http://jawapos.com/index.php?act=detail_c&id=296946 Senin, 30 Juli 2007, Tiongkok Serius Garap Proyek Waduk Jatigede
Tunjuk Sinohydro sebagai Pelaksana JAKARTA - Pembangunan Waduk Jatigede di Sumedang, Jawa Barat, semakin dikonkretkan. Pemerintah Tiongkok telah menunjuk Sinohydro Corporation Limited (SCL) untuk membangun waduk yang disebut-sebut bakal menjadi terbesar kedua di Indonesia itu. SCL, perusahaan pelat merah Tiongkok, itu akan menggandeng konsorsium kontraktor dalam negeri. Yakni, PT Wijaya Karya, PT Hutama Karya, PT Waskita Karya, dan PT Pengembang Perumahan. "Kontrak proyek telah ditandatangani dan saat ini penjaminan pembiayaannya masih diproses Departemen Keuangan dan Exim Bank of China," ujar Dirjen Sumber Daya Air Departemen Pekerjaan Umum (PU) Iwan Nusyirwan Diar di Jakarta kemarin. Proyek pembangunan waduk seluas 9.558 hektare tersebut membutuhkan dana USD 239,5 juta (sekitar Rp 2,1 triliun). Pemerintah Tiongkok menyanggupi memberi pinjaman dengan syarat kontrak proyek antara kontraktor dan pemerintah telah ditandatangani. Dari total kebutuhan lahan 9.558 hektare yang dimiliki PT Perhutani dan rakyat, baru 3.301 hektare lahan yang telah dibebaskan. Rencananya, pembebasan tanah dilanjutkan pada 2008. "Bila waduk mulai dibangun 2008, pada 2012 sudah berfungsi," ujarnya. Waduk Jatigede menjadi prioritas Departemen PU karena bencana kekeringan di musim kemarau dan banjir di musim hujan yang tinggi di daerah hilir Sungai Cimanuk, terutama di Jawa Barat bagian timur. Kekeringan dan banjir itu disebabkan penurunan daerah tangkapan air di hulu Sungai Cimanuk. "Akibat kerusakan daerah tangkapan air Sungai Cimanuk, daerah Kabupaten Bandung, Indramayu, dan Cirebon menjadi kering pada musim kemarau namun banjir di musim hujan. Untuk itu, harus dibangun waduk," papar Nusyirwan. Menurut Direktur Sungai, Danau, dan Waduk Departemen Pekerjaan Umum Widagdo, Waduk Jatigede akan memiliki daya tampung air 995 juta meter kubik. Selain sebagai sumber air baku dan irigasi, Waduk Jatigede akan menjadi pembangkit listrik tenaga air berkapasitas 110 MW yang mampu memasok listrik 789,6 GWh per tahun. Widagdo menuturkan, pemerintah hingga 2006 telah membangun sekitar 200 bendungan. Sebanyak 128 di antaranya merupakan bendungan besar dengan kapasitas tampung 0,5 juta hingga 3 miliar meter kubik. (noe)
