Sekedar informasi , saya kerja di perusahaan Textile terbesar di Banten tepatnya di bagian IT di sini banyak mempekerjakan orang luar negeri terutama dari Amerika seperti : Mr. Greg ,Mr. Barry Keon , Mr. Trevor Hayes ,Mr Walter semuanya sarjana luar negeri . dan ada juga sebagian yang berasal dari Italia dan Australia
Tetapi mereka tidak seperti yang di bangga-banggakan oleh mustikawati , ilmunya cetek , dangkal kalau bukan karena kita-kita yang ahli di bidang IT dan System Komputer Enginnering mereka tuh hanya tonk kosong nyaring bunyinya dan juga bodoh ,.masalah komputer aja mereka tidak bisa apalagi menangani mesin produksi dan lainnya . ini dalah fakta dan dapat di buktikan saya sebagai IT manager di sini jadi kalau Mustikawati bicara jangan asal Njeplak , Indonesia adalah negara kaya akan orang jenius dan pintar , banyak pelajar-pelajar kita yang menang dalam olimpiade science . sekali-kali Muskitawati datang ke Indonesia dan ajarin tuh orang bule (lulusan luar negeri ) teknologi yang tepat guna , jangan teknologi Nato ( no action talk only ) you are fool Regards, Eko Winarno IT Manager On 6/19/07, Mappajarungi <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Alah,,, kok Mustikawati dilayani hehehe.. kalau menanggapi Muskitowoti, berarti melayani ORGIL donk heheh.. Guy's.. apapun yang Mus.. lakukan biarin aja. Gak usah ditanggpi. Lagian si Mus ini senangnya becanda aja. Nah kalau melihat orang kelimpungan dan emosi wah.. pasti dia berjingkrat dan berjungpalitan.. Benar kan Mus?.. Salam ---------- --- scribbler scribbler <[EMAIL PROTECTED]<loonyscribbler%40gmail.com>> wrote: > People, let's not take this Muskitawati seriously. > It's useless to > argue with someone with a warped mind. His/her > arguments show that > he/she is not interested in rational debate. > > On 6/18/07, M. Irwan Hrp <[EMAIL PROTECTED] <mirwanhrp%40gmail.com>> > wrote: > > Dear All, > > > > Saya mendapat email japri dari seseoarang bernama > Budi P. > > Isi emailnya mengenai diskusi antara Bapak Radit > dan Muskitawati (saya > > berikan dibawah komentar saya) > > > > Dari email tersebut, terlihat muskitawati memang > tidak memiliki pengetahuan > > dan itikad baik terhadap bangsa Indonesia, bahkan > sampai berkata lulusan > > Indonesia satupun tidak ada yang professional :(. > Sehingga diskusi mengenai > > Habibie dan pesawat-nya tidak akan saya teruskan > karena apapun bukti yg > > diberikan pasti akan langsung Muskitawati tolak. > > > > Hanya sekedar memberi info kepada muskitawati, > saya mengenal (walaupun hanya > > lewat milis) orang Indonesia yang bekerja sbg > Embedded Engineer di Juniper ( > > www.juniper.net), uP designer, beberapa CCIE yg > kerja di Cisco dan Juniper, > > Software Architect, Telecommunication Engineer di > Europe & Middle East. > > Ahhh, bodohnya perusahaan Cisco, Juniper, QTel, > Microsoft, Intel, Infineon > > yang meng-hire orang-orang tidak professional itu > :) > > > > > > > > > ---------------------------------------------------------- > > > > From: Hafsah Salim <[EMAIL PROTECTED] <muskitawati%40yahoo.com>> > > Date: Jun 17, 2007 12:23 PM > > Subject: [zamanku] Re: Habibie Bangun Pabrik > Pesawat Dari Pengalaman Main > > Layangan !!! > > To: [EMAIL PROTECTED] <zamanku%40yahoogroups.com> > > > > --- In [EMAIL PROTECTED] <zamanku%40yahoogroups.com> > <zamanku%40yahoogroups.com>, radityo > > djadjoeri <[EMAIL PROTECTED]> > > > > > > Bu Mus, biasanya kan kalau profesional saling > memperkenalkan, ada > > adegan saling tukar nama. Jadi saya ragu kalau > namanya masuk ke > > telinga kanan keluar telinga kiri. Minimal, saat > bikin janjian untuk > > ketemu kan sudah saling tahu nama dan profesinya. > Lha kalau Bu Mus > > bukan siapa-siapa, ngapain juga 3 pakar itu ketemu > Bu Mus di Amerika? > > > > > > > Lulusan Indonesia tak pernah ada yang > professional, gelar apapun dari > > Indonesia enggak berguna. Phillipina-lah yang > masih sebagian ada yang > > diakui. Semua gelar kesarjanaan saya dari > Indonesia sama sekali > > enggak laku. Terutama enggak laku kalo digunakan > cari kerja, > > sedangkan untuk sekolah atau kuliah disini enggak > dibutuhkan sepotong > > suratpun dari Indonesia, semua sekolah cukup > memberi kita test > > kemudian langsung ditentukan tingkatannya. > > > > Kebiasaan disini membuat saya juga wajar kebiasaan > standard disini, > > sehingga gelar apapun kalo datang dari Indonesia > enggak pernah menjadi > > perhatian khusus saya. Bahkan sampai presiden > ataupun menteri2nya > > berkunjung kemari sama saja diperlakukan seperti > tukang koran, kalo > > mau ketemu pejabat gedung putih harus bikin > appointment dulu yang bisa > > waktunya ber-hari2. > > > > Tetapi bukan semua kepala negara yang diperlakukan > seperti itu, > > biasanya kalo dari negara berkembang tak dipandang > orang penting lah. > > > > Lalu apanya yang mau anda anggap sarjana Indonesia > yang kemari harus > > jadi perhatian saya??? Enggak ada orang Indonesia > satupun yang > > berprestasi baik di Amerika, itu memang kenyataan > bukan saya > > meng-ada2. Mungkin gen-nya sudah dirusak oleh > keimanannya. > > > __________________________________________________________ Moody friends. Drama queens. Your life? Nope! - their life, your story. Play Sims Stories at Yahoo! Games. http://sims.yahoo.com/
-- Eko Winarno S.Kom IT Mingala
