http://www.antara.co.id/arc/2007/3/13/kejagung-segera-edarkan-larangan-buku-sejarah-kurikulum-2004/

Kejagung Segera Edarkan Larangan Buku Sejarah Kurikulum 2004


Jakarta (ANTARA News) - Kejaksaan Agung segera mengedarkan surat pemberitahuan 
terkait pelarangan edar bagi buku Sejarah kurikulum 2004 sebagaimana diputuskan 
pada 5 Maret lalu.

"Hal itu kita umumkan Jumat lalu, segera diusahakan untuk diketahui masyarakat 
banyak," kata Muchtar Arifin, Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen (JAM Intel) di 
Jakarta, Senin.

Menurut Muchtar, surat pemberitahuan tersebut akan disampaikan kepada kejaksaan 
tinggi dan kejaksaan negeri, serta penerbit terkait.

JAM Intel mengatakan, pihak kejaksaan dan pemerintah menghormati pendapat yang 
bermunculan terkait pelarangan beredarnya buku tersebut, namun menurut dia 
pemerintah harus menentukan sikap terhadap buku sejarah kurikulum 2004.

"Pertimbangannya, dapat menimbulkan polemik dan mengganggu ketertiban umum," 
kata dia.

Ia menambahkan, pengawasan dan pelarangan terhadap barang cetakan merupakan 
salah satu kewenangan Kejaksaan yang tertuang dalam UU No.16/2004 tentang 
Kejaksaan.

Pada 9 Maret 2007, Kejagung secara resmi melarang penerbitan dan peredaran buku 
pelajaran sejarah SMP dan SMA kurikulum 2004 yang dinilai menimbulkan keresahan 
di masyarakat. 

Buku sejarah yang dilarang itu adalah Kronik Sejarah untuk SMP (Anwar Kurnia, 
penerbit Yudistira), Sejarah I untuk SMA (TB Purwanto dkk), dan pelajaran 
Sejarah SMP dan SMA yang mengacu pada kurikulum 2004.

Buku Sejarah Kurikulum 2004 yang dilarang itu memuat peristiwa Pemberontakan 
PKI tahun 1948 dan Pemberontakan tahun 1965 yang hanya mencantumkan Gerakan 30 
September tanpa menyebutkan keterlibatan PKI.

Pelarangan edar bagi buku sejarah itu dilakukan setelah penelitian buku sejarah 
kurikulum 2004 oleh Tim Clearing House Kejaksaan Agung yang beranggotakan 
berbagai elemen di antaranya Kepolisian, Badan Intelijen Negara (BIN, Badan 
Intelijen Strategis (BAIS), Departemen Agama, Departemen Pendidikan Nasional 
dan Departemen Kebudayaan. 

Penelitian buku Sejarah kurikulum 2004 itu adalah atas permintaan Menteri 
Pendidikan Nasional Bambang Sudibyo.(*)


Copyright © 2007 ANTARA

13/03/07 00:04

Kirim email ke