Sepakat Mbak Debbie,
saya juga bingung dengan contoh yang diberikan Mas Budi.
kok, prilaku memaksa menutup rumah ibadah, disamakan dengan anak kecil yang 
berlari-larian?
di telinga saya, contoh itu terdengar meremehkan sekali, kalau tidak mau 
disebut menghina.
maaf, kalau saya salah mengerti maksud Mas Budi
 


-----Original Message-----
From: "Debbie Sumual-Patlis" <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[email protected]>
Date: Fri, 9 Mar 2007 07:08:46 -0500
Subject: Re: [mediacare] SOS ! SOS ! Gereja-Gereja Bandung Diganggu

Bagaimana dengan cerita ini:
 
Seorang pengendara menyetir mobilnya keluar-masuk jalur, gak karu-karuan.
Usut punya usut, ternyata si pengendara baru putus cinta karena dikhianati 
sehingga ia nangiiiisss... terus walaupun sedang nyupir.
 
Gimana, tetep gak bisa diterima kan kelakuannya itu krn membahayakan 
pengguna jalan lain.
 
Sejujurnya, saya bingung kenapa Anda kasih contoh begitu.
 
 
----- Original Message ----- 
From: Budi P 
To: [email protected] 
Sent: Friday, March 09, 2007 4:31 AM
Subject: Re: [mediacare] SOS ! SOS ! Gereja-Gereja Bandung Diganggu


Halo Maya,

Pernah dengar cerita dimana ada seorang bapak yang sedang naik kereta, 
anak-anaknya bandel sekali lari kesana-kesini namun si bapak diem aja. Orang 
disekitar nya bingung, kok bapak ini diam aja ya, kenapa dia gak negur 
anaknya. Usut punya usut ternyata istri pria tersebut baru meninggal dan dia 
habis dari pemakaman istrinya. 


So, ada baiknya juga kita melihat alasan penutupan gereja tersebut.
Ada baiknya kita tanya ke masyarakat setempat kenapa gereja tersebut 
ditutup.





On 3/8/07, Maya Sianturi <[EMAIL PROTECTED]> wrote: 

Prihatiin sekali dengan berita di bawah ini ...

Saya dengar tadi malam juga asrama STT SETIA yang sedang dibangun dibakar 
massa. Heran sekali, tempat-tempat yang tidak beres seperti pelacuran, 
perjudian, diskotik dll dibiarkan bebas melakukan aktifitas mereka. Tetapi 
sekolah teologi, gereja, tempat mengajar umat menjadi pribadi yang melayani 
Tuhan dan sesama diteror, dibakar. Dan sampai hari ini tidak satupun mereka 
yang membakar gereja di bawa ke meja pengadilan. Sangat prihatiin dengan 
kebodohan dan kebebalan negara & bangsa ini yang tidak mau tahu tentang 
kebebasan beragama yang dianugerahkan Tuhan. 

Untuk saudaraku seiman - mari kita berdoa terus supaya Tuhan Yesus berbelas 
kasih atas bangsa ini dan menunjukkan kebenaran serta keadilanNya. Kita 
terus berdoa supaya saudara seiman kita yang mengalami penganiayaan boleh 
terus diteguhkan imannya. Dan mari kita terus memperjuangkan kebebasan 
beragama yang merupakan hak asasi manusia. 

Untuk saudaraku sebangsa - mari kita upayakan pikiran dan wawasan yang luas 
yang dapat menampung keragaman. Kalau bangsa ini ingin maju, kita harus 
belajar bersikap adil dan benar. Karena yang saya takutkan, bukan penindasan 
terhadap umat Kristen, tetapi cawan murka Tuhan yang siap dituang atas 
kebebalan bangsa ini. Jangan-jangan sudah mulai dituangkan dengan banyaknya 
bencana dan kecelakaan yang terjadi belakangan ini. Pembalasan Tuhan jauh 
lebih mengerikan. Penindasan akan keKristenan hanya membawa akibat positif 
bagi keKristenan yaitu: Semakin Berkembang. Sejarah kekristenan sudah 
membuktikan hal ini. 

Mari kita semua saudara sebangsa setanah air, belajar saling menghargai 
keberbedaan yang ada. Bhinneka Tunggal Ika.

Merdeka!
MS


 

Kirim email ke