Tradisi sepakbola Indonesia adalah KEGAGALAN. Dalam pertandingan SEA Games
(antarnegara ASEAN) saja tak pernah menang, apalagi tingkat Asia. Jangan omong
soal Piala Dunia, itu hanya mimpi yang tak bakal terwujud.
Itu sebabnya para wartawan setiap kali menulis berita selalu pakai istilah
"MENCURI". Sebab kalau tidak mencuri, mana mungkin bakal dapat juara.Cuma kali
ini para wartawan itu agak kebablasan fanatismenya, dan kelihatan sekali
munafiknya.
Sebenarnya mereka itu tahu bahwa bangsa Arab itu memang paling dihormati.
Waktu Piala Dunia yang baru lalu, kesebelasan Arab sangat disanjung-sanjung dan
didukung penuh di negeri ini. Bahkan kesebelasan Perancis pun disanjung
tinggi-tinggi hanya lantaran bintangnya, yakni Zinedine Zidane, itu orang Timur
Tengah dan beragama yang sama dengan kebanyakan orang Indonesia.
Aneh juga ini wartawan, kok berani-beraninya bilang Kesebelasan Arab itu
mencuri. Padahal yang sebenarnya, tim Indonesia tidak bisa MENCURI kesempatan
untuk menyogok atau memperdayai wasit dari Uni Emirat Arab. Pernah dalam
kejuaraan Asia juga, tim Indonesia memperdayai wasit dengan sengaja memasukkan
bola ke gawang sendiri, hanya gara-gara tak ingin bertemu di babak berikutnya
dengan tim lain yang dianggap kuat. Curang memang sudah kebiasaan. Kompetisi
Galatama, yaitu Liga Sepakbola Utama, sekarang ini sudah dihapuskan, sebab dulu
dipelesetkan menjadi Gabungan Laki-laki Tanpa Malu.
Anehnya, Presiden RI juga ikut protes, karena tidak puas dengan keputusan
wasit. Padahal pada menit terakhir itu, pelanggaran nyata-nyata dilakukan
pemain Indonesia bernama Ismet, dan gol itu tercipta lewat sundulan kepala
pemain Arab yang memang lebih tinggi. Jadi, gol bersih, bukan hasil curian.
Hehehehe...sampai kapan begini terus.
Salam,
IUR
Hafsah Salim <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Team Indonesia GAGAL MENCURI Kemenangan Team Arab Saudia
Secara etika moral tidak baik mencuri, termasuk mencuri kemenangan.
Agama Islam melarang mencuri, terutama mencuri terhadap sesama Islam.
Apalagi yang dicuri itu adalah keturunan Ras atau bangsa dari Nabi
Muhammad, maka dosanya berlipat kali. Tak ada pahalanya, tapi kualat
dan laknat yang akan menimpa sipencurinya meskipun gagal mencuri tapi
sudah niat.
> "Daniel H.T." <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Satu lagi kebiasaan media Indonesia, terutama cetak dalam menulis
> berita menggunakan kalimat yg tidak tepat adalah kalimat: "mencuri
> kemenangan." Kalimat ini sering digunakan dalam menulis berita olah
> raga. Di mana ada satu tim/individu menang atas tim/individu lain
> ditulis: "si A berhasil mencuri kemenangan dari B." Kata 'mencuri'
> mempunyai konotasi negatif walaupun bukan mempunyai arti harafiah.
> Dalam konteks ini seolah-olah A memang atas B dgn cara2 yg tidak
> terhormat. Contoh: Kompas, Minggu, 15 Juli 2007 menulis: "Arab Saudi
> mencuri kemenangan dari Indonesia." Seolah-olah Aras Saudi berhasil
> menang dgn cara yg tidak fair. kemenangan seharusnya milik
> Indonesia, tetapi Arab Saudi "mencuri"-nya dari Indonesia dgn suatu
> trik tertentu.
Betul!!!
Komposisi individu team Arab dibandingkan team Indonesia:
Individu team Arab lebih tinggi badannya, lebih besar posturnya, lebih
baik teknik menggocek bola, lebih baik kerjasama teamnya, lebih baik
kualitas pelatihnya, lebih baik persiapannya, lebih baik gizi
makanannya, bahkan lebih baik keturunannya (keturunan nabi). Kalo mau
dibandingkan sejarah prestasinya, lebih jelas lagi, team Arab Saudia
ini memang merupakan team yang punya reputasi dunia yang berulang kali
pernah masuk perempat final piala dunia, bahkan pernah masuk final
piala dunia. Team Indonesia, reputasinya memalukan untuk saya tulis
disini.
Secara psikologis, nabi Muhammad adalah orang Arab, sedangkan orang2
Indonesia juga beragama Islam yang bangga menjadi orang Arab.
Sehingga kalo harus bertanding mengalahkan Arab, tentunya wajar kalo
ada perasaan berdosa, atau lebih tepatnya perasaan minder dan tidak
boleh percaya diri.
Jadi diatas kertas secara teoritis, team Indonesia enggak mungkin
menang melawan team Arab Saudia. Dan kenyataan dari hasil
pertandingan juga membuktikan bahwa team Indonesia memang kalah mutlak.
Harusnya beritanya ditulis sbb:
TEAM MERAH PUTIH GAGAL MENCURI KEMENANGAN, DAN TEAM ARAB BERHASIL
MEMBUKTIKAN DIRI DENGAN KEMENANGANNYA.
Ada yang mau berbeda pendapat???
Ny. Muslim binti Muskitawati.
---------------------------------
Be a better Globetrotter. Get better travel answers from someone who knows.
Yahoo! Answers - Check it out.