Memang pemikiran2 negatif dan trauma2 serta pengalaman2 masa lalu yang buruk 
dalam hidupnya terhadap seseorang seperti Debby dan Danny, akan menciptakan 
phobia2 berlebihan dan sangkaan2 negatifisme berlebihan terhadap sesuatu dan 
seseorang
Kasian dan prihatin sekali melihat kondisi mereka berdua ini...hidup penuh 
kebencian dan ketakutan

Mungkin duet Debby doll dan Danny boy ini bisa menjelaskan kepada kami2 ini di 
Bali, metode pengamanan yang bagaimana yang harus dilakukan terhadap kumpulan 
ribuan manusia di sebuah tempat/event?
Berapa kalikah anda melihat event seperti ini di Bali atau tempat lainnya?
Apanyakah yang salah terhadap metode/cara pengamanan ini? Memalukankah dengan 
memberikan pengamanan dan melakukan tindakan antisipatif terhadap sesuatu dan 
seseorang?
Hal yang bagaimana yang tidak memalukan?
Yang ngga tau adat itu yang gimana sih?
Manusia yang manusiawi yang gimana sih?

Danny Lim bilang perayaan idul fitri di negri londo sono penuh dengan 
kegembiraan, la...apakah anda tahu kalo kami di Bali gembira kok merayakan hari 
raya Nyepi atau perayaan parade sehari sebelumnya?

Pemikiran dari dua orang ini kok ya menjlimet dan membingungkan, saya heran apa 
ya pemikiran kotor penuh prasangka saja yang ada dalam kepala mereka?

Ato memang mereka punya pemikiran dan ide yang lebih jitu dalam melakukan 
sesuatu??? Let's see...

beachboy

----- Original Message ----
From: Debbie Sumual-Patlis <[EMAIL PROTECTED]>
To: [email protected]
Sent: Friday, March 9, 2007 8:10:13 PM
Subject: Re: [mediacare] 7.400 Polisi Siap Amankan Nyepi di Bali

BETUL!
Ini sangat memalukan, betapa tidak amannya kita beribadah di Indonesia, bangsa 
yang mengaku beragama dan mengagung-agungkan sopan-santun sebagai adat 
ketimuran--padahal sih nggak tau adat. Terus terang gue MUNTAH tiap kali ada 
yang ngomong: Kita kan orang timur... Biasa aja deh, mendingan kita jadi orang 
yang MANUSIA dan MANUSIAWI, gak usah ribut dengan agama.

Seperti kata Gus Dur: TUHAN KOK DIBELA...

Mas, melanggar kode etik jurnalistik kalau seandainya Anda ngomong: ini artikel 
saya. Ini kan enggak. Lagian, milis ini --walopun publik space-- tapi bukan 
media massa. Atau Anda hanya sedang sarkastik? :)


---- Original Message -----
From: Danny Lim
To: KincirAngin
Cc: PMKRI Petojo ; Media Care
Sent: Friday, March 09, 2007 3:15 AM
Subject: [mediacare] 7.400 Polisi Siap Amankan Nyepi di Bali


DL - Kebaktian Natal di Jakarta setiap tahun harus dijaga belasan ribu polisi, 
barisan pemuda dan metal detector. Perayaan Nyepi di Bali pun mesti dikawal 
7400 polisi. Dan itu semua terjadi di negara yang hampir 100% penduduknya 
beragama. Di Belanda, penduduk yang beragama tinggal (barangkali) 60%, tapi 
merayakan Idul Fitri bisa dengan gembira 'tuh. What's wrong with (the people 
of) Indonesia? :-(.

Pertanyaan teknis: copy paste artikel koran (Suara Pembaruan) untuk dikirim ke 
beberapa milis (Kincir Angin, Media Care, PMKRI Petojo)seperti saya lakukan 
sekarang ini, apakah melanggar tata krama jurnalistik? Mohon pendapat pakar 
media, terima kasih sebelumnya.


SUARA PEMBARUAN DAILY

Kirim email ke