Tanggapan niya?
--- In [email protected], usman kansong <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Kita hendaknya tak terlampau gegabah menyimpulkan > kaitan agama dengan kekerasan. Banyak penelitian atau > studi yang mengemukakan nilai-nilai positif agama > secara politik. Alexis de Touqueville, misalnya, > menyebut agama Kristen di Amerika menjadi variabel > penting dalam demokrasi di negara tersebut. 1)Penelitian > Saiful Mujani yang dibukukan dengan judul ''Muslim > Demokrat'' menghasilkan kesimpulan bahwa ada korelasi > positif antara Islam dan demokrasi, sekurang-kurangnya > untuk kasus Indonesia pasca Orde Baru. Bahkan, > penelitian itu membantah asumsi bahwa makin taat > beragama seseorang, makin tidak toleran dia. Adakah pembuktian, bahwa ada negara mayoritas Islam yang tertata rai sebagai negara Civil Society, yang demokratis, seperti Swiss, Austria, dll. Nggak ada kan? > 2)Kita juga tidak boleh terlampau gegabah menyimpulkan > kaitan antara agama dan kemajuan ekonomi. Memang, > banyak studi menyebutkan korelasi positif antara agama > dan kemajuan ekonomi. Max Weber dalam buku > ''Protestant Ethics and The Sipirt of Capitalism'' > menyebutkan ada korelasi positif antara nilai-nilai > Protestan dan kemajuan ekonomi. Robert Bellah dalam > buku ''Religi Tokugawa'' juga menyebutkan kaitan > positif antara religi asli orang Jepang dan kemajuan > ekonomi negara tersebut. Pernahkah anda perhatikan, ada negara Protestant yang kedodoran? Pernahkah anda perhatikan kaitan antara Zhen Buddhismus dengan semangat Bushido Jepang yang membuat negara ini maju? > 3) Tetapi, apakah kemajuan ekonomi India sungguh-sungguh > karena nilai-nilai Hinduisme dengan sistem kastanya? > Apakah sistem kasta bisa memajukan ekonomi? Dari sisi > logika, bukannya sistem kasta justru menghambat > kemajuan ekonomi? Pernahkah anda kaji statistik ekonomi mengenai India, yang diterbitkan oleh PBB ataupun badan badan lainnya? Pernahkah anda kaji dampak Hinduismus dalam ketenangan skenario politik dalam negeri India? Siapa yang mengimport bajay? India yang berkasta atau Indonesia yang anda anggap demokratis tanpa kasta? Benarkah di Indonesia tak ada kasta? Sistim kasta India TAK berdampak pada kemajuan industri IT mereka! 4) Pula, apakah kemajuan Cina yang > ''komunis'' karena agama Buddhisme atau Konfusianisme? > Bukankah komunisme tidak memberi tempat pada agama? > Pernahkah anda kaji, bahwa komunisme TIDAK diberlakukan dalam membuat economic policy di RRT? Tahukah anda apa kekuatan rakyat Tiongko? Ethos kerja mereka yang bertumpu pada Konfusianismus dan Taoismus. Komunismus terlalu pendek dalam sejarah rakyat Tiongkok untuk menempa budaya mereka yang andal itu, tetapi Konfusianismus yang ribuan tahun. Juga saudara saudara kita yang menganut Konfusinsmus lebih berethos daripada anda sekalian, yang mengaku terinspirasi oleh Islam, yang menjadi agama utama negeri ini. Hati hati kalau menanggapi sejarah, ilmu politik dan ekonomi. Lebih cermatlah, bung.
