Jelas jemelas penyelenggaraan negara pada abd 21 ini sukar sekali untuk sekedar 
dilandaskan pada agama, apalagi bila tafsirannya sangat ortodoks, dogmatis, 
menafikan
  konteks sejarah dan kemasyarakatan. Namun agama akan terus secara indah dapat 
mewarnai kehidupan santun keberadaan bangsa. Contohnya cukup banyak. 
  Silaturakhmi di Medan antara dua pemain utama dalam perpolitikan kita ini 
memang bersifat multi-dimensional, lihat saja semua ulasan dan juga spekulasi 
para pakar maupun jurnalis.
  Tak usah dirisaukan cacian dari yang dungu karena mindsetnya tertinggal 
beberapa abad.
   
  AAsaad
   
   
  SUARA PEMBARUAN DAILY   
---------------------------------
  
  Koalisi Golkar-PDI-P Tangkal Partai Berlatar Keagamaan     Kami tetap 
menganggap Golkar sebagai pesaing utama kami khususnya di legislatif, sehingga 
koalisi ini tidak akan berlangsung lama. (Pramono Anung)   [BLITAR] Koalisi 
antara Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) dengan Partai Golkar 
bukanlah untuk kepentingan Pemilu 2009, tetapi untuk menangkal kebangkitan 
partai-partai berlatar belakang agama.   "Sebagai sesama partai politik besar, 
kami ingin mempertahankan visi politik kebangsaan sehingga koalisi ini nantinya 
bisa mengcounter kebangkitan koalisi partai-partai yang berlatar belakang 
keagamaan," kata Sekjen Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDI-P, Pramono Anung di 
Blitar, Jatim, Jumat (29/6).   Karena itu, dia menegaskan, koalisi antara PDI-P 
dengan Partai Golkar tidak akan dibangun secara permanen hingga menjelang 
Pemilu dan Pilpres 2009. "Kami tetap menganggap Golkar sebagai pesaing utama 
kami khususnya di legislatif, sehingga koalisi ini tidak akan berlangsung
 lama," katanya saat mendampingi Ketua Umum DPP PDI-P, Megawati Soekarnoputri 
berziarah ke Makam Bung Karno di Bendogerit, Kota Blitar.   Pramono seperti 
dikutip Antara, Jumat, mengatakan, PDI-P sudah punya calon presiden yakni 
Megawati Soekarnoputri, sehingga sangat tidak mungkin kalau akan berkoalisi 
dengan sesama partai besar yang juga berambisi mengajukan calon presiden 
sendiri pula, seperti Partai Golkar.   Sementara itu, Wakil Sekjen DPP PDI P 
Mangara M Siahaan mengatakan, saat ini, PDI-P masih melakukan konsolidasi guna 
memuluskan pencalonan Megawati sebagai calon presiden 2009. Pada kongres dan 
rapat kerja nasional (Rakernas) I di Bali, partai ini sudah memutuskan 
pencalonan ketua umumnya sebagai satu-satunya calon presiden. Pencalonan ini 
sudah sesuai dengan prosedur dan mekanisme partai.   Tapi, kata Mangara 
Siahaan, kemungkinan besar Megawati baru akan menyatakan kesediaannya sebagai 
calon presiden dalam Rakernas II yang akan digelar di Makassar, Sulawesi
 Selatan, Agustus nanti. "Di forum Rakernas itu nanti ketua umum akan menjawab 
dukungan terhadap dirinya, apakah bersedia dicalonkan sebagai presiden atau 
tidak," kata Mangara di Senayan kemarin.   Prihatin   Mangara mengaku prihatin 
dengan wacana yang dikembangkan akhir-akhir ini, yang mengaitkan pertemuan 
Taufiq Kiemas dengan Surya Paloh sebagai upaya memasangkan Jusuf Kalla dan Puan 
Maharani sebagai capres dan cawapres pada Pemilu 2009. "Itu kan dagelan konyol, 
jangan lah lambang-lambang negara dibuat jadi mainan," katanya. Lambang negara 
yang dimaksud Mangara adalah jabatan presiden dan wakil presiden.   H Irmadi 
Lubis, politisi PDI-P lainnya menegaskan bahwa pertemuan PDI-P dan Golkar di 
Medan sebagai pertemuan yang bermakna strategis, tentang bagaimana mengatur 
permasalahan bangsa ke depan.   "Karena itu, pertemuan itu jangan diartikan 
untuk kepentingan sekarang, apa lagi hanya sekedar strategi maupun pengaturan 
dalam hubungannya dengan Pilkada," kata Irmadi
 menanggapi beredarnya anggapan bahwa bertemunya dua petinggi partai tersebut 
untuk mengatur pencalonan gubernur dalam Pilkada Sumatra Utara.   Di tempat 
terpisah, Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Damai Sejahtera (PDS) 
Aldentua Siringo-ringo berpendapat, terlalu naif jika koalisi yang dibangun 
Partai Golkar dan PDI-P hanya manuver politik. Tapi jika koalisi itu dibangun 
hingga menjadi koalisi permanen, maka merupakan ancaman bagi Presiden Susilo 
Bambang Yudhoyono. "Tetapi jika dibangun sesaat, itu hanya sekedar peringatan," 
kata Aldentua Siringo-ringo. [L-8]     
---------------------------------
  Last modified: 30/6/07 
       
---------------------------------
 Yahoo! Answers - Get better answers from someone who knows. Tryit now.

Kirim email ke