Kaum buruh seyogianya terorganisasi dan berdisplin, jangan emosional 
terpancing provokasi dan berbuat apa yg dituduhkan selalu, anarki. Ini perlu 
sekali dalam situasi penegakan hukum yang sangat parah dan sering memihak 
pemilik modal dan penguasa yang bersama memegang pemerintahan. Para hakim tsb 
tidak mau mengerti bahwa keterlambatan gaji membuat perut buruh dan keluarganya 
sungguh keroncongan oleh lapar yg melilit. 
   
  Ratusan Buruh Sandera Tiga Hakim di Banjarmasin 


Laporan Wartawan Kompas M Syaifullah



  BANJARMASIN, KOMPAS - Selama sekitar setengah jam, seratusan buruh perkayuan 
PT Gunung Meranti Raya, Kamis (22/3), pukul 12.00, menyandera tiga hakim di 
ruang sidang utama lantai II gedung Pengadilan Hubungan Industrial di jalan A 
Yani Kilometer 1, Banjarmasin, Kalimantan Selatan.
  Penawanan yang cukup menegangkan itu terjadi setelah majelis hakim menolak 
memberikan putusan tempat dan waktu pembayaran sisa gaji dan dendanya sebesar 
Rp 1,1 miliar. Pembayaran itu sebagai hasil putusan sela yang dijatuhkan 
majelis hakim pada persidangan 5 Maret lalu.
  Tiga hakim yang disandera ialah Dison Togatorop sebagai ketua majelis. Dua 
anggota majelis masing-masing Eny dan Nunung. Penyanderaan ketiganya sempat 
memanas karena para buruh selain melarang mereka keluar dari sidang utama, juga 
sejumlah papan nama hakim diambil dan dihamburkan di lantai. Mereka menuntut 
hakim untuk mengambil keputusan yang memihak buruh.
  Sementara pintu masuk utama lantai I kantor tersebut dan pintu pagar juga 
ditutup. Ketegangan di lantai dua itu mereda setelah aparat polisi membawa para 
hakim ke markas Kepolisian Kota Besar (Poltabes) Banjarmasin membicarakan 
masalah itu dengan perwakilan buruh. 
  Suasana memanas terjadi lagi ketika ketiga hakim akan naik ke mobil polisi. 
Eny, salah seorang anggota hakim sempat dijambak kepalanya oleh seorang buruh. 
Peristiwa memancing emosi buruh lainnya. Namun, para buruh akhirnya berlarian 
ketika petugas polisi mengeluarkan tembakan peringatan. Polisi juga menangkap 
seorang buruh yang diduga menjambak kepala Eny.
  Akibat keadaan tersebut, lalu lintas di jalan utama menuju luar Banjarmasin 
itu sempat macet. Para buruh kemudian beramai-ramai jalan kaki ke Poltabes 
Banjarmasin yang berjarak dua kilometer dari lokasi kejadian. Emosi  buruh 
mulai merada setelah perwakilan buruh diberikan kesempatan untuk melakukan 
pertemuan dengan para hakim. Sampai pukul 15.30, pertemuan mereka masih 
berlangsung.
  Pengacara buruh, Nizar Tanjung mengatakan, agenda majelis pada Kamis siang,  
yakni sidang lanjutan gugatan 756 buruh terhadap perusahaan kayu lapis PT 
Gunung Meranti Raya (GMR). Gugatan mereka terkait sisa gaji dan dendanya Rp 1,2 
miliar dan uang pesangon Rp 11,9 miliar. Sidang tersebut, kata Nizar, hanya 
meminta keterangan dua saksi dari buruh. 
  Sebelum persidangan itu ditutup, pihaknya meminta majelis hakim untuk 
memutuskan tempat dan waktu pembayaran sisa gaji dan denda keterlambatan 
sebesar Rp 1,1 miliar oleh PT GMR. “Namun, majelis hakim saat itu tidak 
bersedia memberikan putusan. Alasannya, terlebih dahulu menunggu keputusan 
tetap dari persidangan ini,” katanya.
  Padahal, jelas Nizar, pihaknya perusahaan sudah bersedia membayarkannya 
dengan alasan asal ada keputusan tempat dan waktu dari majelis hakim. Selain 
itu, pihak Poltabes Banjarmasin juga siap membantu proses pembayaran tersebut. 
Akibat ketidaksediaan hakim itulah kemudian buruh marah dan menyandera para 
hakim tersebut. “Kita harapkan, majelis hakim bisa mempertimbangan nasib 
ratusan buruh yang terkatung-katung ini,” katanya.
  Dua hari yang lalu, para buruh itu juga melakukan pemblokiran Kantor 
Perusahaan Kayu Lapis PT Gunung Meranti Raya di jalan Sugiono, Banjarmasin, 
Kalimantan Selatan, Selasa (20/3). Mereka meminta pimpinan perusahaan tersebut 
membayar sisa gaji dan dendanya, serta uang pesangon. Ratusan buruh melakukan 
ini karena sudah setahun menganggur tanpa ada keputusan yang jelas dari pihak 
perusahaan. 
  
      function WindowOpen1(url)  {  
myWin1=open(url,"displayWindow","width=400,height=400,toolbar=no,menubar=no");  
return false;  }    
       -->
                                                                                
                                                                   KIRIM KE 
TEMAN                         
                         CETAK                              HALAMAN
                                                                                
                                              --->
 
---------------------------------
Don't get soaked.  Take a quick peek at the forecast 
 with theYahoo! Search weather shortcut.

Kirim email ke