Kasihan ya,liat orang2 yg nggak bisa menghargai atau respect dengan agama orang
lain !
Ya kasihan..karena mereka nggak melihat apa yg mereka lakukan, gimana
rasanya kalau diperlakukan seperti itu...(Udah pasti di jamin pasti nggak
terima)
mungkin ini salah satu contoh orang2 yang tidak bisa menghargai Keragaman !
Sunny <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
http://www.indomedia.com/bpost/052007/21/b-bungas/bungas1.htm
Warga Bubarkan Tempat Peribadatan
BANJARMASIN, BPOST - Puluhan warga Muslim di kawasan Jalan Brigjen H Hasan
Basri Kayutangi Ujung, Banjarmasin Utara, Sabtu (19/5) pukul 11.00 Wita
mendatangi kantor eks Tanjung Selatan (TS) untuk membubarkan warga Nasrani yang
tengah khusuk melakukan peribadatan.
Ratusan warga tersebut berusaha masuk ke dalam gedung, namun dihadang oleh
sejumlah petugas termasuk aparat kepolisian Polsekta Banjarmasin Utara untuk
menghindari hal yang tidak diinginkan.
Perundingan pun dilakukan, setelah sebelumnya sempat saling ngotot. Umat
Nasrani menyatakan berhak melaksanakan ibadahnya di tempat tersebut.
Perwakilan warga Muslim di Kayutangi, Gajali ditemani Ketua RT setempat yang
terhimpun dalam pengurus Mesjid di Kayutangi akhirnya menemui tokoh umat
Nasrani, Drs Y Idum.
Dalam pertemuan tersebut akhirnya disepakati, umat Nasrani tidak lagi
menggunakan kantor eks TS untuk kegiatan kebaktian dan peribadatan. Apabila di
kemudian hari kembali terulang, Idum menyatakan bersedia dituntut sesuai hukum
yang berlaku dan kantor tersebut siap disegel dan ditutup.
Gajali mengungkapkan, sudah sejak tahun 2005 lalu tempat tersebut dijadikan
sebagai tempat peribadatan umat Nasrani. Warga setempat sudah beberapa kali
mengingatkan dan bahkan sudah pernah dilakukan pertemuan, termasuk dengan pihak
kepolisian.
"Tapi mereka tidak pernah mau mendengar, dan masih saja menggunakan tempat
tersebut sebagai tempat ibadah mereka," ujarnya.
Masih menurut Gajali, masalah ini pernah dibawa ke Wali Kota Banjarmasin,
namun tidak pernah ada tanggapan. "Kita sudah hilang kesabaran, makanya kita
datangi dan minta secara langsung agar tidak lagi dipergunakan," terangnya.
Menurutnya, warga memilih melakukan perundingan dan menghindari perbuatan
anarki dalam menyelesaikan masalah tersebut. "Kita hindarkan perbuatan seperti
itu, apalagi di sini kita membela agama Islam, makanya kita pilih jalan damai
saja," tutur Gajali.
Dikatakannya, kalau di kemudian hari mereka tetap beribadah di bekas kantor
TS tersebut, warga akan menurunkan massa lebih besar lagi. dua
---------------------------------
Boardwalk for $500? In 2007? Ha!
Play Monopoly Here and Now (it's updated for today's economy) at Yahoo! Games.