SUARA KARYA KLB MAGELANG Wabah Misterius Belum Terungkap
Kamis, 26 Juli 2007 SEMARANG (Suara Karya): Wabah misterius atau lazim disebut pagebluk yang menewaskan delapan warga Dusun Beran, Desa Kanigoro, Kecamatan Ngablak, Kabupaten Magelang, terus bertambah. Sementara apa sesungguhnya wabah misterius ini sampai semalam belum terungkap. Menurut informasi yang diperoleh Suara Karya, korban rawat inap di Puskesmas Grabag dan RSU Tidar yang semula 18 orang telah menjadi 21 orang. "Korban yang dirawat intensif di RSU Tidar mencapai 9 orang. Satu di antaranya Ngatemi, kondisinya sangat parah, kritis. Sedangkan yang dirawat di Puskesmas Grabag, kesehatannya masih labil sebanyak 12 orang," kata Kepala UPT Puskesmas Grabag I, dr M Syukri, Rabu (25/7). Sementara Kepala UPT Puskesmas Ngablak, Darsiwan SKM MKes, mengatakan, kendati penyebab kematian delapan warga Dusun Beran belum dapat diketahui kepastiannya, dugaan sementara para korban terkena racun dari bahan kimia yang larut dalam makanan atau minuman. Selain memeriksa sampel sisa bahan makanan yang sebelumnya dikonsumsi warga, tim kesehatan gabungan dari Puskesmas Ngablak dan Dinas Kesehatan Kabupaten Magelang kemarin menyelidiki tiga sumber mata air yang ada di Desa Kanigoro, masing-masing sumber air Ngetuk, Sarangan, dan Rawa. Dari daerah KLB, Rabu siang, dilaporkan, tiga korban baru masing-masing Sariyah (35), Mursidah (30), dan Nuryati (30) terpaksa dilarikan ke RSU Tidar, Magelang, karena kondisi mereka sangat kritis. Melihat gejala yang diderita, penyakit misterius tersebut sepertinya semakin menyebar. Istri Kadus Beran, Ny Jariyah, mengisahkan, sepekan sebelum peristiwa menggegerkan itu terjadi, lebih dari 20 ekor ayam peliharaan warga mati mendadak. Jenggernya membiru semua sehingga warga buru-buru membuang bangkai ayam ke sungai Bolong. Sehubungan kasus menggegerkan tersebut, Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Jawa Tengah kini intensif memeriksa sampel makanan, air bersih, urin, dan darah korban. Namun sampai kemarin siang instansi tersebut belum juga bisa mengambil kesimpulan mengenai penyebab kematian 8 warga Magelang tersebut. "Namun sampel bahan-bahan yang kita curigai, seperti tepung jagung, nasi jagung, dan air teh, sudah kami periksa dan tidak mengandung sianida. Sedang untuk mengetahui adanya kandungan arsen, klorin, maupun pestisida lain, semua masih dalam proses pemeriksaan," kata Kepala Dinkes Jateng, dr Hartanto MMed Sc, kepada wartawan. Selain sampel makanan, lanjut dia, Dinkes Jateng juga akan melakukan pemeriksaan mikrobiologi pada urin. Tentang hasilnya, kemungkinan baru bisa diketahui tiga hari ke depan. (Pudyo Saptono
