Eeit, saya juga berpendapat bahwa KAUM KOMUNIS punya hak hidup di 
Indonesia walaupun saya sendiri merasa jauh dari paham komunis 
(apakah Marxism, atau Leninisme atau yang lain, mana ada urus?). 
Jangan sok merasa lebih suci dan lebih baik dari orang2 yang anda 
cap 'komunis'. 

Komunis itu definisinya banyak lho dan tergantung konteks, apakah 
sebagai sistem negara, apakah sebagai ideologi, dsb. Sama seperti 
pengatas-namaan agama, banyak orang mengatas-namakan komunis untuk 
berbuat kriminal atau menjadi otoriter. Saya menganalogikan 
perbuatan FPI dan praktek pemerintah orba dengan perbuatan2 kriminal 
dan otoriter orang2 yang mengatas-namakan komunis di Cina, Korut, 
Sovyet, dsb.

Kalau anda menafsirkan komunis segolongan dengan orang2 yg nyanyi 
genjer2 sambil motong2 tubuh para jendral2 Indonesia (seandainya 
benar), lihatlah mereka ini sebagai individu2 yang bertindak 
kriminal. Jika benar penafsiran anda ini, bisa diartikan pikiran 
anda masih bisa kena 'brainwashed' yang menggambarkan orang2 komunis 
lebih buruk daripada kucing atau anjing yang kencing di tembok 
(seperti tulisan anda di bawah ini).

Salam
 
--- In [email protected], "goenardjoadi" <[EMAIL PROTECTED]> 
wrote:
>
> Pak MOD
> 
> [kok Pak MOD ya... seperti di kampung, Pak MODIN, penghulu]
> 
> diskusi lengkap tentang ada apa dengan komunis bisa dibaca di:
> 
> http://finance.groups.yahoo.com/group/mediacare/message/46271
> 
> sebuah tulisan itu yang paling penting judulnya, kalau judulnya 
KAUM
> KOMUNIS JUGA PUNYA HAK HIDUP DI BUMI INDONESIA, itu artinya PRD ya
> berazaskan komunis, kecuali kalau judulnya PRD BUKAN BERAZASKAN
> KOMUNIS, begitu mas.
> 
> anda tanya pacar saya Nurani, bagaimana memandang soal hak hidup ya
> biarkan semua paham tumbuh di bumi ini, tak perlu dilarang-larang,
> dikejar-kejar, dibantai-bantai dan sebagainya. Itu mungkin yang
> dimaksud dengan paham demokrasi.
> 
> Itu benar, toh sekarang gak ada yang dibunuh, bukan? tidak ada yang
> dibantai.
> 
> begitu....
> 
> kalau soal dilarang, lho kencing di tembok orang, di pinggir jalan
> saja itu dilarang, mas.  apalagi menyebarkan paham komunis.
> 
> salam,
> GG

Kirim email ke