>From my blog :)
   
  http://afeministblog.blogspot.com/2007/03/killing-and-suicide.html
   
  There is one interesting article in the local newspaper several days ago, 
related to my article on the tendency of women to kill their children and then 
commit suicide I posted here. I entitled it “Three Recent Cases in Indonesia”.
There is one interesting phenomenon to ponder: there is a clear difference on 
the reason why men and women kill some other people before they commit suicide. 
Apparently men and women choose different victims to kill: men kill people whom 
they think rob their happiness, pride, and self esteem; while women kill people 
whom they think will suffer most after they commit suicide. 
The “temptation” to commit suicide is of course because victims feel that they 
no longer can endure their “pain”, their depression due to problems accumulated 
in their lives. The reasons recognized are different: men’s reason is mostly 
related to their jobs; while women’s is mostly related to their familial 
problems. 
One case taken as an example is a policeman shot his superior for transferring 
him to a smaller town. After that, this policeman committed suicide. He might 
have thought that his pride and self-esteem would decline because he was 
transferred to a smaller area. It hurt his pride as a man? Why didn’t he just 
commit suicide without killing anybody? He did not want to see the one who made 
him lose his dignity as a man alive safe and sound. 
For women, the writer of the article took one case of a woman who killed her 
four little children, and then committed suicide. It was predicted that she had 
big financial problems while her husband was away and not easily accessible. 
This particular woman might have thought that nobody would take care of her 
children after she committed suicide. Therefore, in order not to make her 
children suffer more, she decided to kill them all. After death, no more 
misery, no more problems. 
Another interesting finding is that women get depression more often than men. 
The comparison is about 3:1 (according to the writer of the article, based on 
patients coming to his clinic). However, women tend to be able to cope up with 
their depression much better than men do. When coming to suicide as the 
“solution” to end their misery, the comparison is on the contrary—men commit 
suicide three times more often than women do. 
PT56 310307

Sitogog <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
  OOhhh sangat tragis !!
Disayangkan bhw Pengadilan Negri tidak tahu sblm -nya akan maksud Si Ibu -
Perempuan Depresi ini . JIKA Mereka tahu sebelumnya - kan bisa memohon pd
Si Ibu tsb
untuk menukar ke 4 anak perempuannya - dng Para Koruptor Kakap yg banyak
jumblahnya dinegri ini......... 

-------Original Message-------

From: sumarsastrowardoyo
Date: 30.5.2007 23:38:31
To: [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]
Subject: #sastra-pembebasan# PEREMPUAN DEPRESI JADI PEMBUNUH.

Banjarmasin Post


Thursday, 31 May 2007 03:05


--------------------------------------------------------

PEREMPUAN DEPRESI JADI PEMBUNUH
4 Anak Kandung Digantung di Kloset

Gilberta Estrada tewas gantung diri. Tapi 
dia tidak sendiri. Perempuan berusia 23 tahun yang depresi itu juga 
menggantung empat anak perempuannya. Untung seorang balitanya 
berusia delapan bulan selamat dari kematian.

Peristiwa yang menghebohkan ini terjadi di 
Hudson Oaks, Texas, Amerika Serikat, Rabu (30/5). Kejadian ini 
diketahui setelah saudara perempuan tersebut mendatangi tempat 
tinggal Estrada, karena perempuan itu tidak masuk kerja. 

Ketika didatangi, kediaman Estrada dikunci 
dari dalam. Sehingga saudaranya harus mendobrak pintu. Betapa 
terkejutnya dia ketika melihat Estrada dan empat anaknya tergantung 
di kloset trailer. Mereka gantung diri dengan ikat pinggang dan 
potongan kain. Namun seorang bayi diketahui masih hidup sehingga 
langsung dilarikan ke rumah sakit.

"Ini mengerikan. Cuma itu yang bisa saya 
katakan," kata Sheriff Larry Fowler. Kepolisian meyakini kejadian 
ini sebagai bunuh diri. Sebabnya, pintu dikunci dari dalam. 

Sang bayi masih dirawat di Rumah Sakit Fort 
Worth. Kondisinya mulai membaik. Namun nyawa tiga anak lainnya yang 
masing-masing berusia lima tahun, tiga tahun, dan dua tahun tak 
tertolong lagi.

Para tetangga tidak mengira Estrada tega 
membunuh anak-anaknya sendiri. Apalagi selama ini Estrada terlihat 
seperti ibu yang baik dan perhatian pada anak-anaknya.

"Saya yakin dia ibu yang baik. Anak-anaknya 
selalu bersih dan sering bermain-main di luar. Dia kelihatannya 
berdedikasi sekali," kata pasangan suami istri, Vicky Montgomery dan 
Richard Lamb yang bermukim di dekat trailer yang menjadi tempat 
tinggal Estrada dan keempat anaknya.

"Dia selalu membawa anak-anaknya ke bus 
sekolah di pagi hari dan selalu menyiapkan makan siang untuk 
mereka," tambah Richard.

Menurut seorang kerabat, Estrada yang telah 
bercerai dari suaminya itu menderita depresi. "Untuk menghidupi anak-
anaknya, di bekerja di sebuah restoran cepat saji lokal," ujarnya.

Sejumlah pembunuhan anak yang dilakukan ibu 
kandung telah terjadi di Texas beberapa tahun belakangan. Kurang 
dari 4 tahun silam, Dee Etta Perez, perempuan berusia 39 tahun 
menembak mati tiga anaknya yang berusia 4, 9 dan 10 tahun sebelum 
membunuh dirinya sendiri.

Andrea Yates menenggelamkan lima anaknya di 
bak mandi keluarga pada 2001. Pada 2003, Deanna Laney memukuli dua 
putranya yang masih kecil dengan batu hingga tewas. Pada 2004, Dena 
Schlosser membunuh bayi perempuannya yang berumur 10 bulan dengan 
pisau dapur. 

Di Indonesia juga terjadi. Pada 2006, di 
Bandung, seorang ibu di Bandung tega mencekik tiga anak hingga 
tewas. Tahun 2007, seorang ibu di Jogjakarta nekat membakar diri 
bersama dengan dua anaknya. Ketiganya pun tewas terpanggang. dtc/smh






[Non-text portions of this message have been removed]



~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Diharapkan Member Milis saling berinteraksi dengan baik dan harmonis.
Dalam suasana kekeluargaan, santai, tidak harus formal, tidak saling menghujat 
dan tidak diskriminative.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~ 
Yahoo! Groups Links






Minds are like parachutes, they only function when they are open. 
  (Sir James Dewar)
visit my blogs please, at the following sites
http://afemaleguest.blog.co.uk
http://afeministblog.blogspot.com
http://afemaleguest.multiply.com

THANK YOU
Best regards,
Nana


       
---------------------------------
Sick sense of humor? Visit Yahoo! TV's Comedy with an Edge to see what's on, 
when. 

Kirim email ke