Boleh nimbrung Mbak Omie?
Saya pernah mendengar pendapat bhw sepanjang jaman sebuah generasi yang
"menua" selalu berpendapat bahwa generasi yang lebih muda, "the Generation 
Next",
itu luntur atau bobrok moralnya, kelakuannya semau-maunya, pendeknya bertabiat
semauanya, "liberal", dll nya yang memang dianggap serba "serem".

Lalu saya pikir katakanlah sejarah manusia, yang mulai tercatat, mulai 5000 
tahun
yang lalu. Kalau kekhawatiran itu benar, tentunya manusia sekarang sudah menjadi
entah apa (tidak dpt membayangkan, walau secara hypothetis). Namun secara
keseluruhan, universally, yah manusia masih saja terus ada dengan segala 
kemajuan maupun kekurangannya.

Saya setuju sekali dengan Mbak Omie bahwa keterbukaan, komunikasi dengan
remaja adalah cara yg terbaik untuk me manage ini semua. Ditambah dengan
PENGETAHUAN yang disosialisasikan secara transparan dan komunikatif.

Salam, Bismo DG

  ----- Original Message ----- 
  From: ati gustiati 
  To: [EMAIL PROTECTED] ; [email protected] 
  Sent: Monday, March 12, 2007 9:24 PM
  Subject: [mediacare] Re: Serem



    Artikel yg baik utk dibaca semua kalangan pak Sum, dalam realita yg ada 
kita memang tidak berdaya utk menghalau terobosan2 media baca maupun tayangan2 
kebebasan kaum ramaja dalam meng expresikan sexual life style maupun kebebasan2 
lain nya, masalah2 penyimpangan sexual bukan saja di derita negara terbelakang 
tetapi negara2 yg sudah maju pun para orang tua msh kalang kabut dalam 
mengatasi keberingasan gairah sexual anak2 remaja nya yg sudah jelas sedang di 
raging hormon sexual nya.
    Saya pikir keterbukaan, komunikasi yg sehat dan mendengarkan pendapat 
remaja2 tanpa menghakimi adalah cara yg paling telak utk mendidik mereka ttg 
keuntungan dan kerugian dalam praktek kebebasan berhubungan sex, mencegah 
kehamilan, dan menerapkan rasa tanggung jawab atas pilihan2 remaja kita, orang 
tua tentu saja ingin yg terbaik utk anak2nya, tetapi kadang kita hanyut dan 
lupa bahwa remaja2 kita juga punya nalar dan pilihan serta keputusan2 yg 
dianggapnya paling benar...inilah pokok masalah yg sebenar nya, bagiamana kita 
berdiskusi dari jalur yg sama2 menguntungkan kedua pihak. Bila komunikasi 
pengajaran sudah mencapai kesepakatan biasanya akan lebih mudah bagi kita utk 
mendidik mereka tanpa hrs mendapat perlawanan yg defensive dari mereka yg umum 
sangat normal terjadi.

    Pendidikan agama, disiplin keluarga, contoh2 teladan para org tua, org tua 
tidak bisa melarang anak2nya utk minum alkohol bila org tua setiap malam teler 
misalnya, kita bisa lihat perkembangan anak2 yg tumbuh dari keluarga yg perduli 
dan saling menghormati, mereka bisanya tumbuh menjadi seorang anak yg penuh 
tanggung jawab atas sikap dan pilihan2 nya, lain dengan remaja2 yg tumbuh dari 
keluarga yg tidak memiliki structure, anak2 seperti inilah yg sering kehilangan 
arah dalam menentukan pilihan nya dan terjerumus akibat dari kelemahan nya 
dalam memutuskan pilhan2 hidup nya.

    salam hangat
    omie

     

    Sumar Sastrowardoyo <[EMAIL PROTECTED]> 

    Serem, Berpakaian Minim

    a.. Picu perilaku seks bebas 
    b.. Usia belasan hamil duluan 
    Banjarmasin, BPost
    Pakaian tipis, minim dan terbuka menjadi salah satu faktor timbulnya 
perilaku seks bebas. Sebab hal itu mampu memancing gairah seks lawan jenis. 
Oleh karena itu, peran sekolah, agama dan keluarga diharapkan mampu mengarahkan 
gaya berpakaian remaja.

    "Akibat provokasi pornografi yang sedemikian terbuka, terus-menerus dan 
melampaui batas, otomatis menimbulkan perilaku seks bebas. Apalagi sekarang 
ini, remaja kita sangat mudah tergoda dengan perilaku seks bebas," jelas Taufik 
R Nasihun.

    Penjelasan Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sultan Agung 
(Unissula) Semarang disampaikan dalam seminar kesehatan bertema Reproduksi 
Sehat, Bahaya Seks Bebas Ditinjau Dari Aspek Medis, Psikiatri dan Islam, Sabtu 
(10/3), yang diselenggarakan SMAN 1 Banjarmasin di aula sekolah itu. Seminar 
diikuti pelajar SMA/SMK se-Kota Banjarmasin.

    Secara biologis, kata dia, remaja sudah siap melakukan hubungan seks. 
Namun, secara emosional, tingkat kematangan seks mereka masih perlu pembinaan 
dan arahan agar tidak berperilaku menyimpang, apalagi sampai hamil di luar 
nikah. 

    Agar mereka mengenal lebih jauh dampak dari perilaku seks bebas tersebut, 
lanjutnya, kampus yang ia pimpin terus berusaha menyampaikan kepada remaja 
tentang dampak yang ditimbulkan dari seks bebas tersebut.

    Dokter Pudjiati, ketua pelaksana seminar menambahkan, kalau dulu, seorang 
perempuan mendapatkan haid pertama (menarche) usia 17 tahun, sekarang perempuan 
sudah mendapat haid pertama usia 10-12 tahun, bahkan sembilan tahun.

    Oleh karenanya, timpal Ahmadi NH, Kabag Psikiatri Unissula, peran orangtua, 
guru dan BK (bimbingan konseling) di sekolah harus jalan. Karena siswa, apalagi 
yang sudah mulai masuk masa pubersitas perlu dibekali pola pikir sesuai aturan 
dan agama. 

    "Termasuk dalam hal berpakaian, agar tidak sampai merangsang lawan jenis. 
Untuk itu, sekolah dan orangtua perlu memberikan aturan sedemikian rupa tentang 
tata cara berpakaian anak-anaknya," katanya. 

    Karena perilaku seksual remaja di negara-negara maju dan berkembang, 
umumnya melakukan hubungan seksual pada usia belasan tahun yang kemudian 
cenderung mengakhiri kehamilannya dengan cara menggugurkan kandungan. Kemudian 
memilih menikah usia yang relatif tua dan sering menderita infeksi penyakit 
menular seksual. 

    "Untuk itu perlu dilakukan penghayatan agama yang memadai, lingkungan dan 
teman bergaul diperhatikan, serta pendidikan yang memadai. Termasuk mereka yang 
kawin lambat, kalau tidak diimbangi dengan agama dikhawatirkan bisa terjerumus 
dengan perbuatan yang menyimpang (seks bebas)," katanya. mdn



----------------------------------------------------------------------------
    8:00? 8:25? 8:40? Find a flick in no time
    with theYahoo! Search movie showtime shortcut.




------------------------------------------------------------------------------
  8:00? 8:25? 8:40? Find a flick in no time
  with theYahoo! Search movie showtime shortcut.

   

Kirim email ke