Berbahagialah Akbar Tanjung, karena tidak diajak lagi membangun kader-kader
Orba untuk meneruskan dominasinya di negara ini. Memang perih dihati ketika
"habis manis sepah dibuang". Namun Akbar dapat juga dalam waktunya yang agak
senggang memikirkan apa saja yang telah dikerjakan oleh kader-kader Golkar-Orba
selama berpuluh tahun ini untuk menterpurukan Indonesia.
DM
Sunny <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
http://www.jawapos.co.id/index.php?act=detail_c&id=286470
Rabu, 23 Mei 2007,
Akbar Mulai Ditinggalkan Partai Golkar
Tak Diundang dalam Acara SOKSI
JAKARTA - Akbar Tandjung, politisi senior Golkar, mulai dipinggirkan para
mantan dan murid politiknya. Mantan orang nomor satu di partai berlambang
beringin itu tidak masuk dalam daftar puluhan narasumber yang diundang dalam
acara Pendidikan Politik Kader Bangsa (P2KB). Acara tersebut akan
diselenggarakan Sentral Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia (SOKSI),
organisasi di bawah Partai Golkar yang pernah dibesarkannya.
P2KB akan diselenggarakan pada 20-26 Juni 2007 di Graha Insan Cita Depok, Jawa
Barat. Acara itu akan dibuka Ketua Umum Partai Golkar Jusuf Kalla. Kalla akan
didampingi Ketua Dewan Pimpinan Nasional SOKSI Syamsul Muarif serta Ketua Dewan
Penasihat SOKSI Suhardiman.
Sebanyak 54 tokoh nasional akan menjadi narasumber dalam acara tersebut.
Mereka, antara lain, Muladi, Andi Matalatta, dan Cosmas Batubara. Dari luar
orbit Golkar ada nama Tyasno Sudarto, Syafii Maarif, Hendropriyono, Makarim
Wibisono, Bagir Manan, dan Sri Mulyani. Nama Akbar yang kini menjabat ketua
Dewan Pembina Barindo (Barisan Indonesia) tidak tercantum baik sebagai tamu
undangan maupun pembicara.
Ketua Panitia Pengarah (Steering Committee) P2KB Ali Wongso Sinaga mengatakan,
tidak ada alasan khusus mengapa Akbar Tandjung tidak diundang dalam acara
tersebut. "Ya, memang tidak diundang saja," katanya dalam jumpa pers tentang
P2KB di Jakarta kemarin. Salah seorang ketua DPP Partai Golkar tersebut
menegaskan, tidak diundangnya Akbar tidak ada hubungan dengan inisiatifnya
mendirikan Barindo.
P2KB tidak hanya dikhususkan untuk anggota SOKSI dan organisasi masyarakat di
bawah Partai Golkar. Sebab, acara tersebut akan dihadiri wakil dari Kosgoro
1957, AMPI, MKGR, NU, Muhammadiyah, ICMI, GMNI, HMI, PMKRI, GAMKI, dan sejumlah
organisasi profesi seperti Federasi Serikat Pekerja, Kadin, Hipmi, HKTI, dan
PWI. Akbar Tandjung dikenal sebagai mantan ketua DPP AMPI, PB HMI, dan turut
mendirikan kelompok Cipayung yang terdiri atas GMNI, PMKRI, PMII, dan HMI.
Tujuan P2KB adalah mencipta kader-kader baru berkualitas yang mempunyai
integritas dan kompetensi mumpuni. Akbar merupakan tokoh senior Golkar yang
sangat mumpuni dalam bidang pengaderan. Karena itulah, wartawan sempat bertanya
atas tidak dicantumkannya nama Akbar dalam acara tersebut. "Kami tidak lupa
dengan Akbar, tapi memang dalam hal ini beliau tidak diundang," tambah Wakil
Ketua Steering Committee Ade Komarudin.
Dalam rangkaian tujuh hari P2KB, sejumlah agenda nasional akan dibahas.
Misalnya, kegagalan partai dalam melakukan fungsi pengaderan dan wacana
amandemen UUD 1945 jilid kelima. "Memang terlalu pagi kalau kita katakan parpol
gagal dalam mencetak pemimpin nasional. Tapi, ini merupakan warning bagi parpol
agar segera berbenah dan melakukan introspeksi," tandas Ali Wongso.(cak
---------------------------------
Get the Yahoo! toolbar and be alerted to new email wherever you're surfing.