Inilah ironik nya teman2, banyak bangsa kita yg "worship" alias mengagungkan 
Saudi Arabia, tapi nyatanya Arab hanya melihat sebelah mata terhadap kita, apa 
alasan Arab menghentikan penerbangan Garuda kesana? belum pernah rasanya ada 
kecelakan yg mengakibatkan kerugian Arab ? kita memang tidak bisa berpihak ke 
mana2 dalam kondisi ini, kalau misalnya pesawat Singapore Airline nabrak gunung 
mulu atau nyungseb kelaut mulu saya pun gak mau bangsa saya naik itu kapal 
sial, jadi sama aja gak bisa kita salahkan org2 luar yg gak boleh naik garuda 
karena reputasinya, tapi sikap Arab dan Uni Eropah sangat tidak adil dalam 
memperlakukan kebijakan penerbangan antar negara, mereka tidak bisa sekaligus 
menghanguskan ladang usaha Garuda begitu saja, Garuda dan Indonesia sudah 
benyak memberikan peluang ekonomi penerbangan2 Uni eropa dan Arab keluar masuk 
Indonesia, apalagi Arab tiap thn menyiduki jutaan dollar US uang Indonesia 
lewat musim naik haji, apakah sebenarnya dibalik Boikot
 beruntun ini?
   
  Saya terus terang kasian sama penerbangan Indonesia ini, walau saya tau 
kenapa penerbangan kita lama2 bisa tak diminati dunia luar selain oleh 
pengguna2 domestik saja, hanya maunya pihak penerbangan luar ada kebijakan 
dong, bantu penerbangan Indo, berikan peraturan yg membuat Garuda memaksa diri 
nya utk mensejajarkan Professional Quality yg sesuai dengan International 
standard (AVIA).
   
  Kasian, hanya itu yg bisa saya rasakan, sangat prihatin akan nasib yg harus 
disandang dibahu bangsa dan Indonesia, karma atas sikap pemerintah yg buruk 
sudah mulai bisa kita rasakan, saatnya berbenah diri, Garuda adalah maskapai 
andalan Indonesia dalam menjadlin hubungan dengan antar negara, bila jembatan 
garuda dipatahkan, apakah Indonesia akan benar menjadi negara yg 
terisolir....inikah yg diinginkan oleh dunia luar? 
   
   
  salam prihatin
  omie
   
   
   
   
  sumarsastrowardoyo <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
  "Kalau pesawat kita dilarang, kita juga bisa menghentikan 
penerbangan Saudi ke Indonesia"

Saudi Pun Cekal Garuda

a.. Ikuti Jejak Uni Eropa 
b.. Belum Ada Perubahan Jadwal 
JAKARTA, BPOST - Pemerintah Arab Saudi akan 
mengikuti langkah Uni Eropa (UE), yang telah mencekal seluruh 
maskapai penerbangan Indonesia terbang ke negaranya. Namun, sebelum 
resmi diberlakukan, mereka masih memberi kesempatan Indonesia untuk 
memberi penjelasan terkait keamanan penerbangan.

Vice President Safety and Economic 
Regulation dari General Authority of Civil Aviation (GACA) Arab 
Saudi, Mohammed R Berenji, sudah melayangkan surat yang isinya 
memuat rencana larangan tersebut kepada pemerintah Indonesia.

Surat itu pun sudah diterima pemerintah.

"Kita sudah menerima surat tentang 
pelarangan terbang itu dari Kerajaan Arab Saudi tertanggal 15 Juli 
yang baru kita terima hari ini (Senin, red)," kata Kapuskom Publik 
Departemen Perhubungan, Bambang S Ervan, Senin (16/7).

Bambang menjelaskan, dalam surat itu, 
Berenji memaparkan rencana larangan terbang itu didasari atas 
keputusan yang sama dari Uni Eropa. 

"Kerajaan Arab Saudi akan mengadopsi 
larangan terbang yang disampaikan Uni Eropa," ujar Bambang.

Menyikapi hal ini, pemerintah Indonesia juga 
sudah mengirimkan surat kepada pihak GACA. Surat itu meminta 
kesediaan pihak GACA untuk mengirimkan tenaga ahlinya guna menilai 
kondisi penerbangan di Indonesia. "Kita mengharapkan mereka 
secepatnya datang," tuturnya.

Bambang menambahkan, pemerintah Indonesia 
melalui Departemen Luar Negeri juga sudah menghubungi Kedubes Arab 
Saudi di Indonesia mengenai situasi ini.

"Kedubes Arab Saudi mengatakan akan membantu 
mencarikan solusi terbaik," terangnya.

Pemerintah Arab Saudi sendiri memberikan 
waktu bagi Indonesia untuk mengklarifikasi hingga 4 Ramadhan 1428 
Hijriyah atau tanggal 15 September 2007. Jika tidak, Arab akan ikut 
keputusan Uni Eropa.

Kepentingan Bisnis

Ketua Kaukus Penerbangan DPR RI, Alvin Lie 
menilai, keinginan Arab Saudi melarang maskapai Indonesia adalah 
mengada-ada. Arab Saudi melakukan ini hanya untuk mencaplok angkutan 
haji Indonesia. 

"Kalau saya melihat, Uni Eropa memang 
melarang karena didasari masalah keamanan, tapi kalau Arab Saudi, 
saya kira ini kepentingan bisnis," ujar Alvin. 

Alvin sudah melihat upaya Arab Saudi untuk 
mencaplok angkutan haji Indonesia sejak beberapa tahun terakhir.

Bila Arab Saudi berani melarang pesawat 
Indonesia, menurut Alvin, seharusnya pemerintah Indonesia juga bisa 
melakukan hal yang sama. 

"Kalau pesawat kita dilarang, kita juga bisa 
menghentikan penerbangan Saudia ke Indonesia," tutur anggota DPR 
ini. 

Indonesia bisa saja menyewa pesawat-pesawat 
dari luar untuk menjadi angkutan haji sebagai penggantinya. "Kalau 
Arab Saudi melarang pesawat kita, ya kita jangan mau menggunakan 
pesawat Saudi. Kalau dia nonjok, ya kita tonjok juga," ujar Alvin 
geram. 

Terlepas dari itu, menurut Alvin, masalah 
ini merupakan sinyal jelas bahwa pemerintah perlu melakukan 
pembenahan dalam pengelolaan penerbangan. "Bila peningkatan 
keselamatan kita benahi, nanti tidak ada pihak-pihak yang 
mendompleng seperti Arab Saudi ini," ujar dia. 

Membantah

Sementara itu, PT Garuda Indonesia membantah 
adanya pelarangan tersebut. "Seluruh penerbangan Garuda Indonesia 
yang melayani rute ke Arab Saudi pada hari ini berjalan normal," 
kata Kepala Komunikasi PT Garuda Indonesia Pujobroto.

Pujobroto menjelaskan, Senin kemarin, Garuda 
masih menjadwalkan dua penerbangan. Pertama, GA 9802 rute Jakarta-
Jeddah, berangkat dari Bandara Soekarno-Hatta pukul 11.35 WIB, 
membawa 241 penumpang. Kedua, GA 980 rute Jakarta-Jeddah, berangkat 
dari Bandara Soekarno-Hatta pukul 16.30 WIB, membawa 236 penumpang.

Jadwal penerbangan Garuda Indonesia ke Arab 
Saudi sebanyak delapan kali seminggu. Rute Jakarta-Jeddah-Jakarta 
dilayani sebanyak lima kali per minggu dan rute Jakarta-Jeddah-
Riyadh-Jakarta sebanyak tiga kali per minggu.

Pujobroto menambahkan, selama periode April-
September, Garuda justru harus menambah jadwal penerbangan dengan 
rute Jakarta-Jeddah hingga dua kali lipat. Penambahan ini untuk 
melayani permintaan masyarakat yang ingin melaksanakan umrah maupun 
pelayanan tenaga kerja. 

"Sampai saat ini belum ada perubahan jadwal 
penerbangan baik dari Indonesia-Arab maupun sebaliknya," kata 
Pujobroto. 







_________________________
SASTRA-PEMBEBASAN, wacana sukasamasuka sastrakitakita 
Yahoo! Groups Links





    
---------------------------------
  Park yourself in front of a world of choices in alternative vehicles.
Visit the Yahoo! Auto Green Center.

       
---------------------------------
Get the free Yahoo! toolbar and rest assured with the added security of spyware 
protection. 

Kirim email ke