Kita hendaknya tak terlampau gegabah menyimpulkan
kaitan agama dengan kekerasan. Banyak penelitian atau
studi yang mengemukakan nilai-nilai positif agama
secara politik. Alexis de Touqueville, misalnya,
menyebut agama Kristen di Amerika menjadi variabel
penting dalam demokrasi di negara tersebut. Penelitian
Saiful Mujani yang dibukukan dengan judul ''Muslim
Demokrat'' menghasilkan kesimpulan bahwa ada korelasi
positif antara Islam dan demokrasi, sekurang-kurangnya
untuk kasus Indonesia pasca Orde Baru. Bahkan,
penelitian itu membantah asumsi bahwa makin taat
beragama seseorang, makin tidak toleran dia.

Kita juga tidak boleh terlampau gegabah menyimpulkan
kaitan antara agama dan kemajuan ekonomi. Memang,
banyak studi menyebutkan korelasi positif antara agama
dan kemajuan ekonomi. Max Weber dalam buku
''Protestant Ethics and The Sipirt of Capitalism''
menyebutkan ada korelasi positif antara nilai-nilai
Protestan dan kemajuan ekonomi. Robert Bellah dalam
buku ''Religi Tokugawa'' juga menyebutkan kaitan
positif antara religi asli orang Jepang dan kemajuan
ekonomi negara tersebut.

Tetapi, apakah kemajuan ekonomi India sungguh-sungguh
karena nilai-nilai Hinduisme dengan sistem kastanya?
Apakah sistem kasta bisa memajukan ekonomi? Dari sisi
logika, bukannya sistem kasta justru menghambat
kemajuan ekonomi? Pula, apakah kemajuan Cina yang
''komunis'' karena agama Buddhisme atau Konfusianisme?
Bukankah komunisme tidak memberi tempat pada agama?

Salam,

usman  



--- "[EMAIL PROTECTED]" <[EMAIL PROTECTED]>
wrote:

> Sesungguhnya perlu dikaji lagi sejauh mana
> keterlibatan agama sebagai 
> sumber peperangan dan pertikaian antar umat
> beragama. Kalau kita lihat 
> lebih jujur, bangsa Tiongkok juga tak lepas dari
> peperangan besar di 
> bumi ini dengan tokoh-tokoh seperti Jenghis Khan dan
> dengan monumen 
> perang yg masih eksis sampai saat ini, yaitu Tembok
> Besar Cina. Jangan 
> lupa, Jepang juga pernah menjadi sumber malapetaka
> Perang Dunia II 
> karena aksi fasisme-nya. Setahu saya, India juga
> belum pernah 
> menunjukan kekuatan ekonomi yang signifikan sebagai
> suatu negara.
> 
> Kita juga tentunya ingat, bahwa kebencian akan
> orang-orang yang 
> beragama telah menjadi cikal bakal terjadinya perang
> dunia. Kebencian 
> Hitler akan kaum Yahudi membawa kenangan pahit bagi
> seluruh dunia 
> hingga saat ini. Oleh karenanya, jangan pula kita
> menyebarkan kebencian 
> terhadap para pemeluk agama. Rasanya kurang adil
> kalau kita 
> mennghendaki kebebasan sebagai orang yang tidak
> beragama, dengan 
> menuntut orang2 beragama untuk keluar dari agama
> yang dianutnya.
> 
> Kejayaan dan kemunduran bangsa-bangsa di dunia ini
> hanya bersifat 
> sementara dan dipergilirkan dari satu wilayah ke
> wilayah lain, dari 
> satu suku ke suku yang lain. Bahkan, kejayaan dan
> kemunduran juga 
> dipergilirkan dari satu agama ke agama yang lain. 
> 
> Kalau saya pribadi, lebih percaya bahwa semua perang
> dan pertikaian 
> yang terjadi akhir-akhir ini pada dasarnya
> dimotivasi oleh kebutuhan 
> akan kekuasaan dan ekonomi. Keterkaitan perang
> dengan agama merupakan 
> bentuk pemanfaatan agama oleh kalangan tertentu
> untuk memobilisasi 
> massa agar dengan rela terjun ke medan peperangan.
> Kalaupun semua 
> manusia di bumi ini tidak beragama, belum tentu
> tidak terjadi 
> pertikaian. Mungkin, keadaan akan bertambah parah
> karena orang tidak 
> merasa terikat dengan adanya norma-norma tertentu. 
>   
> 
> 
> 
> ---------------------------------
> 17a. Re: Dua teroris cilik dilepas dari tahanan
>     Posted by: "RM Danardono HADINOTO"
> [EMAIL PROTECTED] 
> rm_danardono
>     Date: Thu Jun 28, 2007 12:02 am ((PDT))
> 
> Ya mas, menyedihkan.
> 
> 2000an tahun setelah lahirnya agama agama Ibrahim
> (Yehuda, Kristen 
> dan Islam), agama agama ini lebih menyumbangkan
> pertumpahan darah, 
> daripada pencerahan humanistis. Tidak saja antara
> dua agama berbeda, 
> namun dari agama yang sama. Kita ingat Perang 30
> tahun di Eropa 
> antara Katholik dan Protestant (1618-1648). Antara
> Kristen dan Islam: 
> Perang Salib. Pertumpahan darah antara kelompok
> Syiah dan Sunni, 
> penggempuran kerajaan Buddha oleh kekuasaan sultan
> sultan dynasti 
> Moghul yang Muslim. Dst dst.
> 
> Negara negara yang menganut Islam dari awalnya Islam
> timbul sampai 
> kini, TAK ada yang mampu bangkit menjadi negara
> negara makmur, 
> rational dan tertata rapi, taat hukum, maju
> pendidikan. Dari Afrika, 
> Timur Tengah sampai Asia selatan dan tenggara!
> 
> Negara negara Katholik di Amerika Latin tetap saja
> merangkak dalam 
> kemiskinan dan chaos.
> 
> Hanya ada DUA bangsa didunia, yang dari awalnya,
> 4000an tahun silam 
> menimbulkan peradaban tinggi, sampai hari INI: India
> dengan Hindusime-
> Buddhisme yang lebih tua dari agama agama Ibrahim,
> dan Tiongkok yang 
> bertumpu pada Konfusianisme, yang lagi lagi lebih
> tua dari agama 
> agama Ibrahim.
> 
> Dua bangsa ini, tak pernah mengadopsi agama lain,
> selain agama asli 
> mereka, kini, keduanya muncul sebagai dua raksasa
> ekonomi politis 
> yang sangat ditakuti oleh AS dan Europa. Juga Jepang
> dan Korea tak 
> pernah mengadopsi agam adan budaya lain.
> 
> Saudara kandung India, seetnis satu ras, yang keluar
> dari budaya 
> asal, Pakistan dan Bangla Desh, kini masih
> sempoyongan, dan tak 
> pernah berdiri dijajaran negara negara terdepan.
> 
> Aneh bukan? Tetapi nyata
> 
> Salam
> 
> Danardono
> 
> 




 
____________________________________________________________________________________
Need Mail bonding?
Go to the Yahoo! Mail Q&A for great tips from Yahoo! Answers users.
http://answers.yahoo.com/dir/?link=list&sid=396546091

Kirim email ke