Mbak Fau saya sedikit komen. 

Saya pikir angka 1 persen atau 2.13 juta orang dalam satu tahun 
adalah cukup besar. Bahkan bisa dibilang fantastik. Kalau 
dibandingkan dengan angka historis perhitungan BPS, saya pakai period 
1987-1996 Orba dimana jumlah orang miskin berkurang dari 30 ke 22.5 
juta, atau sekitar 833 ribu pertahun, maka angka 2.13 adalah sangat-
sangat luar biasa.

Jadi penurunan ini, kalau benar, bisa dibilang sebuah prestasi. 
Persoalannya belum ada yang mengklaimnya sebagai sebuah prestasi. 
Karena memang sulit untuk menjustifikasi dari fakta-fakta yang bisa 
diobservasi sambil lalu.

Bukan saya membela TIB, tapi saya pikir sikap skeptis dan apriori 
mereka adalah wajar. Pendapatan sedikit meningkat, akan tetapi harga 
juga naik. Loh kok bisa kemiskinan turun dengan lumayan drastis. 
Padahal pendapatan yang meningkat itu masih lebih kecil dari masa 
Orba yang diatas 7% itu. 

Masak karena BLT sih, seperti yang dikatakan Arizal itu..? Apalagi 
kalau mengukurnya pakai data konsumsi - yang biasanya lebih stabil 
dari pendapatan karena ada proses smoothing dan insurance.

Ringkasnya, saya pikir ini bukan conspiracy, tapi sekedar common 
sense saja. Menarik kalau ada ekonom "pemerintah", yang berani tentu 
saja, urun rembuk menjelaskan angka-angka yang lumayan puzzling 
ini....

Salam, 


> fau swasono <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Saya sendiri -saat ini- menilai bahwa -tampaknya- data BPS masih 
dalam range of acceptance. Asumsinya berdasarkan apa yang diungkapkan 
oleh BPS mengenai sampling dan metodologi. Tetapi apakah saya 
bergembira ria? Hmmm... menurut saya, penurunan sekitar 1% angka 
kemiskinan ini dalam waktu satu tahun masih sangat kecil, seharusnya 
bisa menurunkan lebih banyak. 

............

> Jadi menurut saya, assuming bahwa data BPS itu within the 
acceptance range, maka pemerintah terlalu berlebihan untuk bergembira 
atau tergesa2 mencatatkan hal itu sebagai prestasi. Sebaliknya 
tuduhan bahwa BPS pembohong oleh Indef ini patut disikapi kritis 
pula, walau saya yakin sebentar lagi koran2 dan milis akan berhias 
berita yang berdasarkan tuduhan Indef ini. Conspiracy theory is 
always sexy. 
> 


Kirim email ke