Kericuhan di TVRI terjadi karena jajaran direksi yang terdiri dari purnawirawan. Seperti sudah saya sampaikan pada milis enam bulan lalu, kalau sudah pensiun atau purnawirawan, ya pensiun saja. Banyak tenaga ahli yang muda-muda, yang memang belajar management dan bahkan ahli management broadcasting, koq yang ditaruh di sana kaum purnawirawan yang sudah harus pensiun. Selain mereka bukan ahli di bidang management. mereka menikmati gaji double. Ya duit pensiunan, ya gaji sebagai direksi, sementara banyak pengangguran di negeri ini yang harus diberi lapangan kerja. Berikan kepada yang ahli. Bayangkan saja kalau ada pensiunan PNS atau pegawai sipil, bila diberi jabatan militer, kan juga gak masuk akal, kan?Jadi sekali lagi, kalau sudah pensiun, ya pensiun sajalah, beri kesempatan kepada mereka yang memang ahli di bidang pertelevisian hingga mengurangi pula jumlah penbgangguran ahli. Karena toh, yang sudah purnawirawan itu, sudah dapat uang pensiun, sementara banyak warga masih menganggur, tidak ada pemasukan. Mungkin kita tidak persoalkan kaum pensiunan itu untuk tetap aktif, tapi jangan masuk ke perusahaan-perusahaan BUMN. Kalau mau bikin perusahaan sendiri atau masuk perusahaan swasta, silakan. Atau mau masuk partai politik, menjadi anggota DPR, DPRD, menjadi Gubernur, Walikota, bupati, silakan. Di situ pasti kita hormati bisa bersaing dengan calon-calon lain, seperti halnya SBY bersaing dengan para Capres lain di tahun 2004. Salam kebangsaan!
____________________________________________________________________________________ Never miss an email again! Yahoo! Toolbar alerts you the instant new Mail arrives. http://tools.search.yahoo.com/toolbar/features/mail/
