Woooww.. mas Budi lupa, kurang banyakkah partai islam ? Tapi bagiamana kualitas personilnya ? Tak lebih dari oportunis juga bukan ? Sekarang ane tanya kalau mas Budi jadi presiden dipilih oleh rakyat.. mau mulai memperbaiki dari mana ? sekali lagi saya bilang nonsense kecuali bongkar semua warisan golkar yang sistematis dalam hal korup. Pertanyaan berikutnya bisakah dilakukan demikian ? Kembali ke dasar rancang bangunan bangsa ini yang tidak beres, kesatuannya kesatuan yang munafik, di dalamnya masih ada saling curiga, saling rebut kesempatan, saling tuding, saling menjatuhkan..saling.. saling.., identik dengan hamas dan fatah.., syiah dan sunni,.. tak ada yang beres. Jangan bilang itu rekayasa pihak luar ya !!? salahkan mereka yang bego dan bisa direkayasa. Termasuk bangsa ini yang bisa dibohongi oleh pengagum-pengagum kekerasan alih-alih melawan kebathilan. Naudzubillahimminzalik.....
On 8/2/07, Budi - Production Control <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Ketika dunia politik diisi oleh orang-orang oportunis yang tidak > pernah percaya tuhan, agama dan kehidupan hari akhir, maka jadilah > kehidupan umat manusia amburadul Sebab merekalah yang mengambil > kebijakan politik sehingga melahirkan secara zhohir beragam azab dan > bencana di atas. > > Sayangnya, orang-orang shalih yang percaya kepada Allah dan paham > kitab suci, umumnya malah lari menghindar dari dunia politik. > Alih-alih menyelamatkan umat, mereka malah mencari tempat berlindung > sendiri-sendiri di balik liang kecil sambil memendam kepala di dalam > tanah. Memejamkan mata dan berpikir seolah semua ini terjadi begitu > saja dan merupakan takdir Allah. > > Sayangnya orang-orang yang bersih dan suci ini nyaris tidak mau > mengotori tangannya dengan kerja dan usaha terlebih dahulu, sehingga > mereka lebih memilih untuk bersembunyi di dalam pesantren dan lembaga > pendidikan. Membangun tembok benteng untuk sekedar melindungi diri > mereka sendiri. Adapun nasib umat Islam secara keseluruhan yang > menjadi korban kebobrokan kebijakan politik srigala culas, seolah > tidak pernah menjadi agenda pembicaraan. > > Lucunya, di tengah kehancuran yang nyata seperti ini, di mana semua > sepakat bahwa penyebabnya memang politk kotor para penguasa bejat, > masih saja ada yang berpaham untuk menjauhkan diri dari upaya > memperbaikinya. Bahkan mereka malah mengeluarkan fatwa yang > mengharamkan umat Islam berupaya mengantisipasi kebejatan kebijakan > politik. Fatwa-fatwa itu seolah mengatakan bahwa beramar makruf dan > nahi munkar tepat di titik permasalahannya adalah hal yang haram. > > Fatwa haramnya berpolitik dan mendirikan partai pendobrak kejahilan > seakan mengandung pesan bahwa kalau mau beramar makruf dan nahi > mungkar, jangan pada inti masalahnya, cukup pada masalah cabang dan > ranting-rantingnya saja. Jangan tebang akar pohon permasalahannya, > cukup setiap hari menyapu membersihkan sampahnya saja. > > Padahal bila umat Islam bersatu dengan dimulai dari para ulama dan > tokohnya, mereka duduk bersama dan menyamakan langkah, insya Allah > dunia politik itu bisa dikuasai dengan baik oleh orang-orang yang > shalih. Sehingga semua kebijakan politik yang lahir tidak lain adalah > bentuk nyata dari semangat bahwa Islam adalah rahmatan lil 'alamin. > > Wassallaam, > Budi-pc > > ----- Original Message ----- > *From:* Al-Mahmud Abbas <[EMAIL PROTECTED]> > *To:* [email protected] > *Sent:* Wednesday, August 01, 2007 10:59 AM > *Subject:* Re: [mediacare] Zainal Maarif Contoh Amoral Yang Memalukan !!! > > > > > Amin..amin.. ketidak produktivan pejabat negara adalah : > SIBUK MENGAMANKAN POSISI JABATANNYA DENGAN TINDAKAN2 YANG TIDAK ADA > KORELASINYA DENGAN TUGAS POKOKNYA. > Kenapa ?? karena ketika mau jadi pejabat sistemnya begitu dan sistem yang > sedang dan masih terus berjalan adalah sistem yang iklimnya seperti itu. > Kapan mau/bisa berubah ??? kita hanya bisa bertanya kepada rumput yang > bergoyang. WALLAHU'ALAM BISAWAB, kalau Tuhan masih menyayangi bangsa yang > *super munafik* ini barangkali masih diberiNya kesempatan untuk taubat > nasional. > > Wassalam. > On 8/1/07, Hafsah Salim <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > > > Zainal Maarif Contoh Amoral Yang Memalukan !!! > > > > Wakil Partai Bintang Reformasi ini betul2 amoral unethical dan tak > > punya malu sama sekali. Manusia ini hanyalah satu contoh dari semua > > wakil partai2 agama Islam yang memenuhi jabatan2 kenegaraan yang > > katanya mewakili umatnya. > > > > Mulanya dia secara sembunyi2 melakukan skandal sex, karena partai yang > > diwakilinya merasa malu, dia lalu ditarik dari jabatan posisinya oleh > > partai yang diwakilinya. Permohonan penarikan mundur ini harus > > terlebih dahulu disetujui oleh presiden SBY, dan SBY memang tidak > > merasa perlu untuk terlibat urusan internal partai PBR ini dan dia > > hanya bisa menyetujui usul PBR untuk penarikan wakilnya ini. > > > > Lucunya, Zainal Maarif ini justru marah dan dendam kepada SBY bukan > > kepada PBR yang menarik dirinya, dia mengharapkan SBY menolak usul PBR > > yaitu partainya sendiri yang ingin menarik wakilnya itu. Untuk > > melampiaskan dendamnya, Zainal Maarif ini menyebar fitnah keberbagai > > media tentang pernikahan SBY sebelum masuk AkMil. Benar2 stupid, dia > > mengharapkan dengan yang dikatakannya terbongkarnya rahasia SBY, DPR > > bisa mengusulkan MPR untuk melakukan proses impeachment atau pemecatan > > presiden secara tidak terhormat. > > > > Ketua DPR Agung Laksono yang menerima document yang katanya sangat > > rahasia ini dari Zainal Maarif jadi naik pitam dan menolak usul Zainal > > Maarif yang me-maksa2 dirinya untuk menyodorkan bukti2 ini ke MPR > > untuk diteruskan menjadi proses impeachment atau pemecatan presiden > > secara tidak hormat. Benar2 memalukan sikap Zainal Maarif yang idiot > > ini, CD orang nikah diserahkan kepadanya, padahal yang menikah itupun > > tidak jelas orangnya, dan yang menyatakan pernikahan itu juga tidak > > jelas hubungannya dengan orang yang menikah dalam CD itu. > > > > Menurut ketua DPR, urusan pribadi orang menikah kenapa harus dijadikan > > bahan pemecatan???? Tanggal pernikahannya tidak dicantumkan, surat > > nikahnya juga tak ada copy-nya, dimana menikahnya juga tidak > > dijelaskan. Lalu apanya yang dianggap melanggar etika ??? SBY > > menikah cuma dengan satu isteri tidak melakukan Poligamy, juga tidak > > terlibat skandal perzinahan seperti halnya Zainal Maarif yang berzinah > > dengan businesswoman yang mengharapkan bisa memenangkan tender2 > > melalui jabatan Zainal Maarif. > > > > Yang paling parah, Zainal Maarif sudah dinasihatkan oleh banyak > > penasihat hukumnya bahwa tindakannya itu amoral dan sama sekali tidak > > memungkinkan dia untuk menang bisa melemparkan tuduhan bohong ini, > > malah akan jadi bumerang dia bisa dipenjarakan atas tuduhan fitnah dan > > dia dipaksa ganti rugi dimana semua harta bendanya bisa disita hingga > > jatuh miskin. Tetapi karena pengertian dan pemahamannya tentang > > hukum, tentang moral, dan tentang etika sangar rendahnya, dia tetap > > menjebloskan dirinya kedalam perangkapnya sendiri. Dia meneruskan > > fitnahnya katimbang meminta maaf. Dia tidak tahu dimana kesalahan > > dirinya, tetapi dia merasa tahu dan yakin akan kesalahan SBY yang > > dituntutnya. Padahal, andaikata SBY melakukan kesalahan, maka yang > > menuntut harusnya DPR/MPR bukan Zainal Maarif, dan sekarang pihak DPR > > saja sudah menolak untuk melanjutkan memperbincangkan fitnah ini, lalu > > apa yang masih bisa diharapkan oleh Zainal Maarif ini ??? > > > > Zainal Maarif hanyalah satu dari puluhan contoh wakil2 dari partai2 > > Islam yang bergelimangan memenuhi jabatan wakil2 rakyat maupun jabatan > > pejabat2 pemerintahan yang sama sekali tidak produktive bahkan > > kontra-produktive. Seperti sudah saya jelaskan dalam tulisan2 > > sebelumnya, semua partai2 agama Islam seharusnya dilarang untuk ikut > > kontest merebut jabatan karena pengetahuannya sebatas hanya agama > > Islam yang tidak mengenal etika politik maupun ilmu kenegaraan. > > Syariah Islam bukanlah ilmu politik dan tidak mengenal system > > kenegaraan yang kita kenal sekarang ini. > > > > Ny. Muslim binti Muskitawati. > > > > > >
