-----Original Message----- From: [EMAIL PROTECTED] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of M. Ichsan Loulembah Sent: Friday, March 23, 2007 1:15 PM To: Jaringan IslamLiberal Subject: <JIL> Pendeta Protestan Terkesan Rumah Warga Islam Ambon
Seputar Indonesia - Jum'at, 23/03/2007 Pendeta Protestan Terkesan di Rumah Warga Islam Ambon AMBON (SINDO) - Sebanyak 40 pendeta Gereja Protestan Maluku (GPM) mengikuti kegiatan live in (tinggal) sehari di tengah komunitas Islam dan Katolik di Ambon. Ada yang tidur di pesantren atau rumah biarawati, ada pula yang tinggal di rumah penduduk. Kegiatan ini bagian dari rangkaian pelatihan peningkatan kapasitas pendeta oleh Sinode GPM. Sebelum diterjunkan ke rumah warga muslim, pesantren dan biara Katolik, sebagian pendeta mengaku khawatir dengan program ini. Sebab mereka masih membayangkan suasana konflik beberapa tahun lalu.Mereka sempat mengusulkan agar kegiatan live in dimulai pagi hari dan berakhir petang hari. Namun, Pendeta Jacky Manuputty dan Ustaz Abidin Wakano dari Lembaga Antar-Iman Maluku meyakinkan peserta bahwa terjun ke komunitas muslim tidak lagi menjadi sesuatu yang perlu ditakutkan. "Percuma kita bicara pluralisme, dialog antaragama dan trust building apabila kita sendiri tidak percaya diri untuk menerobos sekat perbedaan agama," kata Manuputty. Ternyata, setelah semalam tinggal dengan warga muslim dan Katolik,para pendeta kembali dengan rasa tidak puas. "Satu malam ternyata tidak cukup,itu terlalu singkat,"kata Pendeta Doghlas Aponno yang bermalam di Pondok Pesantren Ahuru pimpinan H Thaib. Dirinya mengaku sempat membayangkan hal aneh-aneh tentang pesantren. Namun, begitu tinggal dan berdiskusi di tengah warga pondok pesantren, dirinya merasa suasana kekeluargaan membuat segala kecurigaan menjadi hilang. Pdt Ny Wenno yang tinggal di rumah aktivis perempuan Mariam Sangadji di kebun Cengkeh Batumerah, juga sempat khawatir. Berdasarkan demografi, Batumerah berpenduduk Islam terbesar di tengah Kota Ambon. Namun, setelah bercerita dengan Mariam, segala kekhawatirannya hilang. "Mariam mengaku punya relasi yang banyak dengan para aktivis Kristen. Jadi suasana di rumahnya langsung cair," kata Pdt Wenno. (rudi fofid) http://www.assyaukanie.com Yahoo! Groups Links
