Oleh: Donny Gahral Adian

Saat dunia Islam semakin terpuruk dalam jurang mistisisme dan 
konservatisme yang antiperubahan, lahirlah seorang filosof-penyair: 
Sir Muhammad Iqbal. Kemunculan Iqbal ibarat mekarnya kuncup teratai 
di tengah kesunyian telaga. Beliaulah yang berhasil merajut dengan 
cantiknya khazanah pemikiran Barat dan Islam guna menyegarkan kembali 
dunia pemikiran Islam. Sikap yang patut ditauladani. Iqbal tidak 
terapologi dihadapan pemikiran Barat, namun tidak juga melepaskan 
baju keislamannya. Sederet nama besar dari Timur ke Barat tuntas 
dijelajahi: Al-Hallaj, Jalaluddin Rumi, Al Ghazali, Nietsche, Kant, 
Bergson, dan Hegel. Usaha yang tidak sia-sia. Karya besarnya The 
Reconstruction of Religious Thought in Islam menjadi inspirasi bagi 
sebagian besar generasi muda Islam yang mendambakan pemikiran Islam 
yang lebih inklusif, terbuka, dan pluralis. Sikap pluralis Iqbal juga 
bisa disimak dalam syair-syairnya seputar persahabatan Hindu-Muslim 
seperti Tarana-I-Hindi (Nyanyian dari India), Hindustani Bachon Ka 
Qawmi Git (Musik Nasional Anak-Anak India), dan Naya Shiwala (Kuil 
Baru)


Donny Gahral Adian, 28 tahun adalah master filsafat dari Universitas 
Indonesia. Pekerjaan akademisnya adalah mengajar filsafat di 
Universitas Indonesia. Kini sedang sibuk menyunting dan menulis 
naskah-naskah filsafat bagi penerbit TERAJU. Selain itu, tentu saja 
meneruskan hobinya menulis untuk media massa. 
silah kunjungi: http://groups.yahoo.com/group/SANTRI_KIRI/join

Kirim email ke