Atas kejadian ini, alangkah baiknya Mas Wido sebagai corongnya Era Muslim/Sabili/Hidayatullah/PKS untuk segera mengabarkan polemik di milis ini ke redaksi Era Muslim. Sehingga mereka akan lebih berhati- hati saat menerjemahkan/menulis. Sepertinya penerjemah naskahnya adalah Tiara Sarita alias Magdalena (dulu ada di milis ini).
Mas Wido, sekalian pesen ke Era Muslim, sungguh berat pakai embel- embel Muslim tapi hobinya tiap harinya cuma memutar balikkan fakta. Apa tidak takut dosa, lalu masuk neraka? salam, radityo PS: Biar mengurangi dosa, pihak Era Muslim bisa minta maaf di milis ini. --- In [email protected], "Jeni Putri" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Pak, Bu, > Maklum, mungkin bahasa Inggrisnya kurang. > Jadi salah baca dan terjemah, ditambah memang sudah punya kebiasaan > memelintir data. > > Kalau aku menebak, itu berdasarkan pembaca kelompok remaja muslim. Jadi, > mendekati tiras Seventeen DIANTARA PEMBACA REMAJA MUSLIM, bukan total tiras > seluruh Amerika. Cuma disembunyikan saja 1 fakta ini, maka jadi bombastis > kan.... > > Jadi, sebenarnya, tadinya (dan masih juga tampaknya) bacaan favoritnya para > remaja muslim itu SEVENTEEN, nah sekarang majalah baru ini mulai jadi bacaan > pilihan. > > Kasihan ya pembaca ERAMUSLIM..... Semoga belum keburu bangga dulu..... > > Wido, Wido, kapan loe belajar hati-hati posting? > > > ----- Original Message ----- > From: "amartien" <[EMAIL PROTECTED]> > To: <[email protected]> > Sent: Thursday, March 29, 2007 5:09 AM > Subject: [mediacare] Era Muslim ngawur - Re: Dunia Jilbab (280307) > > > > Yang menulis artikel ini tidak bertanggung jawab. Ataukah sengaja ingin > > membodohi masyarakat? > > > > Memang banyak di Indonesia yang menelan mentah2 apa yang disajikan di > > majalah, media favorit mereka. > > > > Menurut penulis artikel tsb.: > > "Tiras majalah Islam yang baru muncul itu kini sudah mendekati tiras > > majalah remaja AS Seventen, yang semula merajai minat remaja puteri di > > Amerika." > > > > Seperti yang sdri. Debbie bilang, itu memang tidak masuk akal. Dan > > dibawah ini adalah buktinya. > > > > Sirkulasi majalah Muslim Girl di AS adalah 50,000. > > > > http://www.chicagotribune.com/news/local/chicago/chi- 0703230284mar23,1,3704437.story?coll=chi-newslocalchicago-hed > > > > Sedangkan majalah Seventeen adalah 2,3 juta. > > > > http://query.nytimes.com/gst/fullpage.html? res=9805E5DF1031F930A15751C1A960958260 > > > > Mungkin saya tidak bisa menghitung, tetapi menurut saya 50,000 itu masih > > jauh sekali dari 2,3 juta. > > > > Tidak heran banyak penduduk Indonesia yang tidak tahu duduk sebenarnya > > ber-macam2 masalah, bukan hanya dikarenakan oleh terbatasnya bahan bacaan, > > tetapi juga kwalitas dari pada penerbit bahan2 bacaan tsb. > > > > amartien > > > > > > Debbie Sumual-Patlis <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > SELAMAT! BRAVO! BAGUS! > > > > Tapi kalau menyaingi tiras Seventeen ya nggak mungkin lah Mas... itu > > tidak masuk akal, bahkan akal bebek yang tidak bisa menghitung berapa > > jumlah muslim (remaja putri) dan berapa jumlah remaja putri non- muslim yg > > membaca Seventeen sekalipun. > > > > Begini, ya... boleh-boleh saja Anda berbangga diri (to be honest, yg > > mustinya bangga adalah Amerika gak seh, karena majalah ini boleh terbit?), > > tapi mbok jangan ngawur. > > > > Sekali lagi, CONGRATS! > > > > > > ----- Original Message ----- > > From: Wido Q Supraha > > To: [EMAIL PROTECTED] > > Cc: [EMAIL PROTECTED] ; FD- [EMAIL PROTECTED] ; > > [EMAIL PROTECTED] ; [email protected] > > Sent: Wednesday, March 28, 2007 3:59 AM > > Subject: [mediacare] Dunia Jilbab (280307) > > > > > > > > Majalah Muslim Girl di AS, Saingi Tiras Seventen Rabu, 28 Mar 07 13:55 > > WIB > > Memasuki bulan ketiga, majalah Muslim Girl, yang terbit di Amerika, makin > > mendapat sambutan pasar yang luas di kalangan remaja puteri AS. Tiras > > majalah Islam yang baru muncul itu kini sudah mendekati tiras majalah > > remaja AS Seventen, yang semula merajai minat remaja puteri di Amerika. > > Majalah yang memiliki halaman full collor itu memang ditujukan untuk > > segmen remaja Muslimah usia 12 hingga 19 tahun. Di dalamnya, pembaca > > disajikan beragam informasi terkait perempuan dan ajaran Islam. Juga > > berbagai ulasan tentang trend masyarakat AS dan pengaruhnya bagi remaja > > Muslimah. > > Muslim Girl juga membahas ragam isu remaja Muslimah khas Amerika. > > Misalnya, di salah satu edisinya, dibahas diskusi tentang pertanyaan: "Apa > > saja program yang ada di masjid kamu?", "Apakah program masjid kamu > > disukai remaja seperti kamu?" Bahkan ada juga pembahasan tentang > > percampuran tempat shalat untuk laki-laki dan perempuan di sejumlah masjid > > di AS. Selain itu, Girl Muslim juga mengupas soal pakaian olah raga, > > masalah musik, drama, yang punya kaitan dengan Muslimah. Termasuk profil > > tokoh Muslimah yang sukses di berbagai bidang, juga disajikan dalam setiap > > edisinya. > > Muslim Girl dianggap sebagai majalah alternatif yang sukses untuk umat > > Islam di AS, di tengah ragam kebudayaan dan keterbukaan yang menjadi > > bagian dari gaya hidup di AS. Mamoun Sayed, Kepala Eksekutif Yayasan An > > Nawawi, lembaga pengajaran Islam, mengatakan bahwa apa yang disajikan > > majalah Girl sangat dibutuhkan bagi remaja Muslimah AS. > > Ia mengatakan, "Kalau ada yang mempunyai kesempatan dan mampu untuk > > disepakati meski ada juga silang pendapat, itu adalah Amerika. Mungkin > > saya tidak sependapat dengan pandangan anda, tapi saya akan tetap membela > > hak saya dalam menyampaikan pendapat saya itu. " Maksud Masoud adalah > > sikon media massa di AS yang beragam turut mendukung keberhasilan majalah > > Girl di AS. > > Majalah dwi mingguan itu terbit pertama kali di bulan Januari 2007. > > "Remaja muslimah adalah pasar yang penting bagi majalah ini, segmen yang > > selama ini diabaikan. "Dan kami ingin menyapa mereka, " ujar Asma Khan > > pengagas majalah itu. Ia menyampaikan bahwa apa yang dilakukannya, juga > > untuk memperbaiki imej negatif tentang Muslimah di tengah komunitas > > Amerika yang menerima banyak informasi dari berbagai media massa AS. "Ada > > sebagian lembaga pers yang menilai perempuan Muslimah terkait dengan > > terorisme. Ada juga yang terus menerus membicarakan benturan gender antara > > laki-laki dan perempuan. Majalah kami berusaha menampilkan ke balikannya, > > dengan contoh-contoh positif tentang muslimah dan nilai Islam yang benar. > > " > > Tentu saja ada catatan terkait dengan majalah Muslim Girl. Majalah > > tersebut tidak menampilkan hanya Muslimah berjilbab saja dalam ilustrasi > > dan fotonya. Hal ini juga mungkin membuka peluang adanya sejumlah pihak > > yang masih keberatan dengan gaya Muslim Girl. > > "Kami berupaya membuat sebuah simbol sendiri, berusaha sebaik mungkin, > > sebatas yang kita bisa lakukan untuk saat ini, " ujar Asma. Jika ingin > > tahu lebih jauh tentang Muslim Girl, anda bisa kunjungi situs http://www. > > Muslimgirlmagazine. Com (na-str/iol) > > > > Source : http://www.eramuslim.com/news/int/4609eece.htm
