Ini terjemahan toh? Penerjemahnya sungguh tak mengeti etika penerjemahan, karena ia menambah-nambahi dan membumbu-bumbui teks dengan kesimpulan-kesimpulan sendiri, yang merusak struktur dan alur keseluruhan sejarah yang dituliskan. Jika penulis buku ini tahu, saya yakin dia akan sangat gusar apabila ia betul-betul seorang sejarawan sejati.
Dari segi lain, terlihat betapa liciknya ulah sang manipulator data ini. Ia bisa memanipulasi tulisan orang lain yang ditulis secara fair dan objektif untuk mencapai agenda manipulatifnya sendiri yang sempit. Semakin lama semakin terlihat kualitas Meneer Danny Lim ini. Shame! Shame! manneke -----Original Message----- > Date: Wed Mar 14 17:08:05 PDT 2007 > From: "Danny Lim" <[EMAIL PROTECTED]> > Subject: [mediacare] Sejarah Indonesia > To: "PMKRI Petojo" <[EMAIL PROTECTED]>, "Media Care" > <[email protected]> > > SEJARAH INDONESIA > (Dari buku "Indonesi??" oleh Dirk Vlasblom) > > Penghuni pertama wilayah yang sekarang menjadi Republik Indonesia adalah ras > Melanesia yang berkulit hitam dan berambut kriting. Ras Melanesia dulu itu > menduduki juga wilayah India yang sekarang, sampai ke wilayah Philipina yang > sekarang. Kemudian sekitar 4000 tahun sebelum masehi, masuklah ras Astronesia > yang berkulit kuning, yang dulu itu menghuni wilayah China dan Taiwan yang > sekarang. Akibat kedatangan ras Astronesia, ras Melanesia di wilayah yang > sekarang menjadi Indonesia, tersingkir ke wilayah Papua yang sekarang. > Sebagian ras Melanesia berasimilasi dengan ras Astronesia menjadi ras baru > yang berkulit sawo matang. Ras campuran Melanesia-Astronesia itu berdagang > rempah-rempah dengan China dan Taiwan, asal ras Astronesia, dan berdagang > rempah-rempah dengan India, asal ras Melanesia. Baik ras Melanesia di India > mau pun ras Astronesia di China jago berdagang, jadi tak heran bila ras > asimilasi Melanesia-Astronesia di Indonesia juga piawai dalam berdagang. > > Ras Melanesia menganut animisme sedangkan ras Astronesia menganut Hindu dan > Budha. Sekitar abad ke tiga setelah masehi, agama Hindu dan Budha tumbuh > subur di wilayah yang sekarang menjadi Republik Indonesia. Kerajaan top > pertama adalah kerajaan Sriwijaya yang Budha dan berpusat di Sumatra Selatan. > Enam abad lamanya kerajaan Sriwijaya berjaya di wilayah yang sekarang menjadi > Indonesia itu. Di abad ke sembilan, lahirlah di wilayah yang menjadi pulau > Jawa yang sekarang, kerajaan Mataram yang juga Budha. Dinasti Syailendra dari > Mataram memerintahkan pembangunan Borobudur. Saat Mataram diperintah oleh > raja Airlangga, kerajaan Mataram terlibat pertempuran dengan kerajaan > Sriwijaya, meski pun dua kerajaan itu sama-sama Budha. (Cikal-bakal budaya > gontok-gontokan Indonesia dimulai oleh Sriwijaya dan Mataram? - DL). Dua > kerajaan itu menjadi lemah akibat peperangan dan akhirnya punah sendiri. Di > saat vakum itu masuklah pasukan Mongolia/China di bawah komando Kublai Khan > ke Indonesia, namun bangsa Mongolia/China itu hanya datang untuk minta upeti > dari kerajaan-kerajaan yang (masih) ada di Indonesia ketika itu. Dari > reruntuhan kerajaan Sriwijaya dan kerajaan Mataram itu lahirlah kerajaan baru > yang lebih akbar, yaitu kerajaan Majapahit yang Hindu. Kerajaan Majapahit > diduga merupakan kerajaan terbesar yang pernah ada di jaman prehistoris > Indonesia. Namun tidak terjadi perang antara pasukan Kublai Khan dengan > pasukan Majapahit, sebaliknya terjadi kerjasama dagang erat yang saling > menguntungkan. Ekspor rempah-rempah Majapahit pun meluas sampai ke Eropa. > > Di bawah raja Hayam Wuruk dan patihnya yang terkenal Gajah Mada, kerajaan > Majapahit yang Hindu itu menguasai Sumatra, Jawa, Bali dan Kalimantan. > Beberapa sejarahwan berkata wilayah Majapahit mencakup juga Philipina, Maluku > dan Papua. Kebesaran kerajaan Majapahit ditulis oleh Empu Prapanca dalam > bukunya Negarakertagama. Kerajaan Majapahit bukan cuma jago berdagang, juga > kebudayaan tumbuh cemerlang. Bendera kerajaan Majapahit adalah Dwiwarna, > yaitu Merah-Putih. Warna bendera itu pula yang kini menjadi warna bendera > Republik Indonesia. Kerajaan Majapahit yang Hindu kemudian runtuh akibat > kedatangan pedagang Islam dari Gujarat dan Persia. Perkembangan agama Islam > di Indonesia terjadi dari abad ke tiga belas sampai abad ke tujuh belas, di > saat agama Islam telah berusia seribu tahun sejak diperkenalkan pertama > kalinya oleh Mohamad. Daerah Indonesia yang pertama dijejak oleh Islam adalah > Aceh. Kerajaan Islam pertama di Indonesia adalah kerajaan Demak di Jawa, yang > menggantikan kemashuran kerajaan Majapahit. Orang-orang Majapahit yang Hindu > pun mengungsi ke Bali. Setelah Demak, satu persatu kerajaan-kerajaan kecil di > Indonesia menjadi Islam, seperti kerajaan Banten di Jawa dan kerajaan > Makassar di Sulawesi. > > Seperti telah diceritakan di atas, di jaman Majapahit perdagangan > rempah-rempah mampu menembus pasaran Eropa. Perdagangan itu pula yang membawa > orang-orang Eropa datang ke Indonesia untuk mencari rempah-rempah di > lumbungnya langsung. Bangsa Eropa pertama yang menjejakkan kakinya di wilayah > Indonesia adalah bangsa Spanyol dan Portugis. Lain dengan bangsa > Mongolia/China yang hanya menarik upeti sekaligus berdagang dengan > kerajaan-kerajaan di Indonesia, bangsa Spanyol/Portugis datang sekaligus > untuk menjajah. Wilayah yang pertama dikuasai oleh bangsa Spanyol/Portigis > adalah Malakka, kemudian Maluku. (Metode devide-et-impera rupanya ditemukan > pertama kalinya di Maluku itu - DL). Ketika itu sultan Ternate dan sultan > Tidore saling berkelahi sendiri, membuat dua sultan itu mudah diadu-domba > oleh bangsa Spanyol/Portugis. Akibat termakan adu domba, akhirnya kesultanan > Ternate dan kesultanan Tidore dua-duanya berhasil dikuasai oleh > Spanyol/Portugis. > > Orang Inggeris dan Belanda belakangan menyusul Spanyol/Portugis ke Indonesia, > ikut-ikutan mengadu untung di sana. Belanda datang ke Indonesia diwakili oleh > VOC di tahun 1602. Pasukan VOC berhasil melumpuhkan Portugis di Maluku dan > VOC pun menduduki Maluku. Kesultanan Ternate berhasil melepaskan diri dari > jajahan Spanyol/Portugis, kemudian bersama tentara VOC berhantam menaklukkan > Tidore. Namun akhirnya baik Ternate mau pun Tidore dijajah oleh VOC. (Makanya > sesama bangsa sendiri jangan suka gontok-gontokan, yang untung selalu pihak > asing, haiyaaa ....... - DL). Kerajaan Demak yang Islam di Jawa pun menjadi > lemah karena keturunan raja Demak berhantam sendiri rebutan tahta. Dari > puing-puing Kerajaan Demak kemudian muncul dua kerajaan, satu di Surabaya dan > satunya di Yogyakarta. Yang di Yogyakarta memakai nama kerajaan Mataram, nama > yang sama dengan nama kerajaan Budha/Hindu di jaman baheula yang berperang > melawan kerajaan Sriwijaya. Karenanya para ahli sejarah sering juga memakai > nama "Old Mataram" untuk Mataram yang Budha/Hindu, dan "New Mataram" untuk > Mataram yang Islam. > > VOC sendiri menancapkan kakinya di kota Jayakarta di Banten, yang kemudian > diganti namanya menjadi Batavia oleh Jan Pieterzoon Coen. Dalam pertempuran > perebutan kekuasaan antara VOC dan pasukan Inggeris di Batavia, VOC berhasil > mengungguli pasukan Inggeris. Sementara itu kerajaan New Mataram makin kuat > di bawah Sultan Agung, maka ketika kerajaan rival di Surabaya berhasil > ditaklukkan dan seluruh Jawa jatuh di bawah kekuasaan kerajaan Mataram, mata > Sultan Agung seperti kelilipan ketika melihat VOC masih enak-enakan bercokol > di Batavia. Namun kekuatan kerajaan Mataram tak mampu menaklukkan VOC. VOC > sendiri sebetulnya tidak mau berperang dengan kerajaan Mataram, maka VOC > mencoba membaiki Sultan Agung dengan mengirim duta besarnya ke Yogyakarta > membawa banyak kado-kado. (Kata orang-orang, VOC membawa upeti noni-noni > cantik langsing berkulit kuning langsat ke kerajaan Mataram, membuat mata > sultan Agung yang tadinya kelilipan menjadi membelalak tidak kelilipan lagi, > ihik ihik - DL). Kerajaan New Mataram kemudian terseok-seok jalannya akibat > ketidak-mampuan Amangkurat I (putra sultan Agung) yang menggantikan ayahnya, > ditambah munculnya perlawanan dari sesama kerajaan Islam, Madura, yang > dipimpin oleh raja Trunojoyo. Kerajaan New Mataram minta tolong VOC > menghantam kerajaan Madura ('tuh 'kan, gontok-gontokan sendiri hobbynya orang > Indonesia ini - DL). VOC bersedia membantu Mataram namun minta konsesi yang > mencekik kerajaan Mataram. Sementara itu peran pendatang China di Jawa pun > makin besar, bekerja sama dengan VOC. VOC yang tadinya membantu kerajaan New > Mataram kemudian pelan-pelan menggerogoti New Mataram. Upaya VOC sukses, di > tahun 1757 kerajaan New Mataram pun dipecah dua menjadi kesultanan Surakarta > dan kesultanan Yogyakarta, plus Mangkunegaran. VOC sendiri belakangan > terseok-seok akibat digerecoki terus-terusan oleh Inggeris, dan di Eropa > sendiri Belanda diserbu oleh Perancis, ditambah korupsi di tubuh VOC membuat > VOC failit di tahun 1796. Semua asset VOC menjadi milik kerajaan Belanda. > > DL - sampai di sini kepala ogut keleyengan nih menerjemahkan buku > "Indonesi??" ini. Kapan-kapan sambungannya akan ogut kerjakan bila masih ada > moed ya. Namun sampai di sini saja kita sudah dapat menarik pelajaran, bahwa > bangsa yang gemar perang/gontok-gontokan sendiri bakalan menjadi santapan > empuk luar negeri. Anehnya, bangsa Indonesia sampai tahun 2007 ini pun masih > tetap saja hobby gontok-gontokan sendiri, kalau ngga soal agama, ya soal suku > bangsa atau soal parpol atau soal lainnya. Lha perayaan agama Hindu Ogoh-Ogoh > di Bali mesti dikawal 7400 polisi, dan Kebaktian Natal di Jakarta setiap > tahun harus dikawal belasan ribu polisi plus barisan pemuda plus metal > detector, apa ngga gawat 'tuh? ......... :-(. ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Transfer from your equities account. Receive up to $1,000 from GFT. Click here to learn more. http://us.click.yahoo.com/aZttyC/X_xQAA/cosFAA/IRislB/TM --------------------------------------------------------------------~-> Web: http://groups.yahoo.com/group/mediacare/ Klik: http://mediacare.blogspot.com atau www.mediacare.biz ==================== Untuk berlangganan MEDIACARE, kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/mediacare/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/mediacare/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[EMAIL PROTECTED] mailto:[EMAIL PROTECTED] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
