Sebenarnya kalo ditanya
sapa yg salah?
Sapa yg benar?
Jawaban jujur adalah semua pihak salah!

Kalo kita mau jujur dan melihat permasalahan ini dari segala sudut,
maka kita akan menemukan fakta:
1. TNI/polri maupun semua bagian pemerintah telah dari dulu blm bisa
menghilangkan sikap arogan, serta sadar bahwa mrk adalah pelayan
masyarakat.

2. Byk dr rakyat kita yg meninggali tanah org yg tidak dipakai, lalu
lama kelamaan merasa itu adalah milik mereka.

3. Byk dari rakyat kita yg memang sering memanfaatkan keadaan dgn
memperkeruh keadaan sehingga menekan pihak2 terkait. Mungkin ini
dikarenakan kelamaan nganggur.

4. Kadang rakyat sendiri melakukan kebrutalan tapi kalo sudah ditindak
keras petugas malah merengek rengek dgn alasan dianiaya, pelanggaran
HAM dll.

5. Pihak mahasiswa kita bukan membereskan hal ini, malah makin bikin
ruyam dgn bikin demo dll. Apa sih gunanya demo ini? Apa gunanya usaha
mengusir wapres yg berkunjung? Bukan malah hal itu menunjukkan
masyarakat kita itu tdk bs menghormati pemerintah yg mrk pilih?
Bukankah lebih baik mereka mengusahakan bantuan kesehatan ataupun
perdamaian diantara kedua belah pihak? Hal ini lebih berguna bukan!?!

6. Pihak DPR yg malah memanfaatkan kejadian utk mendapat simpati palsu.

Kalo ini terjadi terus, dimana semua pihak tdk ada yg mau merendahkan
hati, maka tidak tertutup kemungkinan terjadinya kerusuhan massal yg
lebih parah dr thn 1998 yg bisa jadi akan menjadikan Indonesia sebagai
Timur Tengah kedua. Dimana peperangan tanpa henti.
Apakah kita memang menginginkan hal ini terjadi??

Salam

On 6/1/07, malamkomunitas <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> selain 2 orang ibu tersebut yang sedang memasak,
> seorang korban yang luka parah adalah bocah berusia 4 tahun (mungkin
> seumuran dengan anak bung Yoga?) dengan luka tembak di dada..
>
> dikutip dari kompas:
> "Kemudian para oknum tentara itu gelap mata. Mereka menembaki rumah
> warga. Beberapa ibu-ibu yang sedang memasak dan memotong ketela
> pohon di luar rumah ikut ditembaki. Seorang ibu bernama Mistin (25)
> yang sedang menggendong anaknya Khoirul (4) ikut tertembak dan
> langsung meninggal, sedangkan anaknya yang juga terkena tembakan di
> dada kanan dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah Sjaiful Anwar di
> Malang."
> http://www.kompas.co.id/kompas-cetak/0705/31/utama/3568947.htm
>
> bung yoga, mending cari tau, baca berita, cari informasi dulu deh
> daripada bikin pembenaran yg katanya logis, tetapi malah jadi
> terlihat seberapa kadar ke-logis-an anda..
> mungkin untuk membantu berpikir lebih logis, coba bung yoga
> bayangkan ketika istri anda lagi masak sambil menggendong balita
> anak anda, tau2 meninggal ditembak tentara! apakah anda masih
> akan "membela" tentara yg kemudian beralasan membela diri?
>
> --- In [email protected], "Dian Kartika Sari" <[EMAIL PROTECTED]>
> wrote:
> >
> > o alah....panjang amat rasionalisasinya.
> > Dari jumlah korban meninggal, dua diantaranya perempuan.
> > Satu diantara dua perempuan itu hamil 4 bulan.
> > Satu lagi perempuan yang sedang menggendong balita usia 3 tahun.
> >
> > seberapa sih kekuatannya perempuan yang hamil 4 bulan atau bayi
> yang umurnya baru 3 tahun.
> >
> > Kenapa dia yang ditembak ????
> >
> > salam
> > dian
> >
> >
> >   ----- Original Message -----
> >   From: Yoga
> >   To: [email protected]
> >   Sent: Thursday, May 31, 2007 8:43 PM
> >   Subject: Re: [mediacare] marinir tewaskan empat rakyat jelata
> >
> >
> >
> >   Bukannya membela TNI atau apalah... cuma mo memandang pada pola
> pikir saja...... Saya berpikir logis saja sih.... terlepas dari
> persoalan dibelakang ini semua...
>
> --- CUT ! dasar antek aparat keparat militer bangsat tni anjing tai
> kucing ---
>
>

Kirim email ke