Lho bukannya anda yg kurang nyimak nih? Ini masalahnya main sepak bola 
pakai jilbab bukan? Gambar attach nyamenunjukkan dianya pakai penutup 
kepala, tapi pakai celana panjang. Nah aturan jilbab yg sebenarnya itu 
gimana? Bukannya rok panjang, plus blues berelngan panjang plus 
selendang penutup kepala?

Nah akalau si anak ini benar mengenakan rok panjang sambil main sepak 
bola kan malah lebih seru?

Menurut saya, si anak ini hanya ingin buat sensasi atau mode, 
sebagaimana remaja-remaja lain, jadi ngak ada hubungannya dengan praktek 
imannya, yach apa salahnya kalau pihak IFAB mempertahankan tradisi 
persepakbolaan? Koq hal kerdil segini dibesar-besarkan?

Di Israel masih banyak sekolah yg menetapkan peraturan tradisi, dimana 
siswi-siswinya tdk boleh mengenakan celana panjang melainkan harus 
mengenakan rok semacam Jilbab. Karena remaja ngak mau ketinggalan jaman, 
solusinya (faktanya, prateknya) mereka tetap pakai celana panjang 
ditambah rok dari luar.

Secara logika mode ini adalah pemborosan yg berelebih-lebihan, ribet 
apalagi kalau musim panas, tapi namanya juga remaja. Kita semua pernah 
jadi remaja bukan? Nah rok dan celana panjang mereka yg berelebihan 
itupun  diangkat jadi mode design .

Kalau mereka mau main sepak bola dengan pakaian demikian ya silahkan di 
sekolah mereka, tapi kalau mau jadi professional, ya ikuti tradisi 
persepakbolaan menurut aturan International.

Bisa-bisa saja, besok sdr. Wido akan bawa kasus perenang berjilbab yg 
dilarang di Jerman kali. Lagi-lagi ciri khas watak anak yg mau menang 
sendiri.

Hadapilah kenyataan dengan hati yg terbuka dan usahakan beri contoh yg 
terbaik sesuai dengan iman anda, otomatis anda akan jati tauladan bagi 
orang banyak. Penampilan anda tdk cukup membuktikan bahwa anda lebih 
rohani dari yg lain. Segala sesuatu yg berelbihan itu namanya keterlaluan.

Salam
roslina

Kuroda Takumi wrote:
>
> Heh? Memangnya ada wanita yang pakai jilbab tapi roknya pendek? Anda
> ini ada-ada saja =))
>
> On 05 Mar 2007 08:32:35 -0800, Roslina Podico <[EMAIL PROTECTED] 
> <mailto:roslina%40podico.com>> wrote:
> > Kalau mau pakai jilbab koq hanya kepalanya doang yg ditutupi, pakai rok
> > panjang saja sekalian, lebih mengikuti tradisi bukan?
> >
> > Wido Q Supraha wrote:
> > >
> > > dunia-jilbab.blogspot.com
> > >
> > >
> > > *IFAB dan FIFA Beda Penafsiran Soal Jilbab Dalam Sepakbola*
> > >
> > > /Senin, 5 Mar 07 10:09 WIB/
> > >
> > > Kasus jilbab pemain sepakbola di Kanada terus bergulir. International
> > > Football Association Board (IFAB) dan Federation Internasional de
> > > Football Association (FIFA) berbeda penafsiran soal jilbab yang
> > > dikenakan pemain sepakbola wanita.
> > >
> > > Setelah menggelar pertemuan pada Sabtu (3/3), IFAB memutuskan bahwa
> > > bahwa jilbab tidak boleh dikenakan dalam permainan sepakbola,
> > > berdasarkan Aturan Permainan (Laws of the Game) yang berlaku. Untuk
> > > itu mereka menyatakan apa yang telah dilakukan oleh wasit dalam
> > > turnamen sepakbola di Quebec dengan mengeluarkan seorang pemain
> > > berjilbab, adalah tindakan yang benar.
> > >
> > > "Benar, bahwa kita harus sensitif terhadap pemikiran dan filosofi
> > > seseorang. Tapi, ada seperangkat peraturan yang juga harus
> > > dipatuhi-dan kami mematuhi aturan nomor empat, " ujar Brian Barwick,
> > > anggota IFAB.
> > >
> > > Aturan nomor 4 berisi tentang peraturan apa saja yang boleh dan tidak
> > > boleh digunakan oleh pemain, tapi secara khusus tidak menyebut tentang
> > > penutup kepala. Peraturan itu hanya menyebut "seorang pemain tidak
> > > boleh menggunakan alat atau mengenakan sesuatu yang bisa membahayakan
> > > diri sendiri dan pemain lainnya. "
> > >
> > > Namun FIFA dalam pernyataannya mengatakan bahwa masalah jilbab sudah
> > > termasuk dalam aturan nomor empat. Meski demikian, pandangan FIFA
> > > tentang kasus jilbab ini agak berbeda.
> > >
> > > Salah seorang pejabat FIFA, Nicholas Maing pada surat kabar /The/
> > > /Gazette/ edisi Minggu (4/3) mengatakan, tidak ada larangan jilbab
> > > dalam aturan permainan. Dalam kasus ini ia mencontohkan, seorang
> > > penjaga gawang dibolehkan mengenakan pelindung kepala. Sejauh ini,
> > > FIFA memang belum memberikan pernyataan tegas dalam kasus jilbab
> > > pemain sepakbola di Kanada ini.
> > >
> > > Seperti diberitakan sebelumnya, kasus jilbab dalam sepakola ini
> > > mencuat ketika wasit mengeluarkan seorang anggota tim sepakbola wanita
> > > berjilbab asal Quebec bernama Asmahan Mansur dari arena turnamen sepak
> > > bola. Wasit melarang Asmahan memperkuat timnya, karena jilbab Asmahan
> > > dianggap membahayakan.
> > >
> > > Kasus ini menimbulkan perdebatan hangat di Kanada. Rekan dan pelatih
> > > Asmahan, serta sejumlah organisasi Muslim memprotes keputusan wasit.
> > >
> > > Anisa Ali daru United Muslim Women of Canada pada CTV Newsnet
> > > mengatakan, larangan mengenakan jilbab dalam bidang olahraga
> > > menimbulkan kesan yang negatif, khususnya bagi anak-anak muda yang
> > > berharap bisa ikut dalam kegiatan atletik.
> > >
> > > "Kami, sebagai Muslimah, punya hak untuk ikut aktif dalam olahraga
> > > seperti kalangan wanita non-Muslim lainnya. Saya pikir ini adalah
> > > masalah yang seharusnya mulai dipikirkan oleh PBB dalam kaitan
> > > pelanggaran terhadap hak asasi manusia, " tukas Anisa seraya
> > > menegaskan bahwa pihaknya akan segera mengambil langkah hukum untuk
> > > kasus Asmahan.
> > >
> > > Sementara itu, Louis Maneiro, pelatih Asmahan merasa kecewa dengan
> > > keputusan IFAB. Ia menganggap apa yang terjadi dengan Azzy-panggilan
> > > Asmahan-tidak adil dan bisa terulang pada pemain lainnya.
> > >
> > > "Saya berharap IFAB mau menjelaskan tentang peraturan itu. Karena saat
> > > ini, ada banyak penafsiran tentang apa yang boleh dan yang tidak
> > > boleh. Mereka membuat anak-anak bingung, " ujar Maneiro. (ln/iol)
> > >
> > > Source : http://www.eramuslim.com/news/int/45eb89ef.htm 
> <http://www.eramuslim.com/news/int/45eb89ef.htm>
> > > <http://www.eramuslim.com/news/int/45eb89ef.htm 
> <http://www.eramuslim.com/news/int/45eb89ef.htm>>
> > >
> > >
> > > *Pemain Berjilbab Dikeluarkan dari Pertandingan Bola, FIFA Turun 
> Tangan*
> > >
> > > /Rabu, 28 Peb 07 17:24 WIB/
> > >
> > > FIFA tengah membahas masalah penggunaan jilbab bagi pemain sepak bola
> > > wanita yang ikut bertanding dalam event internasional. Hal ini berawal
> > > dari kasus penggunaan jilbab seorang pemain bola wanita telah
> > > memunculkan perbincangan heboh di Kanada.
> > >
> > > Kasus ini sampai melibatkan pejabat Quebec, dan bahkan sejumlah
> > > petinggi sepak bola di lokasi itu menuntut FIFA untuk memberi batasan
> > > resmi soal jilbab dalam olah raga paling digandrungi masyarakat 
> dunia ini.
> > >
> > > Perbincangan seru tentang jilbab di lapangan hijau mulai terjadi
> > > ketika salah seorang pemain bola bernama Asmahan Mansour (11), remaja
> > > asal Kanada, dikeluarkan dari lapangan, karena menolak melepaskan
> > > jilbabnya saat bertanding.
> > >
> > > Menurut harian /Lo Journal Du Montreal/ yang terbit di Kanada (27/2),
> > > masalah ini menjadi panas saat Jean Charest kepala kementerian Quebec
> > > Kanada berbicara dan mendukung keputusan wasit pertandingan yang
> > > menghentikan pemain berjilbab. Menurut Charest, "Hakim melakukan
> > > tindakan yang benar, karena dia ingin menerapkan peraturan permainan
> > > dengan serius. "
> > >
> > > Namun demikian kasus penghentian itu, dibantah oleh pelatih Asmahan
> > > yang bernama Louis Maneiro. Ia menyatakan menolak keputusan hakim dan
> > > bahkan tindakan protes itu juga didukung sejumlah tim lain yang merasa
> > > toleran dengan apa yang dilakukan oleh pelatih Asmahan, dan menganggap
> > > bahwa keputusan wasit adalah pelanggaran terhadap HAM.
> > >
> > > "Wasit hanya melihat bahwa saya wanita Muslimah berjilbab. Karena itu
> > > saya tidak berhak ikut serta dalam dunia sepak bola selama tidak
> > > melepas jilbab di setiap pertandingan, " ujar Asmahan.
> > >
> > > Di sisi lain, Maneiro mengatakan tidak ada peraturan resmi dari FIFA
> > > yang melarang penggunaan jilbab saat pertandigan. Ia menjelaskan
> > > pelarangan hanya disebutkan dalam peraturan seperti larangan
> > > menggunakan perhiasan apapun, gelang, atau materi tertentu seperti
> > > kaca mata yang bisa membahayakan.
> > >
> > > "Jika ada peraturan resmi bahwa wanita berjilbab terlarang main dalam
> > > pertandingan FIFA, niscaya tidak akan pula ada pertandingan sepak bola
> > > perempuan di negara-negara Islam, yang pasti melibatkan kaum perempuan
> > > berjilbab di lapangan, " tambahnya. (na-str/iol)
> > >
> > > Source : http://www.eramuslim.com/news/int/45e52e19.htm?rel 
> <http://www.eramuslim.com/news/int/45e52e19.htm?rel>
> > > <http://www.eramuslim.com/news/int/45e52e19.htm?rel 
> <http://www.eramuslim.com/news/int/45e52e19.htm?rel>>
> > >
> > >
> > > *Sabtu, FIFA Akan Bahas Masalah Jilbab Dalam Sepakbola*
> > >
> > > /Jumat, 2 Mar 07 15:05 WIB/
> > >
> > > Kasus Asmahan Mansur, gadis Kanada yang dilarang ikut serta dalam
> > > turnamen sepakbola karena mengenakan jilbab terus bergulir. Asosiasi
> > > Sepakbola Sedunia-FIFA menyatakan akan membahas persoalan ini besok,
> > > Sabtu (3/3) dalam pertemuan tahunan di Manchester, Inggris.
> > >
> > > "Untuk sementara kami sedang membicarakan rencana pembahasan masalah
> > > ini. Pembahasan itu nantinya mungkin akan menghasilkan sebuah
> > > keputusan, " kata Nicolas Maingot, juru bicara FIFA seperti dikutip
> > > surat kabar Kanada /The Chronicle Herald, /Kamis (1/3).
> > >
> > > Kasus Mansur, asal kota Quebec yang baru berusia 11 tahun ini berawal
> > > saat turnamen sepakbola nasional, Minggu (25/2) lalu. Wasit
> > > mengeluarkan Mansur dari lapangan permainan karena mengenakan jilbab,
> > > dengan alasan jilbabnya bisa membahayakan keselamatan pemain.
> > >
> > > Polemik pun bermunculan setelah peristiwa itu. Rekan dan pelatih
> > > Mansur, membela haknya untuk mengenakan jilbab. Mereka meninggalkan
> > > lapangan permainan sebagai bentuk protes. Sementara Federasi sepakbola
> > > Quebec membela keputusan wasit dengan mengatakan bahwa wasit berusaha
> > > menerapkan peraturan internasional.
> > >
> > > Namun Maingot mengatakan, peraturan internasional tidak menyebut
> > > secara khusus tentang jilbab dan hanya menyatakan bahwa para pemain
> > > tidak dibolehkan mengenakan apapun yang bisa membahayakan mereka
> > > sendiri atau pemain lainnya.
> > >
> > > "Wasit yang memutuskan untuk mengizinkan atau tidak apa yang dikenakan
> > > pemain berdasarkan pertimbangan apakah yang dipakainya itu
> > > membahayakan atau tidak. Jadi, masalahnya bukan jilbabnya, " kata 
> Maingot.
> > >
> > > Kasus Asmahan menjadi berita utama di media massa Kanada. Mansur
> > > sendiri mengungkapkan, perasaannya campur aduk antara sedih karena
> > > dilarang ikut turnamen dan berharap kasusnya akan menjadi titik awal
> > > perubahan.
> > >
> > > "Saya hanya merasa bahagia bahwa saya mungkin membuat sebuah
> > > perbedaan, " kata siswi kelas enam pada surat kabar /Gazette. /
> > > "Saya mengenakan jilbab saat memainkan olahraga apapun, " ujarnya 
> bangga.
> > >
> > > Selain sepakbola, Mansur juga menjadi anggota tim voli dan bola basket
> > > di sekolahnya. Dan ia tidak akan mundur dari tim olahraganya hanya
> > > karena kasus ini. Cita-citanya adalah menjadi anggota tim nasional
> > > liga sepakbola wanita Kanada. (ln/iol)
> > >
> > > Source : http://www.eramuslim.com/news/int/45e7da63.htm?rel 
> <http://www.eramuslim.com/news/int/45e7da63.htm?rel>
> > > <http://www.eramuslim.com/news/int/45e7da63.htm?rel 
> <http://www.eramuslim.com/news/int/45e7da63.htm?rel>>
>
> -- 
> Ezda
> => S2D4 the World
>
>  

Kirim email ke