Hi, apa ini tak salah Bu/Pak AniDj? Saya malah mencela dan menyebut orangtua yg khawatir adalah orangtua yg tidak siap jadi ortu. Sorry, saya tidak khawatir sama sekali. Tolong dibaca tulisan saya kembali, he,he,he (senyum,senyum simpul)
Salam juga Roslina yang *tak* khawatir "Anggaplah setiap kesulitan itu sebagai suatu kesempatan." Kalimat ini menurut saya lebih tepat daripada kita selalu menghadapi kesulitan dengan kekhawatiran. Ini pendapat saya! AniDj wrote: > Saya mengerti betul kekawatiran ibu Roslina. Saya juga pernah > merasakan kekawatiran2 dalam mendidik 2 org anak saya, laki2 dan > perempuan. Sekarang mereka sudah berumur 23 th dan 21 th. Sebagai > seorang ibu, saya pun tidak pernah tau kapan saya bisa berhenti > mengkawatirkan anak2 saya, mungkin sepanjang hidup saya. > Dalam hal ini saya lebih takut pada perkembangan pengedaran narkoba > ketimbang peredaran majalah porno. Yang penting dalam hal ini, adalah > pendekatan dengan anak2 kita, menjaga komukasi yang terbuka antar anak > dan ortu. Yang lebih penting dan diatas segala2nya adalah penebalan > iman anak2 kita dengan mengisi rohani mereka dengan basic agama yang kuat. > Dengan kekuatan Tuhan, anak2 kita akan terselamatkan dan terlindungi. > Semoga sharing saya ini ada manfaatnya untuk ibu Roslina. > > Salam kenal > AniDj > > > */adhie achmad <[EMAIL PROTECTED]>/* wrote: > > Wah menarik ya pandangannya bu Roslina. Ini pelajaran bagus buat > saya yg baru dikaruniai seorang bayi. > > Anyway, mengkhawatirkan kehadiran Playboy, sejujurnya tidak akan > menyelesaikan masalah pengasuhan anak. Jauh sebelum Playboy mudah > ditemukan di negeri ini, media2 yang memamerkan buah dada wanita, > dan seterusnya, juga tak kalah banyaknya, dan mudah didapat. Di > dalamnya, foto-foto perempuan yang nyaris telanjang itu > ditampilkan dengan imbuhan kalimat-kalimat yang jorok. Tapi, itu > tidak dihebohkan orang. Sehingga, tidak dianggap beresiko bagi > anak-anak. > > Aneh ya. Padahal, coba hitung berapa banyak halaman yang 'syur' di > Playboy, dan berapa kali terbit Playboy dalam satu tahun. > Bandingkan dengan media2 syur yang terbitnya mingguan, atau > gambar2 porno di situs internet yang muncul nyaris setiap jam, > bahkan mungkin menit. Kan, itu lebih berbahaya buat anak. Mengapa, > tidak ada upaya memberangusnya? > > Saya kira, FPI tidak cermat. Playboy diburu, tapi situs2 internet, > tabloid2 syur, VCD porno, dst tidak diperlakukan sama. > > salam damai, > Adhie > > > > > > > */Roslina Podico <[EMAIL PROTECTED]>/* wrote: > > Sebenarnya saya ngak mau berkomentar, maka e-mail itu saya > delete, tapi > kemudian saya berpikir ada baiknya memberi komentar seperti > subject ini. > Khusus bagi orangtua yg merasa khawatir ttg pertumbuhan para > remajanya > akibat kehadiran Play Boy saya pikir anda-anda adalah orangtua > yg belum > siap menjadi orangtua. > Alasannya: > 1. Play Boy hanyalah satu dari sejuta media yg mempamerkan > gambar-gambar > porno yg dapat diakses oleh anak-anak anda. > 2. Gambar porno hanyalah salah satu bagian dari sejuta > penyebab yg bisa > jadi merusak akhlak anak-anak anda. > 3. Sejarah segala zaman menceritakan bahwa kejahatan senantiasa > mengitari bahkan mewarnai kehidupan manusia. > > Seandainya para orangtua telah berhasil memboikot Play Boy, > apakah > menurut anda, kekhawatiran anda telah berkurang? Saya jawab :TIDAK > > Anda khawatir sebab anda memang belum siap menjadi ayah/ibu > teladan bagi > anak-anak anda. > > Suami saya dan saya, kami memang belum dikaruniai anak-anak > sendiri, > tapi kami telah diijinkan Tuhan mengasuh 3 orang anak remaja > putri. > Alhamdulillah, dua diantaranya sudah menikah dengan baik-baik. > Sepasang > di Jerman, sepasang lagi kembali ke Indonesia. Sekarang > seorang gadis > berusia 20 masih menjalani studynya bersama kami. > > Sebelum bersama kami, saya tahu sifat ketiga orang ini. > Satunya sangat > keras kepala dan sangat berani mengeluarkan pendapatnya. > Satunya lagi > adalah tukang berdandan, hoby nonton mungkin boleh dibilang > tukang > pacaran di Jogya sana. Yang ketiga adalah tomboy. Ngak pernah > pakai > rok. Salah seorang teman ngebutnya mati disempet mobil di > Sukabumi. > > Namun boleh dikatakan, kami tidak punya kesulitan menghadapi > ketiga > remaja dengan masing-masing karakternya ini. Mereka berubah > sendiri > tanpa dituding-tuding atau banyak pengarahan. Sejak mereka > menginjakkan > kaki di rumah kami dan menjadi anggota keluarga kami, nalar > mereka > mengajak mereka untuk memilih cara hidup yg paling baik bagi > mereka. > > Di Jerman bukan hanya play Boy yg ada. Musim panas, > dipantai-pantai > buatan berserak tubuh-tubuh bugil yg berjemur. Mereka saya beri > kebebasan menggunakan computer demi pengetahuan mereka. Akses > internet > tersedia di sana 24 jam/hari. Namun Alhamdulillah, seperti > saya tuliskan > di atas, mereka telah memilih memanfaatkan semuanya itu demi > kebaikan > mereka. > > Saya contohkan saja ttg penggunaan computer. Mereka melihat kami > (suami/istri) bisa membuat galerie yg menarik dan mencari > informasi yg > sehat di internet, maka merekapun belajar kearah sana. Tentang > kebersihan dan kerapian seorang wanita. Saya tidak perlu ngomong > banyak-banyak. Mereka melihat saya membersihkan rumah dan > menikmati > keindahan. Senang menerima tamu. Otomatis merekapun malu kalau > bermalas-malasan sementara kerjaannya belum beres. > > Mungkinkah, karena kami bukan ayah dan ibu yang melahirkan > mereka, > sehingga mereka lebih menghargai teladan yg kami beri? Apapun > alasannya, > kami senang sebab setiap orang yg melihat mereka, selalu > memuji bahwa > mereka adalah anak-anak yg manis dan ceria. Lebih senhang lagi > sebab > sejuta cobaan di luar sana, tidak dapat mengalihkan perhatian > mereka > untuk mencapai hidup yg mereka idam-idamkan. > > Perbuatan jauh lebih berbicara dari kata-kata mutiara. Namun > saya tidak > lupa pada satu ucapan yg kadang-kadang membantu saya yi. > "Anggaplah > setiap kesulitan itu sebagai suatu kesempatan." Kalimat ini > menurut saya > lebih tepat daripada kita selalu menghadapi kesulitan dengan > kekhawatiran. > > Salam Week End > Roslina > > > ------------------------------------------------------------------------ > No need to miss a message. Get email on-the-go > <http://us.rd.yahoo.com/evt=43910/*http://mobile.yahoo.com/mail> > with Yahoo! Mail for Mobile. Get started. > <http://us.rd.yahoo.com/evt=43910/*http://mobile.yahoo.com/mail> > > > Send instant messages to your online friends > http://uk.messenger.yahoo.com > >
