Tjoet Nyak Dhien Dinyatakan Pahlawan Demi Politik ???

Kalo kita merujuk kepada kriteria Sukarno bahwa yang dianggap pahlawan
adalah semua yang mati melawan Belanda, konsekuensinya, Tjoet Nyak
Dhien tidak termasuk pahlawan karena dia tidak mati dalam melawan
Belanda, melainkan dia mendapatkan uang pensiun selama hidupnya di
Sumedang hingga dia mati.

http://www.shianews.com/hi/articles/education/0000044.php

Tjoet Nyak Dhien ditangkap Belanda bukan dalam perang, melainkan
setelah perang pemberontakan yang dilakukan suaminya.  Wajar kalo
Tjoet Nyak Dhien berusaha membela suaminya yang memberontak itu. 
Membela suami tentunya tidak sama dengan pahlawan bangsa.

Tjoet Nyak Dhien diam2 ditangkap Belanda pada 8 Desember 1906, dan
dipindahkan ke Jawa untuk tinggal bersama para murid2 pesantren di
Sumedang dan dia diberi uang pensiun selama hidupnya.  Dia mengajar
AlQuran di Sumedang.  Dan akhirnya mati pada 8 November 1908.

Menurut rekayasa sejarah, Tjoet Nyak Dhien dan Suaminya dikabarkan
pernah ber-pura2 menyerah kepada Belanda yang kemudian memberi kepada
mereka kedudukan menjadi pemimpin tentara Belanda untuk mengamankan Aceh.

The Dutch were very pleased that such dangerous enemies were willing
to help them. In gratitude, they decorated her husband with a Medal of
Honor and called him "Teuku Johan Pahlawan", which means the greatest
hero. They also made her husband commander in chief of a Dutch army
unit with full authority.

Apa dasar yang bisa dijadikan kepastian bahwa suami Tjoet Nyak Dhien
hanya pura2 menyerah???  Dan mana mungkin Belanda yang penuh akal
busuknya bisa mempercayai bekas seorang pemberontak menjadi tentara
Belanda???  Apalagi, sewaktu suami Tjoet Nyak Dhien menjadi opsir
Belanda, banyak sekali orang2 Aceh katanya membenci suami Tjoet Nyak
Dhien ini.

Sadam Hussein juga dulunya kaki tangan dan boneka Amerika, apakah dia
cuma pura2 agar diangkat jadi presiden ???  Tentu saja tidak, meskipun
terbukti akhirnya dia memusuhi Amerika.

Lalu apa bedanya dengan suami Cut Nyak Dhien yang jadi opsir Belanda
dengan Sadam Hussein dalam hubungannya kerja sama dengan Amerika pada
mulanya???

Singkatnya, Tjoet Nyak Dhien baru diangkat oleh Sukarno menjadi
pahlawan se-mata2 karena berkaitan situasi politik di Aceh yang sulit
diatasi Sukarno.  Apalagi negara RI pada saat itu tidak punya dana
memadamkan pemberonakan di Aceh, sehingga pada tanggal 2 Mei 1964,
hanya setahun sebelum G30S, Sukarno mengangkat almarhum Tjoet Nyak
Dhien sebagai pahlawan wanita Indonesia.

Ny. Muslim binti Muskitawati.








Kirim email ke