Salah satu yang diharapkan dari media sebagai salah satu alat hegemoni adalah 
kemampuannya untuk menyampaikan suatu informasi yang akurat dan tidak timpang. 
Namun, saya rasa itu memang masih merupakan perjalanan yang masih sangat jauh 
untuk di capai.

Semua tulisan membicarakan rekan kita kaum muda, tapi saya tidak melihat adanya 
media menyorot kaum muda untuk bersuara atas keadaan yang dimaksudkan. Bukankah 
ini menjadikan mereka yang merasa sudah tua (bukan dewasa lho ya, tua) sekali 
lagi seperti sedang menjejalkan sirih yang sudah dikunyah olehnya dan mekasa 
kaum muda untuk menelan. Apalagi menggunakan kata gairah seksual pada remaja 
sebagai beringas sementara yang tua tidak? Oh c'mon lah kita tahu bahwa kaum 
tua pun tidak kalah beringas dengan gairah seksual mereka. Siapa lagi yang 
doyan beli viagra dan segala obat perangsang kalau bukan mereka yang sudah 
tidak remaja lagi...Jangan memandang hanya kaum muda kita saja yang tidak mampu 
berpikir kritis dan bijak, berapa bapak-bapak yang senang jajan ke lokalisasi 
tanpa kondom dan tertulas HIV kemudian memberikan bonus itu pada istri 
tercinta? Justru sekarang ini saya lihat kaum muda kita mulai mau terbuka pada 
pemahaman mengenai seksualitas serta konsekuensinya, daripada kaum tua yang 
merasa sudah makan asem garam kehiduan.

Anyway, saya secara pribadi tidak melihat perilaku maupun gairah seksual remaja 
dan orang tua perlu dibedakan dan disalah-salahkan, karena it's human nature, 
secara biologis kala menjelang menstruasi perempuan memang akan lebih bergairah 
secara seksual, baik itu tua maupun muda. Kala sperma sudah banyak laki-laki 
pun akan memiliki kecenderungan mudah terangsang dan bergairah pula secara 
seksual. Dan tidak ada hubungannya antara gairah seksual dan semakin mudanya 
usia menstruasi, ini karena semakin baiknya gizi pada kaum muda kita, tidak ada 
hubungan dengan gairah seksual, duh please deh...

Yang lebih menjadi masalah bagi saya dari tulisan di bawah adalah adanya 
penyikapan pada tubuh perempuan (meski tidak ditulis, tampak jelas yang selalu 
dipermasalahkan berpakaian minim selalu perempuan, maklum kalau laki-laki pamer 
udel nggak ada yang mempermasalahkan). Kenapa perempuan selalu diletakkan 
sebagai polisi atas birahi laki-laki? Kalau laki-laki mudah terangsang, maka 
merekalah yang perlu berbenah diri. Bagi saya secara pribadi bagaimana 
seseorang berpakaian tergantung pada bagaimana seseorang merasa nyaman dengan 
keadaannya, kalau dengan rok mini dan tank top dia merasa lebih pede saya 
merasa itu tidak seharusnya menjadi masalah. 

Justru saya melihat masih lemahnya penghormatan para rekan adam (terutama yang 
mudah mata gelap, maklum mungkin pendidikan seksualitasnya minim ato nggak ada 
sama sekali) pada tubuh perempuan. Sudah terlalu lama tubuh perempuan dijadikan 
objek seksual mereka, sehingga ketika melihat sedikit bagian dari perut dan 
paha saja birahi sudah memuncak. You know what? itu justru yang menjadi 
masalah, it has to stop! Sementara perempuan justru tidak boleh punya objek 
seksual, mereka  akan dicap murahan kalau begitu, padahal laki-laki kalau 
tertawa-tawa sambil bergosip mengenai tubuh perempuan tidak ada yang merasa itu 
perlu dipermasalahkan, this also has to stop!

Kalau mau bicara seksualitas, ayolah kita perlu sedikit jujur, baik agama 
maupun norma sudah tidak lagi mampu menakut-nakuti kaum muda untuk menggali 
seksualitas mereka. Jangan berpikir bahwa keluarga berantakan pasti 
menghasilkan anak yang nggak keruan, karena dari keluarga yang terlihat baik 
dan saleh pun sering saya dapati anak yang sudah matang seksualitasnya 
(kebetulan saya konselor), karena mereka merasa 'aman' dari kecaman. Bagaimana 
kaum muda kita mau menahan gairah seksual mereka ketika mereka tahu yang doyan 
pakai ayam abu-abu adalah pak ini, pak itu, yang memadati lokalisasi juga para 
kaum adam yang sudah tidak muda lagi. Wong contohnya mereka dapati sendiri dari 
mereka yang justru tidak muda lagi, kalau sudah gini bagaimana?

Pada dasarnya yang sangat dibutuhkan oleh kaum muda kita adlan informasi yang 
benar dan tepat mengenai seksualitas, tanpa ada tendensius untuk menakut-nakuti 
mereka (seperti terlalu banyak masturbasi akan membuat mereka mandul, aduh 
please deh, begitu mereka tahu kalau ini boongan, maka hilanglah sudah 
kepercayaan mereka pada kaum tua dan mereka akan mencari informasi yang mereka 
butuhkan sendiri). Saya justru menyarankan pendidikan seksualitas, sehingga 
mereka tahu apa hak dan kewajiban mereka sebagai kaum muda. Kita nggak bisa 
bilang kamu masih muda selibat dulu, tapi kita bisa bilang, kalau memang sudah 
tidak bisa dibendung lagi, lakukan hubungan seks yang lebih aman, yaitu 
menggunakan kondom. Kalau kondom masih terus dikecam dengan norma yang 
berlebihan, maka penularan IMS dan HIV serta tingginya angka penguguran 
kandungan serta kelahiran yang tidak diinginkan akan menjadi dilema tanpa akhir.

GAYa NUSANTARA
Mojo Kidul I # 11A
Surabaya 60285
East Java-Indonesia

Phone/fax: + 62 31 591 4668
  ----- Original Message ----- 
  From: ati gustiati 
  To: [EMAIL PROTECTED] ; [email protected] 
  Sent: Tuesday, March 13, 2007 3:24 AM
  Subject: [mediacare] Re: Serem



    Artikel yg baik utk dibaca semua kalangan pak Sum, dalam realita yg ada 
kita memang tidak berdaya utk menghalau terobosan2 media baca maupun tayangan2 
kebebasan kaum ramaja dalam meng expresikan sexual life style maupun kebebasan2 
lain nya, masalah2 penyimpangan sexual bukan saja di derita negara terbelakang 
tetapi negara2 yg sudah maju pun para orang tua msh kalang kabut dalam 
mengatasi keberingasan gairah sexual anak2 remaja nya yg sudah jelas sedang di 
raging hormon sexual nya.
    Saya pikir keterbukaan, komunikasi yg sehat dan mendengarkan pendapat 
remaja2 tanpa menghakimi adalah cara yg paling telak utk mendidik mereka ttg 
keuntungan dan kerugian dalam praktek kebebasan berhubungan sex, mencegah 
kehamilan, dan menerapkan rasa tanggung jawab atas pilihan2 remaja kita, orang 
tua tentu saja ingin yg terbaik utk anak2nya, tetapi kadang kita hanyut dan 
lupa bahwa remaja2 kita juga punya nalar dan pilihan serta keputusan2 yg 
dianggapnya paling benar...inilah pokok masalah yg sebenar nya, bagiamana kita 
berdiskusi dari jalur yg sama2 menguntungkan kedua pihak. Bila komunikasi 
pengajaran sudah mencapai kesepakatan biasanya akan lebih mudah bagi kita utk 
mendidik mereka tanpa hrs mendapat perlawanan yg defensive dari mereka yg umum 
sangat normal terjadi.

    Pendidikan agama, disiplin keluarga, contoh2 teladan para org tua, org tua 
tidak bisa melarang anak2nya utk minum alkohol bila org tua setiap malam teler 
misalnya, kita bisa lihat perkembangan anak2 yg tumbuh dari keluarga yg perduli 
dan saling menghormati, mereka bisanya tumbuh menjadi seorang anak yg penuh 
tanggung jawab atas sikap dan pilihan2 nya, lain dengan remaja2 yg tumbuh dari 
keluarga yg tidak memiliki structure, anak2 seperti inilah yg sering kehilangan 
arah dalam menentukan pilihan nya dan terjerumus akibat dari kelemahan nya 
dalam memutuskan pilhan2 hidup nya.

    salam hangat
    omie

     

    Sumar Sastrowardoyo <[EMAIL PROTECTED]> 

    Serem, Berpakaian Minim

    a.. Picu perilaku seks bebas 
    b.. Usia belasan hamil duluan 
    Banjarmasin, BPost
    Pakaian tipis, minim dan terbuka menjadi salah satu faktor timbulnya 
perilaku seks bebas. Sebab hal itu mampu memancing gairah seks lawan jenis. 
Oleh karena itu, peran sekolah, agama dan keluarga diharapkan mampu mengarahkan 
gaya berpakaian remaja.

    "Akibat provokasi pornografi yang sedemikian terbuka, terus-menerus dan 
melampaui batas, otomatis menimbulkan perilaku seks bebas. Apalagi sekarang 
ini, remaja kita sangat mudah tergoda dengan perilaku seks bebas," jelas Taufik 
R Nasihun.

    Penjelasan Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sultan Agung 
(Unissula) Semarang disampaikan dalam semina r kesehatan bertema Reproduksi 
Sehat, Bahaya Seks Bebas Ditinjau Dari Aspek Medis, Psikiatri dan Islam, Sabtu 
(10/3), yang diselenggarakan SMAN 1 Banjarmasin di aula sekolah itu. Seminar 
diikuti pelajar SMA/SMK se-Kota Banjarmasin.

    Secara biologis, kata dia, remaja sudah siap melakukan hubungan seks. 
Namun, secara emosional, tingkat kematangan seks mereka masih perlu pembinaan 
dan arahan agar tidak berperilaku menyimpang, apalagi sampai hamil di luar 
nikah. 

    Agar mereka mengenal lebih jauh dampak dari perilaku seks bebas tersebut, 
lanjutnya, kampus yang ia pimpin terus berusaha menyampaikan kepada remaja 
tentang dampak yang ditimbulkan dari seks bebas tersebut.

    Dokter Pudjiati, ketua pelaksana seminar menambahkan, kalau dulu, seorang 
perempuan mendapatkan haid pertama (menarche) usia 17 tahun, sekarang perempuan 
sudah mendapat haid pertama usia 10-12 tahun, bahkan sembilan tahun.

    Oleh karenanya, timpal Ahmadi NH, Kabag Psikiatri Unissula, peran orangtua, 
guru dan BK (bimbingan konseling) di sekolah harus jalan. Karena siswa, apalagi 
yang sudah mulai masuk masa pubersitas perlu dibekali pola pikir sesuai aturan 
dan agama. 

    "Termasuk dalam hal berpakaian, agar tidak sampai merangsang lawan jenis. 
Untuk itu, sekolah dan orangtua perlu memberikan aturan sedemikian rupa tentang 
tata cara berpakaian anak-anaknya," katanya. 

    Karena perilaku seksual remaja di negara-negara maju dan berkembang, 
umumnya melakukan hubungan seksual pada usia belasan tahun yang kemudian 
cenderung mengakhiri kehamilannya dengan cara menggugurkan kandungan. Kemudian 
memilih menikah usia yang relatif tua dan sering menderita infeksi penyakit 
menular seksual. 

    "Untuk itu perlu dilakukan penghayatan agama yang memadai, lingkungan dan 
teman bergaul diperhatikan, serta pendidikan yang memadai. Termasuk mereka yang 
kawin lambat, kalau tidak diimbangi dengan agama dikhawatirkan bisa terjerumus 
dengan perbuatan yang menyimpang (seks bebas)," katanya. mdn



----------------------------------------------------------------------------
    8:00? 8:25? 8:40? Find a flick in no time
    with theYahoo! Search movie showtime shortcut.




------------------------------------------------------------------------------
  8:00? 8:25? 8:40? Find a flick in no time
  with theYahoo! Search movie showtime shortcut. 

   


------------------------------------------------------------------------------


  No virus found in this incoming message.
  Checked by AVG Free Edition.
  Version: 7.5.446 / Virus Database: 268.18.8/714 - Release Date: 3/8/2007 
10:58 AM

Kirim email ke