Salam,

Saya lebih menikmati akting presiden kita ini sangat bagus, bisa berapi-api,
bisa menangis, bisa bernyanyi, 

Ya minimal kita punya presiden dengan bakat akting yang bagus.

 

Soal Korupsi Forget it wong presidenya tukang akting

Terus rakyatnya masih bodoh ya mudah percaya pada gombalan

Politisi dan elit ngerti semua itu, kalau bisa dengan akal bulus , kenapa
harus berdarah-darah

Lalu kemana kelompok yang agak pinter di neferi ini ?

Ternyata mereka sedang asik debat kusir di milis.

Tetapi minimal semua sibuk dengan posisi masing-masing

Terus bagaimana dengan pemberantasan korupsi, penanggulangan kemiskinan dll,

Sudahlah orang basib kita begini

 

   _____  

From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf
Of wirajhana eka
Sent: Tuesday, August 07, 2007 2:45 PM
To: [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED];
[EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED];
[email protected]; agama zamanku diskusi; Ga Grup; ga-grup;
[EMAIL PROTECTED]
Subject: [mediacare] Re: Presiden: Pemberantasan Korupsi Tugas yang Rumit
dan Berbahaya

 

Dear All, 

…….

Presiden mengatakan Indonesia harus membangun sistem untuk memberantas
korupsi dan tanpa kenal lelah menerapkan kebijakan-kebijakan antikorupsi.


Selain itu, lanjut dia, Indonesia juga dapat belajar dari negara lain yang
memiliki rekam jejak positif terkait pemberantasan korupsi.

……..

Rumit amat!

Tanpa TINDAKAN NYATA dan TEGAS dari pemerintah, sejuta system dan mau
belajar sampai ke ujung tata surya-pun tidak akan pernah berguna!

…….. 

 “Dan ketiga adalah mengatur harapan publik terhadap keberhasilan upaya
pemberantasan korupsi.”

 

Harapan publik adalah simple saja, jalankan hukum dan hajar tanpa pandang
bulu!

…….. 

Banyak orang, termasuk saya, yang berharap kemajuan yang lebih cepat dan
mimpi jika korupsi dapat diberantas dalam satu malam. Namun, kita telah
berjalan secepat kita mampu, dengan hasil yang menggembirakan,-" katanya.

 

….sungguh mengemaskan!-!!

SBY adalah Presiden bukan rakyat!

Presiden yang mempunyai legitimasi kekuasaan tertinggi yang pernah ada
direpublik ini dan MASIH menjadi orang no.1 direpublik ini.

 

Rakyat juga tahu bahwa:

"Indonesia mencatat sejarah panjang dimana konflik kepentingan diabaikan dan
kewajiban umum, kewenangan serta aset secara sistematis digunakan untuk
tujuan ptibadi"

 

Lihat, 

Lawan dan 

Laporkan 

Sudah rakyat lakukan dan masih juga kurang!

 

Lindungi pelapor!!

Libas pengintimidasi!-!

Lakukan bukan dengan PIDATO!!!!

 

Mengapa? 

Baca saja saj apa yang telah saya ALAMI di perusahaan plat merah republik
ini yaitu, PT Garuda Indonesia:

 

HYPERLINK
"http://www.antara.co.id/arc/2007/7/16/pt-garuda-digugat-karyawannya-senilai
-rp505-miliar/"www.antara.co.-id/arc/2007/-7/16/pt-garuda--digugat-karyawan-
nya-senilai--rp505-miliar/

HYPERLINK
"http://www.opensubscriber.com/message/[EMAIL PROTECTED]/7187578
.html"http://www.opensubs-criber.com/-message/[EMAIL PROTECTED]
om/7187578.-html

"Membrangus KKN? ah...itu masih Mimpi! dan mimpi buruk di siang Hari"

 

So, apakah benar ini “gerakan pemberantasan korupsi yang dengan gencar
dilakukan telah menciptakan ketakutan di kalangan para koruptor” ????

 

Ah, kelihatannya yang lebih tepat adalah “gerakan menciptakan ketakutan di
kalangan para pelapor!”

-----------------------------------<<<<<

 

From: Sunny HYPERLINK "mailto:[EMAIL PROTECTED]"[EMAIL PROTECTED]:

 

Refleksi: Barangkali bisa dipertanyakan kepada Presiden mengapa
pemeberantasan korupsi berbahaya? Apakah pemberantasan korupsi lebih
berbahaya dari pertempuran di medan peperangan? Apakah karena berbahaya maka
pemerantasan korupsi patut dihentikan?

 

HYPERLINK "http://www.republika.co.id/online_detail.asp?id=302620&kat_id=23";
\nhttp://www.republik a.co.id/online_ detail.asp? id=302620&kat_id=23

 

Senin, 06 Agustus 2007  16:31:00


Presiden: Pemberantasan Korupsi Tugas yang Rumit dan Berbahaya

 

Jakarta-RoL--- Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengakui jika upaya
memberantas korupsi adalah suatu tugas yang rumit dan acapkali berbahaya.


"Kita di Indonesia, dalam beberapa kesempatan dapat melihat itu," kata
Presiden dalam pidato sambutannya ketika membuka seminar internasional
mengenai "Konflik Kepentingan" di Istana Negara, Jakarta, Senin (6/8).


Namun, lanjutnya, Indonesia harus terus berjuang mengatasi tantangan yang
ada dengan membangun dan memperbaiki kualitas pemerintahan karena gerakan
pemberantasan korupsi yang dengan gencar dilakukan telah menciptakan
ketakutan di kalangan para koruptor.

"Kita perlu melanjutkan kampanye antikorupsi, pendidikan di usia dini,
meningkatkan transparasi, memberikan akses yang lebih luas pada media untuk
memerangi korupsi dan menerapkan dasar serta konsep dan standar
internasional mengenai antikorupsi,-" ujarnya.


Presiden mengatakan Indonesia harus membangun sistem untuk memberantas
korupsi dan tanpa kenal lelah menerapkan kebijakan-kebijakan antikorupsi.


Selain itu, lanjut dia, Indonesia juga dapat belajar dari negara lain yang
memiliki rekam jejak positif terkait pemberantasan korupsi.


"Semua pemerintahan dengan ambisi mencegah korupsi akan memiliki konsep dan
prinsip umum yang mirip," ujarnya. Indonesia telah menghasilkan Kerangka
Kerja Pemberantasan Korupsi Nasional untuk periode 2004-2009. Kerangka kerja
yang mulai berlaku Febuari 2005 itu terbuka untuk perubahan.


Sementara itu pada Maret tahun lalu, DPR telah meratifikasi Konvensi
Anti-Korupsi PBB. "Ratifikasi itu tentunya akan mengharuskan kita mengkaji
kembali hukum antikorupsi yang ada agar sejalan dengan persyaratan
konvensi," kata Presiden.


Indonesia, lanjut Kepala Negara, juga perlu untuk mengkaji kembali
Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berdasarkan keputusan
Mahkamah Konstitusi yang menyebutkan bahwa Pengadilan Tindak Pidana Korupsi
dibentuk oleh perundangan yang terpisah tidak seperti sekarang yang dibentuk
berdasarkan UU KPK sehingga seluruh kasus korupsi bermuara ke satu
pengadilan. Pada kesempatan itu Presiden juga menyebutkan tiga langkah
strategis pemerintah dalam memberantas korupsi di Indonesia.


Pertama, kata Presiden, Indonesia memperbaiki sistem hukum dan  pengadilan
di Indonesia.

Kedua, Indonesia secara terus menerus memperkuat pembangunan kapasitas dan
membentuk lebih banyak institusi dan lembaga anti korupsi yang melibatkan
banyak pihak.


Dan ketiga adalah mengatur harapan publik terhadap keberhasilan upaya
pemberantasan korupsi.

"Banyak orang, termasuk saya, yang berharap kemajuan yang lebih cepat dan
mimpi jika korupsi dapat diberantas dalam satu malam. Namun, kita telah
berjalan secepat kita mampu, dengan hasil yang menggembirakan,-" katanya.


Disebutkan juga bahwa Indonesia mencatat sejarah panjang dimana konflik
kepentingan diabaikan dan kewajiban umum, kewenangan serta aset secara
sistematis digunakan untuk tujuan ptibadi.


Praktik itu telah berlangsung selama lebih dari 30 tahun sehingga menanamkan
pengaruh yang kuat, yang sekarang perlu ditinggalkan.

antara

 

 

   _____  

Be a better Globetrotter. HYPERLINK
"http://us.rd.yahoo.com/evt=48254/*http:/answers.yahoo.com/dir/_ylc=X3oDMTI5
MGx2aThyBF9TAzIxMTU1MDAzNTIEX3MDMzk2NTQ1MTAzBHNlYwNCQUJwaWxsYXJfTklfMzYwBHNs
awNQcm9kdWN0X3F1ZXN0aW9uX3BhZ2U-?link=list&sid=396545469"Get better travel
answers from someone who knows.
Yahoo! Answers - Check it out. 

 


Internal Virus Database is out-of-date.
Checked by AVG Free Edition.
Version: 7.5.476 / Virus Database: 269.11.0/927 - Release Date: 7/30/2007
5:02 PM



Internal Virus Database is out-of-date.
Checked by AVG Free Edition. 
Version: 7.5.476 / Virus Database: 269.11.0/927 - Release Date: 7/30/2007
5:02 PM
 

Kirim email ke