--- In [email protected], Endiarto Wijaya <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Bagaimanapun juga, ketika orang sedang berkonsentrasi untuk khusyuk melakukan ibadah, penjahat biasanya mengambil kesempatan. Tidak usah terorisme, perampokan bank dan pencurian kendaraan bermotor sangat potensial terjadi pada kegiatan seperti ini mengingat pada waktu Nyepi jalanan pun menjadi sepi. > Wassalam, > Endiarto Wijaya
~ Paragraf di atas menarik buat saya, karena saya percaya bahwa rekan Wijaya yg ahli pramuka ini tidak faham benar situasi saat Nyepi. Baiknya saya informasikan sedikit soal situasi Nyepi di Bali, tepatnya di Denpasar atau Kuta (khususnya daerah Kerobokan, Oboroy atau Legian). Saat hari "H" Nyepei ini, semua aktifitas dan mobilitas masyarakat nyaris lumpuh, jalan-jalan raya sepi sunyi seperti kota mati cowboy yg habis dijarah oleh Kill Bill, pada umunya masyarakat berdiam diri dirumah tanpa, tanpa radio atau tv,tanpa electric, namanya juga Nyepi. Memang ada beberapa gerombolan anak2 muda yg kongkow-kongkow sambil main gaple, tapi kegiatan ini tergolong ilegal meskipun tetap ditoleransi oleh para Calang (Calang bisa diartikan; barisan ´berani mati´ dari warga Bali asli). Atas gambaran situasi Nyepi ini, maka dimana logikanya kalau disaat- saat "hening" dalam arti yg sebenarnya tersebut bisa ada penjahat atau terroris berkeliaran hingga sampai nyuri motor atau ngerampok bank? Jangan kata anda mau mencuri motor, anda mengerakkan kaki anda dijalan saja sudah menarik perhatian para Calang, boro-boro mau ngerampok bank, anda buka pintu saja deritnya sudah kedengaran sampai radius puluhan meter karena begitu sepi-sunyinya saat hari "H" ´perayaan´ Nyepi tersebut. Nah,situasi akan lain bila anda bicara soal situasi sehari sebelum Nyepi,baik saat acara Melis atau Ogoh-ogoh di malam harinya, saat itu keadaan chaos karena bisingnya bunyi2an alat tradisional musik Bali atau oleh hiruk-pikuknya manusia yg ingin nonton ogoh- ogoh,saat2 seperti itu biasanya saya shoping karena esoknya semua toko pada tutup, kalau kulkas kita lupa kita isi makanan atau minuman, kita bisa mati kelaparan atau kehausan, apalagi kalau Nyepinya ´diperpanjang´hingga satu minggu-:) Saat saya dulu masih tinggal di Bali (Legian), saat Nyepi adalah saat yg paling saya suka,karena saat2 seperti itu saya bisa dgn puas menikmati keindahan daerah Legian di sekitar rumah saya tinggal (dari lantai tiga),tanpa diganggu kebisingan jalanan dan tanpa harus melakukan aktifitas usaha,hanya di saat Nyepi saja kita bisa istirahat total di Bali (Legian khususnya) kalau kita punya usaha disana. Salam,
