Tepat sekali. Semua UMAT beragama, tak terkecuali, hendaknya berupaya mengikuti ajaran masing masing sekerasnya, hingga BERDAMPAK nyata dialam ini (kalau sudah mati, mah masabodo, kita nggak tahu apa yang terjadi).
Suatu agama yang dinamakan LENGKAP, SEMPURNA dan MENGGENAPI seharusnya makin jelas bagi penganut, yang akan memenuhi peraturan dan perintah, yang hasilnya akan nyata kita nikmati bersama. Sebuah peringkat peraturan lalulintas yang lengkap, tidak tumpang tindih, jelas, logis akan mengakibatkan TAK ada lagi kecelakaan, kesemmrawutan lalulintas. Kalau masih terjadi, apalagi lalulintas makin ngawur, maka peserta lalulintas SEMUA bloon DAN peraturan lalulintas TIDAK sempurna. TIDAK ada gunanya, selalu mengatakan, peraturan sih bagus, tapi nggak ditaati. Agama sih bagus, tapi umatnya ngawur. Lalu, apa yang kita nantikan? Ini sudah duaribu tahunan lho sejak agama agama berdiri! Bukan sejak kemarin. Berdoa sih monggo monggo, tapi jangan lupa berupaya. Kalau bangsa lain mampu membangun masyarakat tertata rapi, masakan kita, yang katanya beragama ini, ngawur terus? Salam nalar Danardono --- In [email protected], "Miftah Surur" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Mohon dibedakan mana perilaku keagamaan dan perilaku kemanusiaan. Jika ada > manusia beragama yang masih berbuat tidak baik (korupsi, membunuh, dsb) saya > pikir, bukan agamanya yang tidak benar, tapi yang jelas adalah manusianya. > Karena ternyata masih banyak manusia lain yang beragama juga santun dalam > hubungan kemanusiaan. Yang perlu didoong adalah bagaimana agama dimaknai > sebagai gudang prinsip2 nilai yang mendorong visi pemanusiaan yang > berkeadilan. > Selama ini, kritik yang muncul ke permukaan adalah mengapa orang yang > beragama tetapi masih berperilaku buruk dan mengingkari kemanusiaan? Apakah > agama sudah tidak lagi berperan dalam mendorong pembentukan kehidupan yang > lebih baik? > Akhrinya banyak orang yang prustasi bahwa agama tidak memiliki peran apa-apa > kecuali hanya mengurusi orang-orang yang ingin masuk surga saja. Untuk > itulah, agama harus dimaknai sebagai ruang tafsir yang terbuka. Agama dan > seluruh doktrinnya perlu direnungkan dan dimaknai secara relevan dengan > tujuan awalnya, yaitu kasih sayang bagi kemanusiaan. Kecuali, kalau kita > atau siapapun sudah tidak lagi menganggap penting keberadaan agama itu > sendiri. > > Pada tanggal 11/07/07, IrwanK <[EMAIL PROTECTED]> menulis: > > > > Mbak Yanni, > > > > Tolong tombol caps lock-nya dimatikan sejenak.. :-) Setidaknya jangan > > berikan kesan yang kurang baik atas (umat) Islam. > > > > Eyang Danar ini memang sudah biasa seperti itu.. maklumi sajalah.. > > Gaya bahasa beliau memang seperti itu.. lebih banyak menyindir.. > > khususnya (umat) Islam.. > > > > Lagipula, gaya (style) orang" yang kurang/tidak suka terhadap (umat) > > Islam kadang seperti itu.. memanfaatkan pemberitaan soal Arab Saudi > > sebagai celah/pintu masuk (backdoor) untuk 'menyerang' Islam.. > > > > Kalau sempat kita reply, kalau belum, berdo'a saja agar ada yang sempat > > meresponnya.. bil haq wal mau 'idzoh hasanah (cara yang benar & baik).. > > > > CMIIW.. > > > > Wassalam, > > > > Irwan.K > > > > > > On 7/11/07, yanni <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > > > > > MAS DH, > > > > > > KALAU MAU COMMENT YA COMMENT AJA. TAPI GA USAH MENJELEK2AN AGAMA LAIN. > > > KAN MILIS INI DIBACA OLEH SEMUA GOLONGAN AGAMA LHO. > > > > > > PLEASE DONG AH.....LAGIAN ARTIKEL SEPERTI INI AJA DIBAHAS BANGET SICH. > > > KALO SAYA BACA E-MAIL UNTUK DIJADIKAN HIBURAN BUKAN BIKIN KEPALA TAMBAH > > > PUYENG.... > > > > > > > > > > > > ----- Original Message ----- > > > *From:* RM Danardono HADINOTO <[EMAIL PROTECTED]> > > > *To:* [email protected] > > > *Sent:* Wednesday, July 11, 2007 3:04 PM > > > *Subject:* [mediacare] Muak - Re: Sepasang pengantin Arab ............ > > > > > > --- In [email protected], "Budi - Production Control" <budi- > > > pc@> wrote: > > > > > > > > Semoga bisa membantu : > > > > Sebagai agama yang sempurna, menyeluruh dan menyempurnakan, maka > > > dalam Islam : > > > > > > ****** Hahhh? agama yang sempurna? agama mana yang sempurna? Lalu > > > dampaknya dimana "ksempurnaan ini", lha kok disemua negara yang > > > mayoritas Muslim warganya terbelakang, miskin dan tidak tertata rapi? > > > > > > Kalau ada yang makmur, seperti negara negara minya, itu karena minyak > > > dan diukungan technology super canggih dari Barat dan Jepang, semua > > > masyarakat non Muslim. > > > > > > Lagi, kalau sempurna, kok rawan dijadikan latar belakang terorisme > > > dan kekerasan? > > > > > > Plase dong ah? > > > > > > DH > > > > > > > > > > >
