Mas Henry, saya mbak bukan mas. Terus terang, saya malu sekali 
melihat budaya (bukan hanya di islam atau di Indonesia saja)
meminta / menerima mas kawin dari pihak laki2.
Iya benar itu adalah simbolis saja. Tapi simbolis dari apa? 
Jaman dahulu kala memang perempuan diberikan oleh orang tuanya 
kepada keluarga laki2 dengan tebusan mas kawin.
Lihat saja dari cerita2 jaman dulu. Perempuan dijadikan istri, orang 
tuanya diberi uang pengganti sesuai yang diminta pihak wanita. 
Setelah menikah, si wanita ini harus kerja untuk keluarga lelaki, 
dan orangtua si wanita sudah tidak berhak lagi menegur anaknya mau 
diapakan juga. Tidak bisa diminta lagi. Malah orangtuanya kalaupun 
tahu, akan menasihati anak wanitanya itu untuk sabar dan berkelakuan 
lebih baik lagi. Setelah wanita itu menjadi seorang ibu dan punya 
anak lelaki, maka dia juga berhak berlaku begitu kepada menantu 
perempuannya.

Jaman sekarang tentu saja wanita sudah dilindungi oleh hukum dan 
tidak bisa diperlakukan semaunya. Berhak minta cerai dlsb.
Tapi simbolis yang melambangkan perbudakan itu, menurut saya 
sebaiknya dihilangkan saja. Sangat merendahkan wanita.

salam,
Martha Jan.



--- In [email protected], Henry <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> wah kalo maksudnya menjual anak gadisnya kayanya kelewatan tuh, 
saya rasa itu hanya simbolis saja dimana biasanya istri akan ikut 
suami (ini di banyak budaya gak hanya islam saja). Kalo malah di 
anggap seperti digadaikan kan itu dipikiran mas marthajan saja.  
Malah saya gak berpikiran  mau membeli wanita dengan mahar tuh mas...
> 
> kejadian macam itu gak sering terjadi sih sepertinya, kalo memang 
dasarnya mau rakus, ya rakus aja gak pake embel2 agama..
> 
> salam damai
> 
> marthajan04 <[EMAIL PROTECTED]> 
wrote:                                  mahar itu memang maksudnya 
menjual anak gadisnya. jadi kalau 
>  orangtua si perempuan menerima mahar dari pihak laki2, artinya 
>  anaknya sudah digadaikan dan selamanya tidak berhak lagi turut 
>  campur anak perempuannya diperlakukan apapun juga, kecuali 
tentunya 
>  melanggar hukum negara. 
>  Tapi kalau anak perempuan yang sudah dijual itu di jadikan 
seperti 
>  pembantu, orangtuanya sudah tidak bisa protes lagi. lah wong udah 
>  dijual.
>  
>  jadi kalau si dede bilang mengangkat derajat perempuan, hal itu 
>  sangat menggelikan.
>  
>  makanya, lawanlah budaya menjual anak dengan tidak menerima mas 
>  kawin dari pihak laki2. Ini berlaku untuk budaya apapun juga, 
tidak 
>  hanya untuk agama islam.
>  sudah bukan jamannya lagi anak perempuan dijual kepada pihak 
laki2.
>  
>  mj
>  
>  --- In [email protected], dede hermawan <dieher81@> wrote:
>  >
>  > Kalau saya boleh ikut campur,,,tujuan Islam mewajibkan mahar 
pada 
>  calon istri adalah sebenarnya mengangkat si perempuan 
>  tersebut..dalam kontek historis, di mana seorang perempuan 
sebelum 
>  Rasul nyaris tidak ada penghormatan sama kaum perempuan...Kini 
>  setelah Rasul dan Islam datang, martabat kaum Hawa terangkat 
dengan 
>  mewajibkan pada calon istri harus ada mahar...
>  > Rasul sendiri tidak memberikan batasan dalam hal mahar bahkan 
>  beliau sendiri kalau tidak mampu maka dengan cicin besi...
>  > 
>  > ISlam itu sebenarnya tidak memberatkan pada kaumnya, bahkan 
>  memudahkan.. 
>  > 
>  > trims,
>  > 
>  > Dede
>  > 
>  > Immanuel Rey <umbu_rey@> 
>  wrote:                                  
>  > Makin muak kok hahahahaha...MUNTAH dong, baru benar! Lagi pula 
mau 
>  mengajari orang tatakrama yang baik, mosok ngajak ketemu pakai 
>  kondom rasa baru segala. Apa hubungannya? Akh, yang mengundang 
>  FITNAH itu siapa? Entar dia bilang, "Nah kan benar. Kamu yang 
>  biadab!"
>  >    
>  >   Hei bung, Ny Muskitawati itu harus kita lawan pakai nalar. 
Kasih 
>  alasan atawa argumen yang masuk akal bahwa dia salah. Nanti juga 
dia 
>  keok. Itu juga kalau kau bisa. Saya pikir Ny Mus itu cuma mau 
>  mencari tahu bagaimana cara kita bernalar, sampai di mana 
>  pengetahuan kita. Gitu saja kok repot, Hehehe.
>  >    
>  >   Salam, 
>  >   IUR 
>  > 
>  > erick enggano <erick_enggano@> wrote:
>  >       Hahahaha.... saya sekarang makin muak dengan opini-opini 
>  nyonya yang satu ini. Kerjanya mengundang FITNAH aja. Selaku 
orang 
>  Indonesia saya merasa Nyonya Muskitawati perlu diajarkan 
tatakrama 
>  yang baik...!!!
>  > 
>  > Nyonya Mus, ketemuan yuk??? Saya punya kondom rasa baru nih, 
>  khusus untuk Muskitawati.
>  > 
>  > salam,
>  > 
>  > erick enggano
>  > 
>  > --- Hafsah Salim <muskitawati@> wrote:
>  > 
>  > > > Batul <jereweh@> wrote:
>  > > > Sana`a (ANTARA News) - Setelah beberapa tahun
>  > > berpacaran dan menunggu
>  > > > bersanding dengan istri tercinta, harapan itu
>  > > kandas ketika pesta
>  > > > pernikahan berlangsung. Sang mertua bersikeras
>  > > meminta sejumlah uang  
>  > > > yang tergolong besar kepada menantunya sebagai
>  > > syarat dapat memboyong 
>  > > > puterinya. Tanpa pikir panjang pengantin pria
>  > > langsung mencerai 
>  > > > pengantin wanita itu di hadapan para tamu. Pesta
>  > > bahagia yang 
>  > > > diharapkan terwujud berganti dengan kesedihan. (*)
>  > > >
>  > > 
>  > > 
>  > > Tragedy diatas ini khan bisa terjadi hanya sebagai
>  > > akibat dari ajaran
>  > > Islam itu sendiri. Apa yang dilakukan meretua itu
>  > > sesuai dengan
>  > > aturan dalam agama Islam itu sendiri. Namun dalam
>  > > kacamata peradaban
>  > > sekarang ini perbuatan ayah mertua itu adalah amoral
>  > > dan unethical.
>  > > 
>  > > Banyak sekali tragedy dalam kehidupan umat Islam
>  > > akibat ajaran2nya
>  > > yang sebenarnya sangat biadab untuk ukuran kehidupan
>  > > dizaman modern
>  > > ini. Namun tragedy2 ini wajib ditutupi oleh setiap
>  > > umat Islam karena
>  > > dilarang men-jelek2an  agama sendiri dalam hal ini
>  > > juga ada ajarannya
>  > > dalam Al-Taqya.
>  > > 
>  > > Wanita dalam Islam memang dianggap barang yang bisa
>  > > dijual beli.
>  > > 
>  > > Ny. Muslim binti Muskitawati.
>  > 
>  > 
>  > 
>  >         
>  > 
>  > ---------------------------------
>  > Pinpoint customers who are looking for what you sell.   
>  >      
>  >                        
>  > 
>  >        
>  > ---------------------------------
>  > Luggage? GPS? Comic books? 
>  > Check out fitting  gifts for grads at Yahoo! Search.
>  >
>  
>  
>      
>                        
> 
> 
> Henry Prihanto Nugroho 
> 2/9 Edison Road 
> Bedford Park, Adelaide, SA 5042 
> www.ppiasa.com & www.ppiasa.com/forum/
> (+61) 406533058 (mobile)
>        
> ---------------------------------
> Sick sense of humor? Visit Yahoo! TV's Comedy with an Edge to see 
what's on, when.
>


Kirim email ke