Dear bang Bobby, Fachry Hamzah memang telah mengaku, karena beliau cukup dekat dengan Rochimin Dahuri, dalam rangka yayasan yang dibinanya. Namun saya pribadi melihat, kalau kita punya aktivitas sosial, adalah hak kita untuk meminta bantuan dari siapapun, biasanya dengan memasukkan proposal ke pihak-pihak yang kita kenal, dan tentunya kita jarang mengetahui dari mana sumber dana dari setiap donatur yang menyetujui proposal kita. Seperti misalnya beberapa organisasi kemahasiswaan (beberapa tercatat menerima dana DKP), yang juga sering meminta proposal kepada link-link yang mereka punya, bagi saya itu wajar-wajar saja, karena mahasiswa juga tidak sampai begitu detailnya mengetahui, mana dana yang boleh mereka terima mana yang tidak, karena secara umum mereka melihat bahwa pemerintah seharusnya membantu kegiatan-kegiatan masyarakat, dan pemahaman umum mengatakan bahwa seharusnya di setiap departemen ada anggaran-anggaran untuk membantu kegiatan-kegiatan sosial.
Kembali ke Fachry Hamzah, apalagi sudah jelas, bahwa beliau telah mengembalikan dana yang beliau pinjam, dan bahkan memiliki bukti kwitansi pengembaliannya, justeru saya kira bukan Fachry Hamzah yang harusnya disudutkan, tapi para politisi yang sudah mengetahui jalur dana mana yang boleh dan mana yang tidak, tapi kemudian ia menggunakan jalur dana yang tidak boleh digunakan bahkan untuk kepentingan motif kekayaan pribadinya. Mungkin itu kabar dari Aktivis Reformasi. To bang Susanto Aji, tentang apakah dana itu boleh dipinjamkan atau tidak, seharusnya abang tidak bertanya ke PKS, salah alamat itu. Bertanyalah kepada pemberi dana, karena siapapun pasti membutuhkan dana untuk kegiatan-kegiatan social yang dilakukannya. To Ratno Santo, sama. DKP ya jelas bukan milik PKS, lah wong, di dalam daftar itu kan bukan PKS doang, dan itupun bukan PKS sebagai institusi tapi lihat penjelasan saya di atas. Jadi, seharusnya sobat-sobat disini, bisa lebih detail dulu memaknai setiap persoalan, dan tidak karena PKS lantas dihujat rame-rame. Tapi saya yakin, kader-kader PKS di sono, memahami, mengapa mereka yang paling dihabisin disini, karena memang PKS lah harapan terakhir penerus bangsa ini di masa depan. J Salam, --wqs
