Mas Felix, saya 'cuma' ngikutin posting anda tgl 7 Juli
yg mengatakan APBD puluhan triliun terlalu enak
buat dilewatkan begitu saja ...
Kalau setahun puluhan triliun , 5 tahun kan ratusan triliun?
Sengaja saya tekankan jadi ratusan triliun karena bingung
bagaimana P Fauzi membagikan seluruh APBD ke partai
yg banyak itu, tanpa menyisakan buat pembiayaan riel
proyek2 di Jakarta ini, sereem bener memang ......
Secara nggak langsung anda telah melakukan perbaikan
mungkin 'hanya'puluhan atau ratusan milyar ya ?
Mohon maaf statement ini juga kayaknya merendahkan
kapasitas PKS yg wakil2nya menguasai 25% DPRD ?
Gimana yah caranya P Fauzi bisa membagi2kan ratusan
milyar tanpa diketahui PKS ? Mudah2an nggak tidur tuh
wakil2 rakyat kita terutama dr PKS ....
Bagi2 proyek di Jakarta sekarang ini menurut pengamatan
saya sudah nggak segampang sebelumnya.
Kasus dirut PLN yg dimata2i oleh P S yg jago intelejen , dr
konsep surat sampai hasil rapat dll mengakibatkan sang dirut
sempet nyobain hotel prodeo di Mabes Polri.
Padahal bisnis kawan2nya P S [ anggauta DPR sekarang , bekas
sekjen Dephut ] juga sudah diakomodasikan oleh sang dirut
cuma kabarnya kurang cukup ... Lebih menyolok bisnis P JK .
atau P ARB , hingga kenalah si dirut itu.
Di milis ini pernah di posting 3 X secara serial 'daftar dosa '
sang dirut EW , yg sebagai hasil intel dr P S yg juga kader
partai bersih kita.
Pak Felix , saya juga kurang setuju dgn anda soal kepesimisan
P AD memenangkan pilkada ini.
Saya kuatir PKS marah tuh, abis kalau saya lihat sebenarnya
secara strategi memang PKS sungguh hebat dan sangat mungkin
juga memenangkan pilkada .
Walau orang baru di pemerintahan DKI, walau sudah janji akan
memecat semua yg KKN , walau akan menghadapi DPRD yg 75%
sebal dgn kearoganan PKS, mungkin saja P AD ini menang !
Apalagi setelah menyaksikan unjuk kekuatan PKS sbg pendukung
habis P AD ini pada hari terakhir kampanye nya.
Juga setelah mendengar beberapa kawan saya yg jendral polisi
baik yg aktif maupun yg sdh purna ternyata memobilisasi kekuatan
buat P AD dan mereka menyatakan yakin P AD menang!
Buat saya strategi PKS ini sungguh hebat dan manjur seperti
pemilu 2004 yl.
Mudah2an strategi2 PKS ini akan selalu hebat dan nggak keblinger
setelah kader2nya memenangkan pilkada2 dimana2 , kmd memang
retorika dan janji jadi kosong , sebab yg akan terjadi adalah mirip
kemenangan2 PAS di Malaysia yg setelah 2 X pemilu ditinggalkan
rakyat karena sudah kelihatan mutu dan belangnya ....
Saya nggak akan kecewa Mas Felix siapapun yg terpilih, karena
saya cukup realistis, janji ngeberesin banjir,kasih pekerjaan, atasi
macet cuma retorika belaka, cuma pengen liat kambing hitam
mana lagi yg mau dipotong buat negbelain muka yg sdh janji2
setinggi langit itu.
Kalau APBD masih dikuasai manusia2 serakah DPRD termasuk
dr PKS [ yg menyetujui peralihan budget PKT dan BKB ke busway]
maka sang gubernur juga nggak bisa apa2..
Kalau pemerintah pusat sdh mau klenger dgn subsidi minyak tanah
dan mau bebas dgn ganti gas, apa yg bisa diperbuat sang Gubernur ?
Kalau prioritas APBD yad nggak nyentuh ngebebasin uang sekolah
anak SMA , sang Gubernur bisa apa , apa lagi kalau P AD yg musuhnya
banyak itu di DPRD.
Banyak lagi yg mesti dipahami buat jadi nggak kecewa dgn janji2
cagub kita , sekarang ini hanya memilih yg terbaik dr yg buruk ...
Salam , martin - jkt
----- Original Message ----
From: felix_milis <[EMAIL PROTECTED]>
To: [EMAIL PROTECTED]
Sent: Thursday, August 2, 2007 10:23:46 PM
Subject: [Forum Pembaca KOMPAS] Re: Tulisan Niniek L Karim [ was ] pilkada dki
lagi
Ah Pak Martin ini. Nggak mungkin lah Fauzi harus nyetor sekian
ratus triliun? APBD Jakarta saja "cuma" 20-an triliun per tahun.:)
Bahwa kalau nanti menang Pak Fauzi harus setor ke partai pendukungnya, ya itu
sudah jadi rahasia umum. Kalau sekian ratus miliar per tahun, itu sih masuk
akal, anggap 1% dari APBD untuk setoran. Jadi Anda harus yakin itu Pak Martin
kalau ada setoran.:)
Hanya orang naif saja yang menolak kenyataan ini. Memang setornya
tidak secara langsung, tapi dari bagi-bagi proyek. Kalau KPK, BPK,
ICW, Polisi jeli, mereka pasti akan mendapat banyak kerjaan untuk
menangani kasus korupsi di Jakarta. Darimana setornya kalau bukan dari
pelanggaran keuangan negara?
Kalau kita lihat kasus korupsi di daerah, yang sudah menenggelamkan
beberapa kepala daerah, sebab korupsinya selain harus setor ke partai, tentu
dia butuh balik modal dong. Minimal dua kali atau tiga kali yang dia keluarkan
untuk Pilkada. Dia butuh modal untuk Pilkada yang akan datang. Tentu dia harus
menghidupi partai yang mendukungnya, dan juga dia harus nabung dong. Kalau dia
pakai sponsor swasta, ya tentu sponsor tersebut juga harus balik modal beberapa
kali lipat. Dan itu nggak bakal cukup dari gaji dan tunjangan. (BTW, ada disini
yang (naif) percaya dana Pilgub Fauzi 10 milyar, dan Adang 35 milyar?)
Tipis harapan Adang bakal menang di Pilkada kali ini, artinya tak
perlu pakai black campaign pun, Fauzi bakal menang mutlak di atas kertas.
Tapi apakah kita layak berharap dari kemenangan Fauzi? Utopia.
Masalah terberat di pemerintahan, baik jakarta atau daerah, baik
departemen atau dinas, adalah birokrasi yang bobrok dan korup,
ditambah dengan korupnya lembaga legislatif.
Apakah Fauzi Bowo punya program untuk reformasi birokrasi? Saya nggak
yakin, karena beliaulah yang justru menciptakan birokrasi yang
sekarang ini.
Kalau ada yang berharap gubernur mendatang bisa memperbaiki Jakarta,
baik Fauzi atau Adang, sebaiknya Anda siap-siap untuk kecewa.