Bagaimana kalau kita tinggalkan debat shalat tdk
shalat, kepentingan pengusaha atau kepentingan
buruh... 

Kalau mau membantu 15000 buruh menekan nike... kita
galang saja gerakan boikot produk nike...Lumayan
jugakan kalau nike kehilangan pasar di indonesia.

Beberapa kawan2 yang punya kontak dgn ILO bisa
menggunakan jalur nya... tentunya harus ditunjukan
bahwa selama ini NIKE cuma menghisap buruh... 
 
--- RM Danardono HADINOTO <[EMAIL PROTECTED]>
wrote:

> --- In [email protected], kamsari sari
> <[EMAIL PROTECTED]> 
> wrote:
> >
> >Dan setahu saya, Hartati bukan orang muslim. Jadi
> dalam kasus ini 
> nggak ada hubungannya dengan buruh yang melakukan
> sholat lima waktu. 
> 
> 
> 
> 
> Hartati Murdaya memang bukan Muslim, dia adalah
> pemimpin sebuah 
> organisasi Buddhist di Indonesia. Tetapi, bu Hartati
> bukan buruh di 
> pabrik sepatu, seumur hidup belum pernah jadi buruh,
> dia cukup kaya. 
> Yang diangkat menjadi topik pembahasan oleh bu Mus,
> adalah BURUH, 
> bukan sipemilik perusahaan sepatu.
> 
> Yang dipolemikkan oleh bu Mus disini adalah - in
> general - buruh 
> Indonesia yang jutaan itu, yang pasti hampir tak ada
> yang pemeluk 
> Buddha.
> 
> Thema shalat diangkat bu Mus disini sebagai suatu
> topik diskusi, 
> mungkin dalam kaitannya dengan effisiensi dan
> produktivitas, yang 
> mungkin secara langsung tak berkaitan dengan Nike.
> 
> Tetapi thema ini adalah aktual bagi setiap pabrik
> atau tempat 
> berkerja di Indonesia. Terutama dalam perbandingan
> dengan negara 
> negara yang dinilai tinggi produktivitasnya.
> 
> Setuju atau tidak, ini soal lain.
> 
> DH
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 



       
____________________________________________________________________________________
Need a vacation? Get great deals
to amazing places on Yahoo! Travel.
http://travel.yahoo.com/

Kirim email ke