Untuk Ambon dan Poso, jangan bawa kata muslim karena yang kristen juga jadi korban dan itu kemudian menjadi perang antar pemeluk agama.
Untuk yang Membom Istiqlal, sepakat itu adalah teroris Densus 88 sudah.. fair koq, mereka sudah pajang poto tersangka dimana-mana..apakah ia menggunakan hak nya untuk menjawab ketidakbenaran nama-nama mereka dipajang? TIDAK.. mereka lebih memilih bersembunyi seperti TIKUS GOT. Harusnya sebagai warga negara yang baik..orang-orang yang namanya di/ter pajang bisa langsung datang kepolsek terdekat untuk klarifikasi bahwa ia/mereka bukan teroris...ia juga bisa kontak TPM untuk mendampinginya.... Teroris itu orang pengecut, tahu poto dipajang tapi tidak mau klarifikasi, mereka berlindung pada masyarakat yang pada saat tertangkap terkena juga imbasnya mereka berlindung pada keluarga, untuk mendapatkan pembelaan. mereka makan dari pemerintahan yang mereka perangi mereka makan dari hasil PAJAK yang dibayar oleh para korban dan keluarga, Mereka hidup dan makan karena kewajiban yang dibayar oleh KORBANnya kepada pemerintah.. TERORIS adalah PARASIT. Kalau densus 88 akhirnya menembak(sayang bukan tembak mati), ya wajar dong...kalau lari lagi bagaimana? Orang-orang yang mendukung teroris, selalu bawa-bawa HAM, coba anda pikirkan ratusan yang mati dan juga anak istri dan anak istri yang ditinggalkan seketika bagaimana perasaan mereka..(bayangkan juga itu melanda anda)..kemana HAM saat itu terjadi? Perasaan keluarga korban yang dibom dan teroris yang ditembak ada bedanya: 1 keluarga korban BOM, tidak tau apa2 sama sekali..tapi mereka terkena getahnya 2 keluarga teroris yang ditembak, mereka tahu ada sebabnya kenapa ditembak... TERORIS adalah PARASIT dan PENYAKIT. salam yang juga bingung. ---------------------------------------------------<<<<< From: M. Irwan Hrp [EMAIL PROTECTED] Dear Mas Danar, Dengan adanya definisi, kita bisa segera memberikan cap kepada seseorang/organisas i. Tampaknya dalam upaya mengaburkan definisi terorisme anda berusaha menjauhkan topik dengan memanfaatkan "perasaan". Saya tau, orang yang mem-bom Marriot, Bali, dll adalah teroris. Tapi, apakah orang/organisasi yang membunuh ratusan Muslim di Ambon dan Poso, membom Istiqlal disebut teroris ? That's not fair. Dengan adanya definisi, akan memudahkan masyarakat dalam mengidentifikasi dan memudahkan Densus 88 menciduk para pelakunya. ----------- Dear Pak Mahmud, Dengan adanya definisi memudahkan kita untuk menjaring lebih banyak orang dan memberikan cap-nya sebagai teroris. Jadi jelas, jika orang/organisasi telah dicap sebagai teroris, Densus 88 tinggal langsung menyiduk-nya. Masalahnya apakah ada yg berani memdefinisikan terrorisme ? On 6/29/07, RM Danardono HADINOTO <rm_danardono@ yahoo.de> wrote: > > Memang mas, dengan akal sehat anak kecil, manusia Indonesia dapat > memahami apa yang dimaksud dengan terror atau terrorisme. > > kalau mau, bisa juga lihat definisi ilmiah, misale: > > "The calculated use of violence or threat of violence to inculcate > fear. Terrorism is intended to coerce or intimidate governments or > societies in the pursuit of goals that are generally political, > religious, or ideological. " > > Kalau ada bom njebluk ditempat sipil, melukai dan menyayat tubuh > warga sipil, dengan sengaja untuk mencapai tujuan kelompok, inilah > terror. Tujuannya adalah me-nakut nakuti. > > Saya harap, mereka yang mati matian memeluk mencium mesra para > tersangka teroris suatu ketika mengalami jadi korban pemboman > teroris, atau istri dan anaknya. Saya ingin tahu, apa yang dikatakan > mereka. Minta tolong polisi? Lho, polisi kan jahat? tanya bung > Ba'ashir... > > Salam > > Danardono > > --- In [EMAIL PROTECTED] ps.com <mediacare%40yahoog roups.com> , "Al-Mahmud > Abbas" <[EMAIL PROTECTED]> > > wrote: > > > > Tak perlu definisi lae... Apa yang sudah jelas diperbuat merugikan > dan > > menghilangkan nyawa orang lain, merencanakan dan menyebar luaskan > faham yang > > destruktif itu saja sudah cukup untuk dimintai pertanggung jawaban, > atas > > dasar etik moral yang umum berlaku sajalah tidak usah atas dasar > agama > > apapun. > > Apa menunggu sanak keluarga anda ikut jadi korban baru anda mau > teriak > > menyalahkan Polisis kebobolan gitu ? Nggak usak ngurusi definisi > orang lain, > > tindakan dan jaringannya sudah jelas ada, nggak usah diingkari, > lebih baik > > ikuti langkah bang Nasir Abas yang dengan keinsyafannya berani > menanggung > > resiko diburu oleh mantan organisasinya (karena sudah pasti dianggap > > berkhianat). > > Apapun definisinya organisasi yang mendukung tindakan 'penyalah > gunaan bahan > > peledak dan senjata api' (atau apapun istilahnya) adalah organisasi > yang > > tidak tahu diri bahwa hanya sebagai manusia, bukan malaikat > pencabut nyawa. > > Jangan menyelimuti bara api dengan daun kering bung... ! > > > > Wassalam. > > > > > > On 6/28/07, M. Irwan Hrp <[EMAIL PROTECTED] ..> wrote: ____________________________________________________________________________________ Sucker-punch spam with award-winning protection. Try the free Yahoo! Mail Beta. http://advision.webevents.yahoo.com/mailbeta/features_spam.html
