Namun harus lebih dipercepat minimalisasi ulah kekerasan dan kurang toleransi 
yang bersumber pada fundamentalisme. Syukur kalau akan kearah sekularisme 
tulen, yang penuh dengan multikulturalisme. Barat khususnya AS dibawah Bush 
juga harus membersihkan diri dari fundamentalisme Kristen, dan cepat 
mengupayakan perdamaian
  antara Palestina dan Israel.
  Yusuf R
   
  Selasa, 20 Maret 2007  20:23:00
Demokrasi RI dan Tunisia Bisa Jadi Contoh Bagi Barat Tentang Islam


  Jakarta-RoL-- Demokrasi yang berkembang di Indonesia dan Tunisia dapat 
menjadi contoh bagi Dunia Barat dalam melihat Islam dan sekaligus mengubah 
penafsiran buruk terhadap Islam. 

Barat sering melihat Islam sebagai penghalang dalam menjalankan demokratisasi 
di negara yang mayoritas muslim. Indonesia dan Tunisia yang berhasil 
menghidupkan demokratisasi praktis membuat dunia Barat terheran-heran, ujar 
Dubes Tunia untuk Indonesia Faysal Gouia dalam wawancara dengan Antara dalam 
rangka memperingati hari kemerdekaan negara tersebut yang 59 di Jakarta, 
Selasa. 

Indonesia, yang mempunyai penduduk lebih dari 220 juta dan 90 prosen dari total 
penduduk beragama Islam, telah berhasil menempati posisi ketiga sebagai negara 
yang paling demokratis di dunia.

Begitu juga halnya dengan Tunisia yang mayoritas muslim walaupun jumlah 
penduduk tidak begitu besar juga berhasil mengusung demokrasi di sana, 
tambahnya. 

Selama ini, Barat cenderung melihat Islam dalam kaca mata sempit. Persepsi 
mereka terhadap Islam selalu terkait dengan fanatisme, tidak bisa menerima 
konsep Barat, susah untuk diajak berubah dan yang paling tidak enak didengar 
adalah adanya persepsi yang mengaitkan Islam dengan terorisme. 

Semua anggapan negatif ini memang sangat tidak menyenangkan bagi dunia Islam, 
karena selalu dipojokkan dengan berbagai tudingan dan image buruk oleh Barat 
yang tidak suka Islam. 

Dengan munculnya demokratisasi di Indonesia dan Tunisia yang mayoritas 
berpenduduk muslim, praktis image buruk Barat sedikit demi sedikit mulai pudar 
dalam arti bahwa Islam bukan lagi dilihat sebagai penghalang tumbuhnya 
demokratisasi, justru Islam sendiri mengusung dan pelindung kehidupan 
demokratis.

Memang tidak dapat dipungkiri lagi bahwa banyak tantangan dan rintangan yang 
dihadapi dalam menegakkan demokratisasi. Hal yang serupa juga pernah dihadapi 
oleh negara-negara maju (developed countries) dan hanya saja negara negara 
tersebut sudah lama melakukan perbaikan dalam menghadapi tantang dan rintangan 
yang muncul sebagai akibat tumbuhnya demoktratisasi di negara berkembang. 

Menyinggung hubungan politik kedua negara, Faysal menjelaskan hubungan antara 
Tunisia dan Indonesia sudah berlansung cukup lama dan selama ini tidak ada 
gejolak pasang surut dalam hubungan kedua negara. 

Justru yang terjadi adalah adanya kesamaan pandangan dalam melihat isu 
internasional antara Tunisia dan Indonesia di forum internasional.

Dalam hubungannya dengan isu mengenai Irak, katanya, Tunisia mempunyai 
pandangan dan pendirian yang sama dengan Indonesia seperti usul yang pernah 
disampaikan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono kepada President George W. 
Bush dalam kunjungannya ke Indonesia di Bogor tahun lalu. 

Sehubungan dengan masuknya Indonesia sebagai anggota tidak tetap (non 
permanent) di Lembaga Keamanan PBB (United Nations Security Council), 
setidaknya posisi negara Timur Tengah sedikit agak diperhatikan karena bisa 
dipastikan bahwa Indonesia tentu akan membantu mengusung aspirasi negara Timur 
Tengah dan negara lainnya yang kemungkinan diperlakukan tidak adil secara 
politik selama ini. 

Perlakuan tidak adil terhadap negara lain dapat dilihat pada isu Palestina yang 
selama ini selalu mendapat tekanan dari Israel. Walaupun sudah diakui sebagai 
negara oleh PBB, Palestina masih saja mendapat tekanan militer dari Israel 
sehingga pelaksaan roda pemerintah tidak dapat berjalan dengan baik. 

Apalagi setiap aksi kekerasan yang dilancarkan Israel terhadap Palestina tetap 
saja mendapat dukungan dari Amerika, walaupun PBB mengutuk dan mememberi sanksi 
terhadap Israel. 

Dengan sendirinya, dukungan PBB terhadap berdirinya negara Palestina yang 
berdaulat kelihatannya seakan akan seperti pemulas bibir, karena berbagai teror 
yang dilancarkan Israel terhadap Palestina hanya bisa dikecam, tetapi dunia 
atau PBB tidak mampun berbuat apa-apa untuk mencegah kekerasan terhadap 
masyarakat Palestina. antara

abi 
 
---------------------------------
Be a PS3 game guru.
Get your game face on with the latest PS3 news and previews at Yahoo! Games.

Kirim email ke