05/06/2007 15:45 WIB 

Alquran 2 Abad Ditulis Raja Tidore dengan Penuh Cinta

Ramadhian Fadillah - detikcom

 

Jakarta - Raja Tidore, Sultan Abdullah Qadi Abus Sallam, terkenal gigih
melawan penindasan Belanda. Karena perlawanannya, dia ditangkap dan dibuang
ke Robben Island, Cape Town, Afrika Selatan pada 1765 lalu.

 

Di negeri barunya ini, Sultan Abdullah Qadi Abus Sallam tetap berjuang. Dia
menyebarkan ajaran Islam dan mendapat julukan baru sebagai Tuan Guru.

 

"Berdasarkan ingatannya yang kuat dan dengan kecintaannya yang sangat
mendalam, beliau menulis Quran dengan tangannya," kata Abu Bakar Aburouf.

 

Keturunan keenam Sultan Abdullah Qadi Abus Sallam tersebut menceritakan
tentang leluhurnya itu saat melaporkan hilangnya Alquran yang ditulis Sultan
Abdullah 240 tahun lalu di Kedubes Afsel di Gedung GKBI, Jalan Jenderal
Sudirman, Jakarta, Selasa (5/6/2007).

 

30 Juz isi Alquran ditulisnya di lembaran berukuran 30 x 41 cm. Alquran
setebal sekitar 12 cm itu lalu dibalut dengan sampul dari kulit berwarna
coklat. 

 

Alquran tersebut dipakai Sultan Abdullah sebagai sarana menyebarkan ajaran
Islam. 

 

"Alquran itu diwariskan secara turun temurun dalam keluarga saya. Ini Quran
pertama yang ditulis tangan di Afrika Selatan dan nilainya sangat berarti
bagi kami," Abu Bakar yang ditemani istrinya, Adela Aburouf.

 

Dari penelusuran di sejumlah website, Sultan Abdullah Qadi Abus Salam lahir
di Tidore pada 1731. Dia wafat pada tahun 

1804 dan dimakamkan di wilayah Bo Kaap. 

 

Tidak hanya menulis Quran pertama, dia juga mendirikan madrasah pertama di
tahun 1793, memprakarsai pelaksanaan salat Jumat untuk pertama kalinya di
Afsel, mendirikan mesjid yang pertama, dan orang yang pertama membangun
pemakaman bagi warga muslim di negara tersebut.

(umi/nrl)

 

Source :
http://www.detiknews.com/index.php/detik.read/tahun/2007/bulan/06/tgl/05/tim
e/154546/idnews/789630/idkanal/10

 

 

 

05/06/2007 15:12 WIB 

Pemerintah Afsel Imbau Penemu Alquran 2 Abad Lapor ke Kedubes

Ramadhian Fadillah - detikcom

 

Jakarta - Pemerintah Afrika Selatan (Afsel) lewat perwakilannya di Jakarta
meminta masyarakat Indonesia membantu menemukan Alquran berumur 240 tahun
warisan Raja Tidore, Sultan Abdullah Qadi Abus Sallam.

 

Imbauan itu disampaikan Konselor Politik dan Perdagangan Kedubes Afsel Mike
Mambukwe usai menerima laporan Abu Bakar Abdurouf di Kedubes Afsel, Gedung
GKBI, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Selasa (5/6/2007).

 

"Pihak kedutaan mengimbau pada siapa pun yang menemukan Quran itu untuk
menyerahkannya pada Kedubes Afsel," imbau Mike.

 

Namun Mike mengaku tidak keberatan jika penemu Alquran itu menitipkannya ke
kantor-kantor media masa, di mana dia merasa nyaman menitipkan Quran ini.
"Nanti pihak kedutaan akan menjemputnya," kata dia.

 

Abu Bakar Abdurouf adalah keturunan keenam Sultan Abdullah Qadi Abus Sallam
yang dibuang Belanda pada tahun 1765 ke Robben Island, Cape Town, Afsel.

 

Alquran yang ditulis tangan Sultan Abdullah itu hilang pada Maret 2006, saat
Abu Bakar tengah berupaya mencari garis keturunannya di Tidore. (umi/nrl)

 

Source :
http://www.detiknews.com/index.php/detik.read/tahun/2007/bulan/06/tgl/05/tim
e/151200/idnews/789594/idkanal/10

 

 

 

05/06/2007 14:34 WIB 

Alquran 2 Abad Raib, Ahli Waris Raja Tidore Lapor Kedubes Afsel

Ramadhian Fadillah - detikcom

 

Jakarta - Syeikh Abu Bakar Abdurouf kehilangan Alquran yang sudah berumur
240 tahun. Alquran itu merupakan Alquran pertama di Afrika Selatan yang
ditulis tangan oleh Raja Tidore, Sultan Abdullah Qadi Abus Sallam.

 

Sultan Abdullah Qadi Abus Sallam adalah Raja Tidore yang dibuang Belanda ke
Robben Island, Cape Town, pada tahun 1765.

 

Abu Bakar kehilangan Alquran itu saat berkunjung ke Jakarta untuk pertama
kalinya Maret 2006 lalu.

 

"Saya baru lapor sekarang, karena saya baru punya uang untuk bisa kembali
lagi ke Indonesia," ungkap Abu Bakar saat melapor di Kedubes Afsel di Gedung
GKBI, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Selasa (5/6/2007).

 

Saat melapor, Abu Bakar didampingi istrinya, Adela Abdurouf. Keduanya
diterima Konselor Politik dan Perdagangan Kedubes Afsel Mike Mambukwe.

 

"Quran tersebut sangat berharga bagi kami, kami meminta agar orang-orang
baik di Jakarta mengembalikan Quran ini pada kami," ujar Abu Bakar.

(umi/nrl)

 

Source :
http://www.detiknews.com/index.php/detik.read/tahun/2007/bulan/06/tgl/05/tim
e/143454/idnews/789552/idkanal/10

 

 

 

05/06/2007 14:57 WIB 

Alquran 2 Abad Milik Raja Tidore Diduga Digondol Sopir di Bandara

Ramadhian Fadillah - detikcom

 

Jakarta - Alquran berumur 240 tahun warisan Raja Tidore, Sultan Abdullah
Qadi Abus Sallam, diduga dibawa kabur sopir mobil Toyota Avanza yang sempat
ditumpangi keturunan keenamnya, Abu Bakar Abdurouf, saat kesasar di Bandara
Soekarno Hatta.

 

Peristiwa itu terjadi pada Maret 2006 saat Abu Bakar dan istrinya, Adela
Abdurouf, akan menelusuri garis keturunannya di Tidore.

 

Saat melapor ke Kedubes Afrika Selatan di Gedung GKBI, Jalan Jenderal
Sudirman, Jakarta, Selasa (5/6/2007), Abu Bakar menceritakan kronologi
hilangnya Alquran yang ditulis tangan oleh Sultan Abdullah Qadu Abus Sallam.

 

Abu Bakar mengaku tiba di Jakarta pada 21 Maret 2006. Setelah dua hari di
Jakarta, pada 23 Maret 2006, dia berangkat ke Tidore. 

 

Selain untuk melacak garis keluarganya, dia juga ingin menunjukkan
peninggalan Sultan Abdullah Qadi yang sangat berharga itu.

 

Namun sopir hotel tempatnya menginap ternyata menurunkannya di terminal
internasional Bandara Soekarno-Hatta, bukan terminal dalam negeri.

 

"Saya panik, 24 menit lagi pesawat akan berangkat. Saya lalu mencegat Toyota
Avanza coklat metalik, karena saya lihat mobil itu menurunkan dua wanita
Arab bercadar," ujarnya.

 

Abu Bakar lalu menghampiri mobil tersebut. "Saya tanya apa kamu bisa bawa
saya ke terminal domestik. Waktu itu pukul bisa 05.35 pagi," katanya.

 

Setelah sopir tersebut menyetujui, Abu Bakar dan istrinya lalu memasukkan
semua barang bawaannya ke mobil. Saat tiba di terminal dalam negeri, dia
lalu menurunkan satu per satu barang bawaannya. 

 

"Quran yang ditaruh di tas hitam dekat sopir belum sempat dibawa turun. Tapi
ketika kembali ke mobil, mobil itu sudah tidak ada," tutur Abu Bakar yang
tidak sempat menanyakan nama sopir dan mencatat identitas mobil tersebut.

 

Dia lalu melaporkan kejadian tersebut ke polisi bandara. Dia berjanji akan
kembali lagi pada 27 Maret 2006. 

 

"Saya pesan kalau ada yang titip koper berisi Quran tolong disimpan dulu.
Tapi sampai tanggal itu ternyata nggak ada," ujarnya. (umi/nrl)

 

Source :
http://www.detiknews.com/index.php/detik.read/tahun/2007/bulan/06/tgl/05/tim
e/145744/idnews/789584/idkanal/10

 

Kirim email ke