Mungkin sdr. Sunny tidak membaca seluruh website mengenai demokrasi tsb.?  
Bacalah juga halaman2 yang lain dari website tsb. 
   
  sunny:
  Dalam demokrasi berbasis mayoritas, ada kelemahannya. 
   
  amartien: Saya rasa semua sistim ada saja kelemahannya.  Yang penting adalah 
sistim mana yang telah terbukti sampai saat ini bisa memberikan kemakmuran, 
keadilan, kesejahteraan kepada penduduknya.  Ini tidak berarti bahwa didalam 
suatu negara yang sistim pemerintahannya adalah benar2 demokratis, tidak ada 
orang2 pemerintah yang korup, penduduk yang miskin, dll. dll.  Yang penting 
adalah dimana badan2 pemerintah berfungsi dengan benar.  Contoh:  polisi 
melindungi hak SEMUA penduduk.  Jika ada satu kelompok penduduk yang melanggar 
hamnya kelompok yang lain, maka polisi harus menindak kelompok yang melanggar 
tsb.  Ini tidak terjadi di Indonesia.  Lihat saja gerombolan hijau (penduduk) 
yang melanggar hamnya minoritas, sudah terjadi buanyak ...... sekali.
   
  Jika gerombolan hijau tsb. menuduh bahwa suatu gereja tidak mempunyai izin, 
caranya adalah melaporkannya ke pemerintah, supaya badan yang berwewenanglah 
yang menyelidikinya, dan bukan dengan menyerang gereja tsb.
   
  Bahkan pemerintahpun tidak menjunjung tinggi hamnya penduduknya yang 
minoritas.  Contoh adalah diharuskannya murid2, dan pasangan2 yang ingin 
menikah mulia tahun 2008, tidak peduli apa agamanya, untuk mengikuti ujian 
Kuran di Sumbar.
   
  Suatu pemerintahan bisa saja menamakan dirinya pemerintahan demokratik, 
seperti Kora Utara, Democratic People's Republic of Korea.  Jika seorang monyat 
memakai baju buatan Paris (umpamanya), semahal apapun juga, tetap saja monyet.  
;-)
   
  Sunny:
  Ialah apakah yang namanya mayoritas selama kekuasaan Pak Horto itu demokrasi? 
   
  amartien: Sejak kapan pemerintahannya pak Harto disebut suatu pemerintahan 
demokratrif?  Di pemerintahan yang demokratis, banyak check and balances. 
(Bacalah website mengenai demokrasi.  Click halaman2 yang lain).  Di 
pemerintahan Suharto tidak ada check and balances, begitupun di pemerintahan 
yang sekarang ini, tidak ada check and balances.  Judikatif di Indonesia amat 
sangatlah korup, seperti dilaporkan oleh utusan spesial PBB yang dikirim ke 
Indonesia beberapa tahun yang lalu. Bagaimana bagian  hukum suatu pemerintah 
bisa berdiri sendiri, lepas dari pengaruh2 luar, jika dari atas sampai bawah 
begitu korupnya seperti laporan PBB tsb.?
   
  Sunny:
  Contoh lain, pemilihan demokratis di Jerman pada tahun 1930-an menyebabkan 
Hitler naik panggung kekuasaan.
   
  amartien: Seperti yang saya posting sebelum ini, demokrasi hanyalah bisa 
langgeng jika rakyatnya a.l. mempertahankan check and balances, tidak terbuai 
oleh pimpinannya, seperti yang terjadi di Jerman pada waktu Hitler. 
   
  Sunny: 
  Demokrasi berdasarkan  suara terbanyak, bila kita melihat jumlah penduduk 
yang berhak  ambil bahagian dalam pemilihan umum  di USA hanya kurang lebih 
antara 50-55%. Jadi perhitungan mayoritas yang menang  mempunyai dimensi lain. 
   
  amartien:
  Yang berhak memilih adalah warga negara Amrik yang berumur 18 tahun keatas. 
Kalau nggak salah ada perkecualian, yaitu jika berada didalam tahanan.  
Sekarang sedang ada yg menganjurkan supaya semua penduduk Amrik diberi hak 
untuk memilih.  Saya pribadi ngeri jika semua penduduk diberi hak untuk 
memilih, yaitu baik penduduk ilegal maupun legal yang orang asing.  
   
  Utuk mengetahui lebih lanjut proses pemilihan umum di Amrik, click disini.  
   
  Di Amrik yang berhak dan berminat untuk mengikuti pemilihan umum, maka harus 
registrasi dulu.  Cara registrasi bisa macam2, ada yang pada waktu 
memperpanjang sim, ada yang registrasi pada waktu grup nya mengadakan usaha 
menarik anggautanya untuk registrasi, dll. dll.
   
  Mungkin yang anda maksud adalah 'voter turnout', yaitu orang2 yang 
menggunakan haknya untuk memilih di pemilu presiden yang lalu, yang menurut 
graph ini hanyalah 60%.  Ini berbeda dengan HAK memilih. Umumnya penduduk Amrik 
tidak terlalu peduli politik. Jika ada orang2 yang tidak ingin ikut serta untuk 
memilih, maka itu adalah hak orang tsb. untuk tidak ikut memilih. 
   
  Sunny:
  Pertanyaan lain ialah apakah demokrasi ittu musti banyak partai politik?
   
  amartien
  Banyaknya partai saya rasa hanyalah suatu 'cara' untuk mencapai suatu tujuan, 
dalam hal ini tujuan suatu negara yang demokratis.  Ini tentu saja tergantung 
dari sejarah, suasana, 
  dll. dari negara tsb.  Di Amrik, cara berdemokrasi yang langgeng sampai 
sekarang adalah dengan sistim 2 partai, seperti yang diterangkan diwebsite 
pemerintah Amrik ini.  Ini yang dianggap paling cocok untuk Amrik sampai saat 
ini.  Mungkin saja bisa berubah dimasa depan.
  

Sunny <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
            Dalam demokrasi berbasis mayoritas, ada kelemahannya. Ialah apakah 
yang namanya mayoritas selama kekuasaan Pak Horto itu demokrasi? Contoh lain, 
pemilihan demokratis di Jerman pada tahun 1930-an menyebabkan Hitler naik 
panggung kekuasaan. Demokrasi berdasarkan  suara terbanyak, bila kita melihat 
jumlah penduduk yang berhak  ambil bahagian dalam pemilihan umum  di USA hanya 
kurang lebih antara 50-55%. Jadi perhitungan mayoritas yang menang  mempunyai 
dimensi lain. 
   
  Pertanyaan lain ialah apakah demokrasi ittu musti banyak partai politik?
   
  Demikian sedikit catatan untuk direnungkan. 
   
    ----- Original Message ----- 
  From: amartien 
  To: [email protected] ; zamanku 
  Sent: Friday, March 09, 2007 4:35 PM
  Subject: Re: [mediacare] Principles of Democracy
  

      Oops, lupa saya tambahkan, bacalah semua pages mengenai principles of 
democracy.  
   
  Saya kutip halaman mengeai majority rule, minority right sebab ke salah 
pahaman, ke kurang tahuan mengenai ini yang paling sering dipakai sebagai dasar 
dari pada menginginkan SI sebagai keinginan yang mayoritas.

amartien <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
        Di posting saya sebelum, dalam rangka menganggapi posting seorang 
anggauta milis,  saya memberikan url mengenai apa arti/prinsip2 demokrasi.  
Saya sudah ber-tahun2 mengikuti beberapa milis (tidak semua bersamaan, nggak 
ada waktu, dan ada yang pada akhirnya tidak mau memuat posting saya :-), maka 
saya berhenti) dimana saya sering melihat perkataan demokrasi, tetapi 
penulisnya tidak mengerti apa artinya.
   
  Dibawah ini saya kutip selengkapnya Principles of Democracy dari websitenya 
pem. Amrik.  Semoga bagi yang tidak tahu mengenai hal ini, artikel dibawah ini 
memberikan pencerahan mengenai apa arti sebenarnya dari pemerintahan yang 
demokratik.  Dan semoga ini diterapkan di kehidupan se-hari2, dan di 
pemerintahan NKRI.  Semoga.
   
  http://usinfo.state.gov/products/pubs/principles/majority.htm
  
  P r i n c i p l e s    o f    D e m o c r a c y
  
  Majority Rule, Minority Rights

  On the surface, the principles of majority rule and the protection of 
individual and minority rights would seem contradictory. In fact, however, 
these principles are twin pillars holding up the very foundation of what we 
mean by democratic government.
  „h  Majority rule is a means for organizing government and deciding public 
issues; it is not another road to oppression. Just as no self-appointed group 
has the right to oppress others, so no majority, even in a democracy, should 
take away the basic rights and freedoms of a minority group or individual.
  „h  Minorities -- whether as a result of ethnic background, religious belief, 
geographic location, income level, or simply as the losers in elections or 
political debate -- enjoy guaranteed basic human rights that no government, and 
no majority, elected or not, should remove.
  „h  Minorities need to trust that the government will protect their rights 
and self-identity. Once this is accomplished, such groups can participate in, 
and contribute to their country's democratic institutions.
  „h  Among the basic human rights that any democratic government must protect 
are freedom of speech and expression; freedom of religion and belief; due 
process and equal protection under the law; and freedom to organize, speak out, 
dissent, and participate fully in the public life of their society.
  „h  Democracies understand that protecting the rights of minorities to uphold 
cultural identity, social practices, individual consciences, and religious 
activities is one of their primary tasks.
  „h  Acceptance of ethnic and cultural groups that seem strange if not alien 
to the majority can represent one of the greatest challenges that any 
democratic government can face. But democracies recognize that diversity can be 
an enormous asset. They treat these differences in identity, culture, and 
values as a challenge that can strengthen and enrich them, not as a threat.
  „h  There can be no single answer to how minority-group differences in views 
and values are resolved -- only the sure knowledge that only through the 
democratic process of tolerance, debate, and willingness to compromise can free 
societies reach agreements that embrace the twin pillars of majority rule and 
minority rights.
   
  



  

    
---------------------------------
    
No virus found in this incoming message.
Checked by AVG Free Edition.
Version: 7.5.446 / Virus Database: 268.18.8/714 - Release Date: 3/8/2007 10:58 
AM
  

         

Kirim email ke