pun heran. Dia hanya menyebut
> posting 
> > > saya "melontarkan pernyataan-pernyataan serius dan provokatif
> tanpa 
> > > bersedia mempertanggung-jawabkan", sembari mengeluarkan titah : 
> > > "Kewartawanan adalah sikap transparan dan bertanggungjawab. "
> > > Itu jelas tidak benar! Saya memposting pernyataan serius
> berdasarkan 
> > > fakta dan sumber yang benar, kredibel, karena saya menganggap
> milis 
> > > Jurnalisme bukan milis komedi, tempat lucu-lucuan, dan bukan
> tempat 
> > > berkasih-kasihan satu anggota dengan yang lain.
> > > 
> > > Dan saya  selalu bertanggung-jawab dengan 
> > > pernyataan-pernyataan/posting saya.
> > > Tak pernah saya berhenti menanggapi postingan untuk saya,
> kecuali 
> > > dihentikan dan diban moderator.
> > > Moderator jurnalisme lah yang pengecut, tidak bertanggung-jawab, 
> > > menghentikan perdebatan saya, dan kemudian mencabut keanggotaan
> saya.
> > > 
> > > 2. Sekarang, saya hanya bisa menduga-duga. Apakah karena saya 
> > > menyinggung poligami Ade Armando, liputan sepihak di Poso oleh
> media 
> > > sektarian SABILI, dll, sembari memuji kredebilitas TEMPO dan
> KOMPAS, 
> > > sebagai media netral, yang meraih pembaca terbanyak secara
> nasional, 
> > > sehingga Tuan Besar Farid Gaban marah besar.
> > > 
> > > Saya kurang paham tentang sejarah keluarnya Tuan Farid Gaban
> dari 
> > > TEMPO, sehingga dia begitu dendam dan anti.
> > > Atau karena menyebut KOMPAS sebagai media besar yang didirikan 
> > > Katholik - yang di jurnalisme cenderung mendapat tanggapan minor?
> > > 
> > > 3. Dengan diberhentikannya saya dari milis Jurnalisme, maka
> benarlah 
> > > asumsi saya bahwa milis Jurnalisme merupakan "Jurnalisme Hijau" 
> tempat 
> > > kongkow kaum partisan dan sektarian,  para simpatisan Islam
> Militan, 
> > > Pro Abubakar Baasyir, Pro FPI, Perda Sariah, Pro Poligami, Pro 
> > > Jilbabisasi, anti persatuan, anti Bhineka Tunggal Ika, anti
> POLRI, 
> > > anti Densus 88, anti Pemerintah dan negara-negara Anti Barat.
> > > Pemutusan keanggotaan saya menunjukkan bukti nyata "ke-FPI-an" 
> > > moderator milis Jurnalisme, yang diwakili oleh Tuan Besar Farid
> Gaban.
> > > 
> > > 4. Menjelang diberhentikan dari milis, saya sedang berasyik
> masyuk 
> > > diskusi dengan Sirikit Syah, mantan redaksi "Media Watch" dan
> mantan 
> > > Pemred "Surabaya Post" dan wartawan SABILI yang baru pulang dari
> Poso.
> > > Tiba-tiba keanggotaan saya di milis dihentikan. Lampu mati, 
> > > pertandingan bubar. Rasanya seperti persetubuhan yang terputus.
> > > Jian-cukk!! Saya tak bisa melanjutkan diskusi. Tak ada
> keseimbangan. 
> > > Sakit nih moderator?!
> > > Tuan Besar Farid Gaban nampaknya tipe orang yang tidak suka
> lihat 
> > > orang lain asyik. Umur dan keseniorannya sudah memasuki tahap
> uzur, 
> > > suka dipuja-puja, dan suka memuasi diri sendiri. 
> Nauzubillahminzalik.
> > > 
> > > 4. Memang saya pernah mempersoalkan netralitas moderator milis 
> > > Jurnalisme, yang cenderung pro "hijau". Celetukan-celetukan yang
> tak 
> > > bermutu, begitu mudah diloloskan oleh moderator Jurnalisme,
> hanya 
> > > karena pengirimnya dikenali sebagai partisan "hijau", Sebaliknya 
> > > tangapan-tanggapan berargumen fakta, di-ban, bila datang dari 
> > > sebaliknya.
> > > Tuan Besar Farid Gaban membantah, tapi tak menyebutkan
> argumentasinya. 
> > > Pokoknya meragukan netralitasnya, dianggap salah besar.
> > > 
> > > 5.  Dasar kerja wartawan adalah keseimbangan (balance) dan
> meliput 
> > > dari dua sisi (cover both side). Calon wartawan saja tahu
> doktrin ini.  
> > > Dan saya melakukannya untuk milis Jurnalisme, melalui posting-
> poting 
> > > yang dominan bernuansa "hijau" di situ .
> > > Azas keseimbangan, dan mendengarkan opini yang berbeda mestinya 
> > > menjadi pegangan umum wartawan di mana pun berada. Itulah spirit 
> > > Jurnalisme.
> > > Namun di milis [EMAIL PROTECTED] itu pengecualian,
> karena 
> > > kini telah berubah menjadi milis "Jurnalis Sektarian".
> > >  
> > > 5. Saat-saat terakhir sebagai anggota milis Jurnalisme, Tuan
> Farid 
> > > Gaban mengirim posting, dia baru diperiksa polisi, dan saya
> sempat 
> > > ingin bersimpati.
> > > Tapi lalu saya batalkan, karena saya pikir itu cuma posting 
> > > "ecek-ecek" - masalah pribadi.
> > > Hanya karena dia yang punya kuasa di milisnya, maka posting itu
> lolos.  
> > > Mentang-mentang.
> > > 
> > > 6. Kini saya menduga, jangan-jangan polisi yang mencegat dan 
> > > memeriksanya benar. Penampilan Farid memang layak dicurigai, dia
> layak 
> > > diperiksa, dan layak disebut wartawan gadungan, seperti
> kecurigaan 
> > > polisi kepadanya.
> > > 
> > > Yang pasti sebagai wartawan jelas dia sudah gadungan, karena
> sudah 
> > > kehilangan jiwa dan spirit kewartawannya.
> > > Yang melekat dalam dirinya kini adalah watak militan
> sektariannya. 
> > > Selain, suka memuasi diri sendiri.
> > > Narcis. 
> > > 
> > > 7. Saya berharap jika kelak nasib mempertemukan saya dengan
> Farid 
> > > Gaban, bermuka-muka, saat itu saya sedang tidak jauh dari asbak
> dan 
> > > ember. Supaya kalau dia merepet soal jurnalistik dan azas
> netralitas, 
> > > saya bisa cepat menyodorkannya padanya: "Rid, mendingan kamu
> omong 
> > > saja sama asbak. Kalau nggak puas, itu ada ember!!"
> > > 
> > > 8. Saya sudah tidak berharap bisa kembali ke milis Jurnalisme. 
> Saya 
> > > senang di sana, sayang moderatornya Narcistik. Saya asyik
> berdikusi di 
> > > milis lain yang moderat-liberal.
> > > 
> > > Sejujurnya, saya banyak kenal anggota moderat-liberal di milis 
> > > Jurnalisme. Kalau Ada berani bicara tentang penzaliman yang
> dirasa 
> > > sesama anggota di situ, khususnya saya dan Billy yang kini
> mantan, 
> > > memang spesial. Yang lain-lain, barangkali takut dengan
> moderatornya, 
> > > khususnya Tuan Besar Farid Gaban yang narcis itu.
> > > 
> > > 
> > > Wassalam
> > > 
> > > 
> > > Dimas. 
> > > 
> > > 
> > > 
> > > --- ging ginanjar <gingginanjar@> wrote:
> > > 
> > > > ----- Forwarded Message ----
> > > > From: ging ginanjar <gingginanjar@>
> > > > To: [EMAIL PROTECTED]
> > > > Sent: Monday, February 26, 2007 4:52:15 AM
> > > > Subject: Re: [jurnalisme] MODERATOR - Memecat Dimas dan Billy
> > > > 
> > > > 
> > > > Menurut saya ini keputusan yang salah, dengan argumentasi yang 
> > > > salah.
> > > > Lebih buruk lagi: merupakan tindakan semena-mena, sebuah
> pelanggaran 
> > > > atas prinsip kebebasan berpendapat.
> > > > 
> > > > Hak Billy untuk menyerukan boikot terhadap Ade Armando --dan
> ia 
> > > > menyertakan alasannya, terlepas dari Anda setuju atau tidak. 
> > > > Levelnya sama persis terhadap seruan boikot Israel yang dulu 
> > > > dlontarkan Farid Gaban --tolong jangan bilang Ade Armando tak
> bisa 
> > > > disamakan dengan Israel.
> > > >  
> > > > Seruan boikot Billy sebetulnya saya ragukan akan diikuti orang
> dan 
> > > > benar-benar efektif. Tapi itu merupakan suatu serun simbolik
> atas 
> > > > kekecewaan dia terhadap Ade Armando. Kekecewaan itu sah dan
> harus 
> > > > dihormati. Ekspresi kekecewaan itu berupa seruan boikot juga
> sah dan 
> > > > harus dihormati. Kendati Farid Gaban sebagai moderator --dan 
> > > > sebagian anggota milis
> > > > ini-- tidak sependapat  --tinggal lontaran saja seruan
> tandingan.
> > > >  
> > > > Hak  Dimas untuk bilang, "> > > Ade Armando ....
> > > > jangan ngomongin soal pembelaan perempuan lagi. 
> > > > Gak sumbut. " Dan dia melayani pertanyaan Anda dengan menjawab
> apa 
> > > > dasarnya. Dimas memiliki hak penuh untuk tak percaya lagi pada
> Ade 
> > > > Armando. Hak Anda untuk tak sependapat --dan silakan sampaikan 
> > > > argumentasi tandingan.
> > > > Hak Dimas juga untuk tak melayani Farid Gaban (sebagai anggota
> milis 
> > > > maupun moderator),  yang bertanya "apa sih yyang dimaksud
> MEMBELA 
> > > > PEREMPUAN".
> > > > 
> > > >  
> > > > Dimas dan Billy sama sekali tidak melanggar prinsip transparan
> dan 
> > > > bertanggung jawab. Satu-satunya pelanggaran keduanya adalah 
> > > > mengekspresikan kecamannya terhadap pilihan poligami Ade
> Armando 
> > > > --yang kebetulan dibela sepenuhnya oleh moderator.
> > > >  
> > > > Sikap yang jauh dari prinsip transparan dan bertanggung jawab
> muncul 
> > > > dari para anggota lain.
> > > > Namun  tidak membuat moderator mempertanyakannya --apalagi
> berlanjut 
> > > > pada pemecatan. karena moderator tak punya masalah secara
> ideologis 
> > > > posting-posting mereka.
> > > > Saya kira debat poligami Ade Armando ini membuat moderator 
> > > > terpeleset pad tindakan ala Harmoko, kebetulan karena yang 
> > > > berpoligami adalah kawan moderator farid gaban. karenanya
> urusannnya 
> > > > jadi sangat pribadi buat farid. Sebelum diminta transparansi
> dan 
> > > > tanggung jawab atas pernyaataan itu, saya mempersilaan Anda
> semua 
> > > > untuk memeriksa berkas-berkas milis jurnalisme.com mengenai 
> > > > poligami. Berkali-kali topik ini muncul. termasuk ketika
> Abdullah 
> > > > Gymnastiar kawin lagi. Namun farid nyaris tak masuk
> perdebatan. 
> > > > Setidaknya tak pernah seintensif dan sejor-joran itu.
> > > >  
> > > > Menurut saya, pemecatan Dimas dan Billy dari milis ini
> merupakan 
> > > > sebuah tindakan zalim dan tidak adil.
> > > > Dan saya mendesak agar keanggotaan mereka dipulihkan.
> > > >  
> > > >  
> > > > ----- Original Message ----
> > > > From: Farid Gaban <faridgaban@>
> > > > To: [EMAIL PROTECTED]
> > > > Sent: Saturday, February 24, 2007 7:04:59 PM
> > > > Subject: [jurnalisme] MODERATOR - Memecat Dimas dan Billy
> > > > 
> > > > Dear All,
> > > > 
> > > > Sekedar memberitahukan. .. Sebagai moderator kami telah
> mencabut 
> > > > keanggotaan Dimas dan Billy van Daperste dengan pertimbangan
> dua 
> > > > anggota ini telah melontarkan pernyataan-pernyata an serius
> dan 
> > > > provokatif tanpa bersedia mempertanggungjawab kan.
> > > > 
> > > > Kewartawanan adalah sikap transparan dan bertanggungjawab.
> > > > 
> > > > Farid Gaban
> > > > Moderator
> 
> 
> ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
> Transfer from your equities account.  
> Receive up to $1,000 from GFT. Click here to learn more.
> http://us.click.yahoo.com/aZttyC/X_xQAA/cosFAA/IRislB/TM
> --------------------------------------------------------------------~-> 
> 
> Web:
> http://groups.yahoo.com/group/mediacare/
> 
> Klik: 
> 
> http://mediacare.blogspot.com
> 
> atau
> 
> www.mediacare.biz
> 
> ====================
> Untuk berlangganan MEDIACARE, kirim email kosong ke:
> [EMAIL PROTECTED]
>  
> Yahoo! Groups Links
> 
> 
> 
> 
> 
> __________________________________________________
> Apakah Anda Yahoo!?
> Lelah menerima spam?  Surat Yahoo! memiliki perlindungan terbaik terhadap
> spam  
> http://id.mail.yahoo.com 
> 




Kirim email ke