Namanya opini yah jelas subyektif. Kalau semua orang opininya sama yah bukan dunia namanya. Selain itu, saya pikir dalam banyak hal yang bersangkutan benar.
So what gitu loh kalau teroris ditembak kakinya. Masak baru kakinya sudah rame, untung bukan kepalanya..... Maling sandal biasa saja kadang sampai babak belur (saya pernah lihat yang dipotong kupingnya...) atau bahkan mati dihukum massa ngak ada yang pernah ramai. Ini teroris kelas kakap baru ditembak kakinya sudah "manja". Makanya jangan jadi teroris dong....kasihan anak istri..... Btw, Luthfi sudah tidak butuh popularitas, wong sudah populer....:) Salam, M. Modjo --- In [email protected], marwan azis <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Artikel Luthfie sangat subjektif, meski ia mengaku sebagai peneliti, > Luthfie hanya melihat satu sisi dan melupakan sisi yang lain. Ia tak melihat bagaimana tindakan Amerika Serikat yang menginvasi Irak dan Afganistan, yang bertindak tak lebih dari sebuah teroris besar yang memprondakan negeri yang tadi begitu damai, namun sekarang kondisinya tak menentu, entah sampai kapan penderitaan rakyat Irak dan Afganistan akan berakhir??. > > Tak menarik banget dijadikan opini di media sekelas Tempo, tak satupun paragraf yang mencerminkan Luthfie sebagai seorang peneliti. Luthfie hanya cari populiritas semata, kebetulan isu pemberantasan terorisme mendapatkan banyak sokongan dana dari AS, yang merupakan teroris terbesar dunia. > > salam > > Marwan > > ini komentar Ade Armando, di milis islib:
