Mari kita sudahi saja diskusi soal jilbab yang tak akan memberikan 
manfaat positif bagi kemajuan negeri ini baik di masa kini maupun di 
masa depan. Jilbab adalah produk sebuah keyakinan dan budaya ciptaan 
masa lalu yang akan selalu dipermasalahkan di masa kini - sebuah 
benturan peradaban.

Bagi saya, silakan saja kaum perempuan pakai jilbab, asalkan mereka 
tidak memaksa kaum perempuan lainnya untuk juga mengenakannya. Misal 
dengan sindiran, "Oh kamu pasti belum mendapatkan hidayah seperti 
saya karena belum berjilbab."

Saya tak anti jilab. Beberapa teman perempuan saya ada yang 
berjilbab, banyak juga yang tidak berjilbab. Isi otak kaum perempuan 
yang berjilbab juga tak seragam kok. Ada yang pinter ada yang pas-
pasan saja, ada yang moderat, sosialis, kiri, kanan, tengah, kaya, 
miskin, dan juga ada beberapa yang puritan. Nah, yang suka ribut 
jelas termasuk mereka yang puritan. Islam itu warna-warni, harus 
kita akui. Kalau ada yang mengklaim Islam itu satu jelas bohong, 
karena tak sesuai dengan kenyataan.

Kemarin saya lihat foto dari Bloomberg, ada sebuah acara World 
Economic Forum yang digelar di Laut Mati, Jordania. Begitu modisnya 
Ratu Rania yang tak berjilbab. Rambutnya panjang tergerai. Begitu 
juga istri PM UAE bernama Putri Haya yang juga tak berjilbab - 
apalagi berburka yang cuma kelihatan mata. Jadi silakan Anda nilai 
sendiri, sudah lebih Arabkah kita dari orang Arab itu sendiri? 







--- In [email protected], Adiati <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> sebetulnya jilbab itu suatu KEHARUSAN atau KEWAJIBAN atau bukan 
sih untuk wanita Muslim ?
>   Bukannya juga merupakan suatu PILIHAN pemakai masing2?
>   Maaf..jangan merasa tersinggung kalau saya menulis terlalu 
blak2an..
>   saya kira kalau Jilbab adalah suatu KEHARUSAN atau si pemakai  
merasa memakai karena HARUS...apakah tidak bertentangan antara Image 
dan hasrat atau nurani?
>   buat saya pribadi, memakai jilbab itu kan berarti juga 
menyandang Image positif atau baik bukan ? sekarang gimana misalnya 
seseorang di wajibkan ,misalnya ambil contoh pelajar seperti yg di 
tuliskan Mbak Omie, lalu kita terang2an aja nih yaaa..pelajar atau 
ABG jaman sekarang jamannya kan lain dari jaman 80an,dalam arti 
pergaulan yg lebih bebas juga bisa terjadi diluar sekolah dan 
rumah..sekarang kalau mereka harus atau wajib memakai jilbab,
>   lalu dalam pergaulan melenceng..apa nggak jadi menumbuhkan 
perilaku munafik,namanya?
>   soalnya saya punya pengalaman liat mata kepala sendiri..anak 
kenalan saya dari rumah pakai Jilbab ke sekolah, di jalan di lepas, 
sampe sekolah di pakai lagi...pulang sekolah dilepas sampe mau masuk 
dalam rumah di pakai lagi, kok bisa beberapa bulan kemudian ada 
rame2 dia kecolongan hamil akibat pergaulan seks dengan pacarnya, 
sementara semua yg mengenal dia kan melihat dan menilai dia terlihat 
berkesan alim karena berjilbab? nah sekarang siapa nih yg jadi 
kecolongan kalau sudah begini?
>   lalu kalau untuk berolah raga ya mungkin bisa dengan jilbab tapi 
dalam design2 sportif yg khusus yg tidak menghambat, Tapi kalau 
sampai berenang juga musti pakai jilbab, maaf..agak terlalu over 
reacted deh kayaknya, ya mending ganti pake topi renang karet kan 
nggak ada bedanya juga toh ?
>   saya tidak anti jilbab,tapi saya mengira kalau kita memutuskan 
memakai jilbab bukan hanya jilbab yg kita sandang, Tapi juga 
perilaku dan akhlak yg menjadi image sandang kepribadian.......dan 
jilbab itu adalah suatu pilihan pemakai dan bukan karena 
paksaan,keharusan atau kewajiban !
> 
> ati gustiati <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>             Berjilbab can be stylish dan mempercantik raut wajah 
wanita, saya sudah lihat para artist indonesia yg memakai jilbab spt 
marisa haque, neno, mereka cantik2, cuman sayangnya di Indo itu 
anak2 sekolah terutama sekolah negri diwajibkan berjilbab putih dgn 
model yg membosankan, kepalannya jadi kayak penguin semua, gimana 
ya..apa bisa kita cari model yg lebih enak dilihat gitu ?, kasian 
anak2 ini jadi kehilangan style mereka, ponakan saya si Imel selalu 
ranking pertama setiap tahun, pintar luar biasa, tomboy dan cantik 
selalu mengeluh karena hrs pake jilbab dan rok sepanjang 
lutut...aduduhh kasian sekali, mana sekolahnya gak ada AC nya lagi, 
ini enggak practical dan gak nyaman....just want to say keep it 
real, thats all.
>    
>   Setau saya juga jilbab bukan hanya dipakai oleh kaum muslimah, 
musim dingin di America banyak wanita membungkus kepalanya dengan 
selendang wool seperti jilbab, kalau memakai jilbab utk special 
occasion saya pikir bagus2 saja, kalau mau jadi atlit spt pak Danar 
bilang ya susah ya...jilbabnya terpaksa hrs dilepas kalau mau renang 
atau mau ski apalagi mau tenis dgn gerakan dinamis dan energik bisa 
melayang kebawa angin atuh pak ....atau malah nyangkut di net, aih 
aya2 wae...
>    
>    
>   salam 
>   omie
>    
>   
>  
>    
>    
>    
>   RM Danardono HADINOTO <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>   --- In [email protected], "Nur'Aini.B.Prapdanu" 
> wrote:
> >
> > Assalamulalikum wr, wb, 
> > 
> > 
> > Saudaraku , ingin tahu keanggunan berjilbab coba lihat dan simak 
> di Majalah Anggun No 24 edisi Vol 2 Mei 2007 hal 86 - 89, Jilbab 
> bukan merupakan hambatan dalam berkarir dan beraktifitas , malah 
> yang bersentuhan dgn brand image yang bertaraf Internasional 
> sekalipun bisa menerima Jilbab. 
> > 
> > Selamat membaca.
> > 
> > salam, 
> > Nuraini
> >
> 
> 
> Bagaimana dengan para athlet wanita dalam cabang sport renang, 
> atletik, ski, ice skating, dan cabang cabang lainnya dalam 
> gelanggang Olympiade?
> 
> 
> 
> Web:
> http://groups.yahoo.com/group/mediacare/
> 
> Klik: 
> 
> http://mediacare.blogspot.com
> 
> atau
> 
> www.mediacare.biz
> 
> ====================
> Untuk berlangganan MEDIACARE, kirim email kosong ke:
> [EMAIL PROTECTED]
> 
> Yahoo! Groups Links
> 
> 
> 
> 
>     
> ---------------------------------
>   Looking for a deal? Find great prices on flights and hotels with 
Yahoo! FareChase.  
> 
>          
> 
>        
> ---------------------------------
> Yahoo! oneSearch: Finally,  mobile search that gives answers, not 
web links.
>


Kirim email ke