You know for some people find it difficult to express their love verbally, 
often, a tender touch conveys these feelings more directly than words.
  Its an instinctive human response to embrace a person as a gesture of 
affection, to take a hold of the hand to comfort, or to soothe away pain with a 
gentle rub, the way you touch is very important because it communicates your 
loving feelings.
  A little TLC goes a long way, when I visited my homeland a few days ago I 
still remembered how my little affections lifts the burden off some people 
lives, as usual every year my sisters and I will purchase tons of rice untuk 
orang2 miskin terutama janda2 tua di desa, mereka antri utk mendapatkan bagian 
nya, setiap orang biasanya mendapat 10 kilo beras dan sedikit uang utk membeli 
lauk pauk nya, entah sudah berapa jumlah wanita2 tua ini berada di luar saung 
saya dalam antrian, saya sendiri tidak ikut sibuk karena saya pikir lebih baik 
saya belajar dan menyelesaikan test2 study yg saya bawa dari America, kedua 
sisters sibuk diliuar dan saya bisa mendengarkan suara2 gemuruh dalam bahasa 
sunda diluar, kadang2 saya sempet tersenyum sendirian karena ucapan2 mereka 
terdengar sangat kocak... " aduuh....kalau bisa mah omie ini ulah sinah balik 
deui ka negri kulon neng, supaya unggal poe bisa tuang asin..." gitu katanya ( 
aduh kalau bisa kita jgn biarkan omie pulang ke negri kulon
 , maksudnya negri bule kali...supaya kita bisa makan sama ikan asin tiap 
hari)...gitu kira2.
  Ada bebarapa wanita tua yg meminta utk bertemu saya, saya dengar kakak cewe 
saya berkata " neng omie nya sedang belajar dulu..nanti aja deh.." saya 
menguping terus pembicaraan mereka diluar yg hanya dipisahkan oleh dinding 
bilik dgn saya, lama2 saya gak tega akhirnya saya keluar juga dan langsung 
dikerubuti ibu2 tua ini, saya memeluk mereka satu persatu..ada yg menangis dan 
terpaksa saya hrs bawa kedalam dan mencoba utk bertanya secara private " kunaon 
nangis? tanya saya (kenapa menangis?).
  " aduh neng...belum pernah ada org yg perduli sama nini seperti ini, setiap 
neng pulang kedesa hati nini bungah sekali (senang sekali) tanpa dikasih beras 
dan apa2 juga nini bungah kalau melihat neng datang..."
  saya memeluknya semakin erat, tubuh rapuh kurus dibalut kulir keriput tinggal 
tulang ini seperti akan remuk dalam dekapan saya....saya memejamkan mata 
saya..saya bisa merasakan betapa kehidupan sudah merampas kasih sayang 
manusia..mereka bukan saja lapar makan, mereka juga lapar kasih sayang....
   
  Seorang wanita tua dengan ter bunkguk2 menyalami saya...jari2 tangan nya 
membengkak kemerahan direjam rheumatoid arthritis..tentunya sakit sekali tetapi 
nampaknya dia tak perduli, saya mengelus tangan nya halus " sakit ya ?"
  si nenek mengangguk tanpa minta dikasihani, saya berikan sebotol aspirin " 
ini utk sementara kalau sakit, bila habis pergi ke puskesmas minta obat yg sama 
okay ?"
  Satu persatu wanita2 tua yg sudah janda dan hidup miskin ini mendapat 
sentuhan, pelukan dan ciuman saya...beras dan uang yg mereka peroleh seperti 
tak bermakna tanpa kasih yg bisa saya perlihatkan...
   
  Suatu hari, bila waktunya saya tua dan hidup seperti mereka, munkginkah akan 
muncul seorang yg akan mengelus rasa nyeri ditulang saya? mengusir rasa sepi yg 
menguliti jiwa saya? menghapus air mata yg bersembunyi diam2 dipelupuk keriput 
saya? menyendok kan bubur ke mulut saya? membaringkan tubuh ringkih saya dalam 
pembaringan yg nyaman? 
  Semoga kehidupan bertambah baik bagi semua manusia, mengembalikan rasa kasih 
yg nyaris hilang dari kalbu, membuat kita bisa mencintai dan melindungi mereka 
generasi2 renta disekeliling kita.
   
  salam
  omie
   
   
   
   
   

       
---------------------------------
Yahoo! oneSearch: Finally,  mobile search that gives answers, not web links. 

Kirim email ke