BERBAGI INFO DARI KAWAN2 NGO: Konsortium NGO North Sumatera Pantau Penghitungan Ulang Hasil Pilkada Aceh Tenggara Menyikapi Penghitungan Ulang Hasil Pilkada di Aceh Tenggara, Konsorsium NGO North Sumetera Utara menurunkan relawan sebanyak 14 orang untuk memantau proses penghitungan yang bakal dilaksanakan Jumat (23/3) di Gedung Olahraga Aceh Tenggara. Menurut Chairman Konsortium NGO North Sumatera, R. Hendy Handoyoko keterlibatan mereka dalam pemantuan, merupakan partisipasi dalam proses demokrasi yang berjalan di Aceh Tenggara. Pada intinya semua pihak menginginkan agar Pilkada di Aceh Tenggara berjalan dengan Jurdil dan untuk mengawal Proses tersebutlah kami turun ke Aceh Tenggara sebagai wujud partisipasi kami dalam mengawal Demokrasi di Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang merupakan amanat UUD 1945 dan Reformasi 98 tegas Hendy. Tunggul C.E. Butar butar Koordinator Lapangan (Field Officer) Konsortium NGO North Sumatera menyampaikan bahwa sebenarnya proses yang berjalan dalam proses Pilkada di Aceh Tenggara hingga saat ini sudah menunjukkan adanya perkembangan dalam Proses Demokrasi, yang mana hal ini dapat dilihat dari adanya Calon Independen dan berjalannya Pemungutan Suara. Meskipun proses Demokrasi dalam Pilkada ini agak tersendat dengan adanya pembatalan penghitungan hasil Pilkada ditingkat Kecamatan oleh KIP Aceh Tenggara namun kami melihat bahwa pembatalan tersebut masih dalam koridor Undang Undang dan Peraturan yang berlaku kata Tunggul C.E. Butar butar. Mantan Aktivis Mahasiswa 98 ini juga menambahkan bahwa penghitungan ulang secara menyeluruh yang dilakukan oleh KIP Aceh Tenggara harus dilihat dari segi positif, dimana Kebijakan KIP Aceh Tenggara untuk melakukan penghitungan ulang ini bukan untuk menggagalkan proses Demokrasi yang telah berlangsung tapi untuk menegakkan proses Demokrasi tersebut. Masyarakat akan mengetahui secara langsung hasil Pilkada di Aceh Tenggara karena Penghitungan tersebut akan dilaksanakan secara terbuka dan menyeluruh. Sebenarnya jika hal ini sukses dilakukan di Aceh Tenggara dapat menjadi contoh bagi daerah daerah lain yang ada di Indonesia. Sebab sebagaimana kita ketahui bersama dibeberapa daerah dengan kondisi geografis seperti di Aceh Tenggara ini banyak terjadi indikasi Penyimpangan, yang mana hal ini disebabkan hasil Penghitungan dari tingkat TPS untuk sampai ke Tingkat Kabupaten memakan waktu dan jarak yang memungkinkan terjadinya Penyimpangan tersebut imbuh Tunggul C.E. Butar butar. Kami dari Konsortium NGO North Sumatera bangga akan kesadaran Politik Masyarakat Aceh Tenggara, sangat jarang kita jumpai kesadaran seperti ini di daerah lain. Agar proses Demokrasi yang berjalan ini benar benar Demokratis maka untuk penghitungan ulang dan Menyeluruh yang akan dilaksanakan pada hari Jumat, kami berharap agar masyarakat jangan terprovokasi (terpengaruh) untuk melakukan hal hal yang anarkhis sebab hal ini akan menjadikan Proses Demokrasi yang sedang berjalan di Aceh Tenggara ini CACAT, yang mana hal ini juga akan melukai Amanat UUD 1945 dan Reformasi 98 yang telah kita perjuangkan, tegas Tunggul C.E Butar butar. Konsortium NGO North Sumatera yakin bahwa masyarakat Aceh Tenggara tidak akan terprovokasi (terpengaruh) oleh pihak-pihak yang menginginkan proses penghitungan ulang ini tidak berjalan dengan baik. Karena hasil pengamatan yang dilakukan oleh Konsortium NGO North Sumatera, keinginan masyarakat untuk perbaikan Aceh Tenggara dengan hasil Pilkada yang Jurdil lebih dominan daripada kepentingan pribadi. Kutacane, 22 Maret 2007 Dto. (Tunggul C.E Butar-butar)
--------------------------------- Expecting? Get great news right away with email Auto-Check. Try the Yahoo! Mail Beta.
