makanya mas Miftah, saya bilang juga hapuskan saja mas kawin itu. Supaya sama2 tidak berat. Bukankah banyak juga lelaki yang kesulitan melamar wanita karena tidak sanggup menyediakan mas kawin?
Nah nanti kalau sang mertua jengkel karena merasa sudah diperas, siapa yang akan jadi luapan kemarahan itu? tentu sang menantu perempuan bukan? maka jadilah adanya perbudakan dalam keluarga. mj ------------------------ --- In [email protected], "Miftah Surur" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > wah repot, nanti kalu dibebankan ke perempuan, dibilang penindasan lagi terhadap perempuan.... > Tapi begini, tradisi mas kawin seperti itu perlu dilihat dalam konteks hubungan laki-laki dan perempuan di tanah Arab yang memang tidak seimbang - atau dalam bahasa anak sekolahan disebut sangat patriarkhal. itulah mengapa laki-laki mendapat posisi yang lebih dibanding perempuan. Meskipun akhir-akhir muncul pemikiran baru dari beberapa pemikir Islam komtemporer untuk memberikan kewajiban yang sama bagi perempuan untuk memberi mas kawin, tapi gagasan ini belum popular -----------------------------------------------------
