Memasak itu di masyarakat awam selalu di konotasikan dengan wanita, walaupun pada masyarakat yang sudah lebih luas pandangan hidupnya, paham ini sudah tidak terlalu valid dan bahkan koki-koki terkenal itu malah umumnya dari kaum pria, dan lebih celakanya lagi, jaman sekarang ini malah banyak wanita-wanita yang tidak bisa memasak bahkan tidak sedikit juga yang menggoreng telur ceplok pun agak bingung alias kagok bin linglung, yaaa coba deh anda cari tahu berapa banyak yang begitu hehehehe. Maklum saja, soalnya untuk makan telor ceplok banyak di antara kita yang tinggal teriak,"Neeeem, Yeeem, Miiin, Mbaaak, gorengkan telor dooong, dua gitu loh!!". hehehe. Ya, buat para ibu-ibu dan nona-nona manis. anda tidak usah marah yah, karena istri saya dulunya juga begitu, bikin telor dadar itu bingung hehehehe, dan jadilah saya itu merangkap jadi instruktur masak selama tiga bulan di awal pernikahan kami. Yaa, bukan sombong, dulu waktu jaman pramuka, regu yang yang saya pimpin pernah mendapat juara dua lomba masak tingkat penggalang, itupun karena juara satunya pake bawa kue yang afdol dari rumah, sedangkan kami murni masa sendiri dan dari bahan yang ada, tapi nggak pa pa deh, kan namanya juga lomba-lombaan. Nah, kembali soal istri-istri tadi, yaa, memang awalnya saya yang ngajarin si yayank itu untuk memasak makanan sederhana, seperti sop daging itu loh yang pake wortel kentang dipotong-potong dan dicemplungkan semuanya lalu tinggal nunggu mendidih saja. Lalu ada masak tumis-tumis, tinggal tumis bawang putih, sedikit bawang merah kalau mau, lalu sayurnya dan bisa ditambah daging terlebih dahulu air sedikit, bumbu-bumbu lalu sayurnya, dan jadilah tumis sayur plus daging ato yang lainnya. Sekarang, si yayank sudah jaaauuuh melebihi saya dalam urusan memasak walaupun memang untuk urusan bikin sate, bakar ikan tetap merupakan spesialisasi saya dan rasanya tetap enakan bakaran saya hehehehehe. Itu trade mark eh, keahlian khususlah, tapi klo masakan yang lain sih, saya udah menyerahkan ke si yayank. Dulu di awal-awalnya siiiih, si yayank pernah bilang,"Wah gue nggak bakat masak, nih!" dan lalu dia nggak semangat. Tapi saya dan ibu memberinya semangat dan bilang bahwa masak itu soal meperhatikan, mengamati dan eksperimen saja, yaa seperti masak sop itu, potong-potong lalu cemplung-cemplung, kasi garam dan sedikiit bumbu-bumbu, jadilah. Klo tumis, ya sama aja, cuma dikasi minyak dan ditumiskan sebentar biar harumm.... Tapi memang untuk bisa memasak seperti koki di restoran terkenal, Chef gitu, butuh pendidikan khusus dan tentu saja pelatihan khusus yang mungkin tidak saja membutuhkan waktu, dana dan tempat yang memadai, dan kembali sisanya adalah kerja keras dan melatih kepekaan, akan rasa di lidah, bau masakan dan tentu saja racikan bumbu. Bagi yang telah memiliki kepekeaan ini dari lahir atau dari kecil sudah terbiasa melatih, tentu tidak susah. Ya seperti saya ini yang dari kecil mengamati cara dan rasa mie, tentu tahu mie yang enak, tidak enak, dan pakai formalin atau tidak, pakai msg kebanyakan atau kaldunya alami, dengan cepat bisa terasa dan tahu.... Nah, anda mau belajar masak? belajar makan saja, dulu, yah.... 160407
Diskusi dan pertanyaan mohon di kirim ke japri;[EMAIL PROTECTED] http://www.friendster.com/isutjipto http://groups.yahoo.com/group/irwan_sutjipto/ http://www.friendster.com/group/tabmain.php?statpos=gdis&fid=303848 --------------------------------- Ahhh...imagining that irresistible "new car" smell? Check outnew cars at Yahoo! Autos.
