Kawan, Ada baiknya buka sedikit filosofi international trading. Ada faktor T (teknologi) dalam proses produksi yang efisien efektif, makanya Cina mumpuni mengirim produk murah dan berkualitas (karena mereka kuasai teknologinya). Sebaliknya, di Indonesia produksi cuma sendal jepit atau kalaupun ada pabrik mobilpun, kita cuma bisa bikin rakitan (semua bahan mentah hingga baku dikirim dari Vietnam atau Cina). Mana yang paling efisien produksinya, mereka bikin pabriknya di sana. Di sini buruh murah, tapi gaptek (dan maaf, terkenal malas!). Belum lagi biaya transaksi urusan dengan Pemerintah Pusat hingga Pemda yang bujubune mahal bangeeeet... mana ada orang berbisnis ke Indonesia kalu gitu 'kan?
Jadi... 1. boikot itu hanya upaya orang Indonesia (lagi-lagi) yang malas, kerja yang produktif dong baru kita boikot barang yang jelek! 2. alasan agama basi (jangan lupa ada upaya yahudi menghujat katolik dengan gencarnya promosi National Geographic, buku hingga film Da Vinci Code) 3. satelit kita juga punya, tapi sekali lagi teknologinya harus beli dari Perancis atau Amrik atau Cina... Intinya, sekali lagi berpikir sedikit cerdas, kawan. Wong, buang sampah aja kok bisa ya sembarangan... nonton acara Bobo minggu lalu batal! Malas, lihat semua ibu-ibu buang sampah sembarangan (padahal ada yang bawa PDA), malas ke toilet, anaknya pipis di depan lobi hampir kena orang lewat, eh bapak-bapaknya sami mawon! Merokok di sebelah ibu hamil... ck ck ck memang negara ini kelebihan orang 'ignorant' ya? (maaf, tak ketemu padanan 'ignorant' saking takjub sama bangsa sendiri) Indra Razak --- In [email protected], "I Nengah Karma [Lekom]" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Produk2 jeans Levi's, Coca Cola, McDonalds, KFC, belum lagi alat2 berat kan semua produk Amerika, kenapa kita mesti menyantap > produk mereka. > Kalau bisa jangan terlalu menjelek2 kan negara maju, karena kita masih banyak ketergantungan pada mereka. Kalau tidak ada satelite apa kita bisa mengunakan Internet. Jika amerika kolot karena menganut agama katolik baru kita ejek ingatkan kata "Tatwa masi" artinya kamu adalah saya dan saya adalah kamu. Jika katolik baik menurut amerika hormati saja kan sama2 menjalankan kebaikan. >
