Kutipan dari Majalah HIDUP No.30 Th.ke-61 29 Juli 2007 halaman 17 International Conference KTM Batal
Sekitar 500 orang yang menamakan Gerakan Anti Kristenisasi (GARIS) bergerak menuju Lembah Karmel, Cikanyere, Jawa Barat, Jumat, 20/7. Mereka menyampaikan ketidaksetujuan mereka terhadap International Conference (IC) Komunitas Tritunggal Mahakudus 2007. Kepala Kepolisian Resort (Kapolres) Cianjur AKBP Syaiful Zachri menjelaskan, mereka berunjuk rasa sejak pukul 15.00 WIB sampai dengan pukul 15.30 WIB. Para pengunjuk rasa tidak sampai masuk ke kawasan Lembah Karmel, karena diblokade oleh tim pengaman gabungan, yang terdiri dari Kapolres, Kapolsek, Koramil, Kodim, Muspida, dan warga setempat. Unjuk rasa tersebut berjalan damai, tidak ada kekerasan. "Kami sempat bernegosiasi dengan perwakilan GARIS, kami menyampaikan akan menampung aspirasi mereka, rencana hari Senin akan diadakan dialog antara Muspida, Lembah Karmel dan perwakilan pengunjuk rasa." Kata Syaiful melalui sambungan telepon kepada HIDUP, Senin, 23/7, pukul 16.30 WIB. Pimpinan rumah retret, Sr. Agata Maria PKarm mengatakan para penghuni Lembah Karmel sempat khawatir. Selama kejadian mereka berkumpul di kapel dan berdoa. "Mereka berteriak-teriak, tapi tidak anarkis. Pada saat itu pihak kami tidak ada yang menemui pengunjuk rasa karena dari pihak keamanan menganjurkan seperti itu," tuturnya. Pada dialog yang digelar Senin, 23/7 disepakati bahwa kegiatan IC pada Rabu-Minggu, 25-29/7 di Lembah Karmel, Cikanyere dibatalkan. Mereka yang terlibat dalam dialog, yakni dari MUI Cianjur, Muspida, beberapa ormas Islam dan dari Lembah Karmel yang diwakili Humas Lembah Karmel, Sr. Lisa Martosudjito PKarm dan Fr Stefanus. Dialog dimulai pukul 09.00 WIB dan berakhir pada pukul 13.30 WIB.*** -------------------------------------------------------------- Kutipan dari Harian KOMPAS Sabtu, 21 Juli 2007 halaman 24 Hubungan Antar Agama Massa Tolak Reuni Kaum Awam di Lembah Karmel Cianjur, Kompas Rencana reuni kaum awam Katolik yang tergabung dalam Komunitas Tritunggal Mahakudus di Lembah Karmel, Desa Cikanyere, Kecamatan Sukaresmi, Cianjur. 25 29 Juli mendatang ditentang oleh Konsorsium Umat Islam Kabupaten Cianjur. Massa dari sejumlah pondok pesantren dan organisasi Islam mengawali aksi dengan mendatangi Lembah Karmel, Jumat (20/7) siang hingga sore. Aksi itu dihadang polisi sekitar 500 meter sebelum sampai ke Lembah Karmel. "Tentara, organisasi masyarakat seperti Gibas, dan masyarakat sekitar juga bersama-sama mengamankan tempat retret Lembah Karmel," kata Humas Lembah Karmel Suster (Sr) Lisa Martosudjito PKarm (Putri Karmel). Hilman Syaukani, pengurus Persatuan Islam (Persis) Cianjur mengatakan, hingga kini belum ada izin resmi dari Markas Besar Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) terhadap acara itu. "Pada aksi pertama ini kami hanya melakukan aksi damai. Jika acara tersebut tetap diselenggarakan di sama, aksi anarkis bisa saja kami lakukan. Yang kami dengar, Mabes Polri sudah melarang acara itu," kata Hilman. Akan tetapi, Kepala Kepolisian Resor Cianjur Ajum Komisaris Besar Syaiful Zachri mengatakan sudah menerima surat pemberitahuan penyelenggaraan acara dari pengelola Lembah Karmel. Ia juga mengaku belum menerima surat pelarangan dari Mabes Polri. Sr. Lisa Martasudjito PKarm mengatakan, pihaknya sudah mengajukan izin ke Markas Besar Polri. Ia mengatakan, sampai sejauh ini pihaknya belum berencana untuk membatalkan acara reuni. "Apa berdoa itu dilarang? Kan tidak salah berdoa itu," ujarnya. Lembah Karmel dibangun pada tahun 1995. Tempat ini digunakan sebagai tempat retret dan berdoa. Berdoa, beribadah, dan merenungkan kehidupan adalah bagian dari retret.*** --- In [email protected], kuncaraning sari <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Isu ini sudah lama dan ditimbulkan kembali.. entah apa > maksudnya menulis kembali berita ini...mungkin ada > udang dibalik bakwan :-) > > Aku dapat informasi update dari teman yang kebetulan > pas kejadian ada dilokasi itu. Dia bersama dengan > keluarganya menginap dipuncak dan hari Minggu tgl 22 > Juli mengikuti misa atau kebaktian di Lembah Karmel. > > > Kejadian yang ditulis oleh Sabili.com itu TIDAK BENAR. TIDAK ADA BENTROKAN, dan TIDAK ada RIBUAN massa. > > Temanku itu bilang aman-aman saja. > > Salam, > > Sari > > > --- Leo Tobing <[EMAIL PROTECTED]> wrote: >
